Print ...

Contributor...

  • Editor:

Path: Top

Sifat-sifat teknik dan permeabilitas pada aspal porus

Master Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:32
By : I Wayan Diana, S2 - Highway Systems Engineering
Created : 2000-05-22, with files

Keyword : Engineering, porous asphalt

Aspal porus adalah campuran beton aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan kadar rongga udara yang tinggi. Aspal porus dipergunakan untuk lapisan permukaan jalan dan selalu dihampar di atas lapisan kedap air. Dipromosikan efektif untuk meningkatkan keselamatan lalu-lintas pada musim hujan, mengurangi percikan air dan mempunyai kekesatan permukaan yang baik pada kecepatan tinggi. Pada penelitian ini campuran aspal porus direncanakan dengan 3 metode: Australia, Jepang dan Marshall. Karakteristik campuran pada kadar aspal optimum (KAO) dievaluasi dengan Wheel Tracking Mchine dan pemeabilitas dengan uji tinggi jatuh, uji tinggi tetap dan simulasi curah hujan. Diperoleh (KAO) 5,31% Australia) dan 5,51% (Jepang), masuk didalam rentang spesifikasi 5% ke 6%. Untuk metoda Marshall KAO tidak dapat dihitung sebab stabilitas Marshall lebih kecil dari persyaratan minimum (500 kg). Deformasi konsolidasi (Do) 3,20 mm (Australia) dan 5,03 mm (Jepang). Stabilitas dinamis (DS) 5100 lintasan/menit dan 5059 lintasan/menit (Jepang), perbedaannya sebesar 0,8% tidak signifikan. Permeabilitas vertical rata-rata pada uji tinggi jatuh diperoleh (Kv) 0,452 cm/detik (Australia) dan 0,473 cm/detik (Jepang). Pada uji tinggi tetap nilai kh menurun dari 7,224 cm/detik (e=2%) menjadi 3,637 cm/detik (e=12%) untuk benda uji dari metode Australia. Untuk benda uji dari metode Jepang diperoleh Kh 3,591 cm/detik (e=2%), menurun menjadi 1,793 cm/detik (e=12%0. Eksperimen dengan alat simulasi curah hujan menunjukkan aliran dasar lebih besar 99,8% dari aliran permukaan, untuk variasi kemiringan antara 2% dan 12%, serta untuk kata ulang 10 tahun (I1 =419,43 mm/jam) dan 25 tahun (I2=452,45 mm/jam). Rentang nilai Kh 0,796 (e=12%-4,513 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,856 (e=12%)-5,129 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,853 (e=12%)-5,035 cm/detik (e=2%) untuk I2. Tipe aliran adalah laminer diprediksi berdasarkan angka Reynold, sehingga hukum Darcy berlaku untuk aliran melalui aspal porus. Dapat disimpulkan bahwa: (a) Metode Australia dan Jepang dapat dipakai untuk menentukan job mix formula aspal porus, metoda Marshall hanya cocok untuk beton aspal gradasi padat; (b) Tipe aliran di dalam aspal porus adalah laminer dan aliran dasar meningkat tidak signifikan dengan meningkatnya kemiringan permukaan, tetapi aliran permukaan meningkat cukup signifikan

Description Alternative :

Aspal porus adalah campuran beton aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan kadar rongga udara yang tinggi. Aspal porus dipergunakan untuk lapisan permukaan jalan dan selalu dihampar di atas lapisan kedap air. Dipromosikan efektif untuk meningkatkan keselamatan lalu-lintas pada musim hujan, mengurangi percikan air dan mempunyai kekesatan permukaan yang baik pada kecepatan tinggi. Pada penelitian ini campuran aspal porus direncanakan dengan 3 metode: Australia, Jepang dan Marshall. Karakteristik campuran pada kadar aspal optimum (KAO) dievaluasi dengan Wheel Tracking Mchine dan pemeabilitas dengan uji tinggi jatuh, uji tinggi tetap dan simulasi curah hujan. Diperoleh (KAO) 5,31% Australia) dan 5,51% (Jepang), masuk didalam rentang spesifikasi 5% ke 6%. Untuk metoda Marshall KAO tidak dapat dihitung sebab stabilitas Marshall lebih kecil dari persyaratan minimum (500 kg). Deformasi konsolidasi (Do) 3,20 mm (Australia) dan 5,03 mm (Jepang). Stabilitas dinamis (DS) 5100 lintasan/menit dan 5059 lintasan/menit (Jepang), perbedaannya sebesar 0,8% tidak signifikan. Permeabilitas vertical rata-rata pada uji tinggi jatuh diperoleh (Kv) 0,452 cm/detik (Australia) dan 0,473 cm/detik (Jepang). Pada uji tinggi tetap nilai kh menurun dari 7,224 cm/detik (e=2%) menjadi 3,637 cm/detik (e=12%) untuk benda uji dari metode Australia. Untuk benda uji dari metode Jepang diperoleh Kh 3,591 cm/detik (e=2%), menurun menjadi 1,793 cm/detik (e=12%0. Eksperimen dengan alat simulasi curah hujan menunjukkan aliran dasar lebih besar 99,8% dari aliran permukaan, untuk variasi kemiringan antara 2% dan 12%, serta untuk kata ulang 10 tahun (I1 =419,43 mm/jam) dan 25 tahun (I2=452,45 mm/jam). Rentang nilai Kh 0,796 (e=12%-4,513 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,856 (e=12%)-5,129 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,853 (e=12%)-5,035 cm/detik (e=2%) untuk I2. Tipe aliran adalah laminer diprediksi berdasarkan angka Reynold, sehingga hukum Darcy berlaku untuk aliran melalui aspal porus. Dapat disimpulkan bahwa: (a) Metode Australia dan Jepang dapat dipakai untuk menentukan job mix formula aspal porus, metoda Marshall hanya cocok untuk beton aspal gradasi padat; (b) Tipe aliran di dalam aspal porus adalah laminer dan aliran dasar meningkat tidak signifikan dengan meningkatnya kemiringan permukaan, tetapi aliran permukaan meningkat cukup signifikan

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationS
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id