Print ...

Contributor...

  • Editor:

Path: Top

Perbandingan bahasa rupa relief Ramayana candi Shiwa dan Brahma dalam kompleks candi Lara Jonggrang di Prambanan...

Master Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:34
By : Taswadi, Dept.Art and Design
Created : 2000-00-00, with files

Keyword : Bahasa rupa, candi

Thesis ini disusun berdasarkan hasil penelitian terhadap relief dan dua kelompok bangunan candi, yaitu candi Shiwa dan Brahma dalam kompleks candi Lara Jonggrang di Prambanan dan candi induk dalam kompleks candi Panataran, yang difokuskan pada jenis relief cerita Ramayana, ditelaah dari cara Wimba dan tata ungkapan. Kedua relief dalam dua kompleks candi di atas memiliki tempat yang berbeda, yang satu di Jawa Tengah (relief Ramayana candi Shiwa dan Brahma) dan lainnya di Jawa Timur (relief Ramayana candi induk Panataran). Waktu pendirian kedua kompleks candi pun berbeda, kompleks candi Lara Jonggrang berdiri sekitar abad 9 Masehi sedangkan kompleks candi Panataran pada abad 12 Masehi. Perbedaan tempat dan perbedaan waktu dimungkinkan keduanya memiliki perbedaan dalam bahasa rupanya. Mengapa penulis meneliti kedua relief Ramayana dalam kedua kompleks bangunan tersebut dari sudut bahasa rupa yang ditelaah dari cara wimba dan tata ungkapan, alasan pertama ialah karena masih jarang penelitian terhadap karya seni yang mempunyai aspek cerita ditelaah dari sudut bahasa rupa, sehingga penelitian jenis ini penulis anggap perlu dan penting. Alasan kedua ialah untuk menggali, memperkenalkan, dan mengembangkan bahasa rupa tradisi asli Indonesia yang merupakan bagian dari perbendahaan bahasa rupa dunia ketiga ialah melanjutkan, memperkukuh sumber data tentang perbendaharaan bahasa rupa tradisi Indonesia, setellah penelitian terhadap relief Lalitavistara Borobudur di Jawa tengah oleh Primadi Tabraani dan relief candi Surawana dan Tigowangi di Jawa Timur oleh Dwibudiharto. Keempat ialah mengetahui hubungan perbedaan dan persamaan, serta latar belakang yang mempengaruhinya. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda deskriptif dan komparatif, deskriptif untuk menuliskan aspek bahasa rupa secara apa adanya berdasarkan mata pisau perbendaharaan bahasa rupa yang telah dirimuskan oleh Primadi Tabrani, dan komparatif adalah untuk membandingkan antara perbendaharaan bahasa rupa, yang telah ditemukan dari kedua relief tersebut, sehingga diketahui perbedaan, persamaan dan latar belakang yang mempengaruhi. Relief candi adalah salah satu karya seni rupa yang dulunya sebagai media komunikasi dalam mendekomentasikan dan mentranformasikan ajaran agama. Jadi fungsi relief adalah sebagai media komunikasi, sehingga aspek bahasa rupa melalui cerita adalah sebagai media komunikasi, sehingga aspek bahasa rupa melalui cerita adalah dipentingkan. Celakanya masih jarang yang menelaah relief candi sebagai aspek karya yang bercerita, tetapi lebih dianggap sebagai aspek karya estetis dan simbolis, sehingga nilai aspek utamanya sebagai media cerita menjadi tersisikan.

Hasil penelitian terhadap bahasa rupa relief Ramayana candi Shiwa dan Brahma dan candi induk Panataran dari telaah cara wimba dan tata ungkapan ini, ialah seperti halnya yang telah dihasilkan oleh peneliti pendahulu terhadap jenis penelitian yang serupa lainnya, yaitu jenis perbendaharaan bahasa rupa yang berlaku di dalam obyek penelitian, karena obyeknya relief Ramayana candi shiwa dan Brahma dan candi induk Panataran, maka dihasilkan perbendaharaan bahasa rupa yang berlaku di dalam relief tersebut.

Setelah ditemukan jenis perbendaharaan bahasa rupa antara keduanya dibandingkan, untuk mengetahui perbedaan dan persamaannya, serta latar belakang yang mempengaruhinya. Jenis-jenis bahasa rupa yang hanya berlaku di masing-masing relief, tetapi tidak berlaku di dalam kedua relief, sebagai bahasa rupa khas masing-masing, yang merupakan salah satu unsur perbedaanya. Perbedaan lain yaitu walaupun suatu jenis bahasa rupa berlaku dalam keduanya, tetapi setelah dihitung memiliki daya pembeda dari sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah , dan sangat rendah, ini juga dapat sebagai unsur perbedaan, kuat tidaknya suatu perbedaan.

Setelah diteliti ternyata antara kedua relief tersebut memiliki persamaan dan perbedaan juga diketahui bahwa perbendaharaan bahasa rupa yang berlaku di dalam kedua candi tersebut masih sama dengan perbendaharaan bahasa rupa yang telah ditemukan oleh penelitii pendahulu, hanya perbedaan proeentasenya yang berbeda, serta jenis perbendaharaan bahasa rupa tertentu yang banyak prosentasenya, yang sangat mempengaruhi bentuk dan gaya relief masing-masing, sehingga menjadi ciri khas masing-masing, Ini sebagai unsur keraguan dan kekayaan bahasa rupa tradisi bangsa Indonesia . Hasil penelitian dalam thesis ini belum lengkap, sebab hanya meneliti relief dari telaah cara wimba dan tata ungkapan, sedangkan perbendaharaan bahasa rupa selain cara wimba dan tata ungkapan masih ada yang lainnya yaitu isi wimba, dan teknik penghubung. Jadi perlu adanya penelitian lanjutan untuk meneliti relief Ramayana candi Shiwa dan Brahma serta candi induk Panataran dari isi wimba dan teknik penghubung, sehingga didapatkan perbendaharaan bahasa rupa yang lengkap dan utuh, dari relief Ramayana tersebut. Penulis mengharapkan adanya peneliti lain yang berminat meneliti bahasa rupa tradisi Indonesia dalam obyek lainnya, sehingga semakin menambah dan memperkukuh perbendaharaan bahasa rupa Indonesia yang dapat dipergunakan untuk pengembangan kesenirupaan Indonesia masa depan.

Description Alternative :

Thesis ini disusun berdasarkan hasil penelitian terhadap relief dan dua kelompok bangunan candi, yaitu candi Shiwa dan Brahma dalam kompleks candi Lara Jonggrang di Prambanan dan candi induk dalam kompleks candi Panataran, yang difokuskan pada jenis relief cerita Ramayana, ditelaah dari cara Wimba dan tata ungkapan. Kedua relief dalam dua kompleks candi di atas memiliki tempat yang berbeda, yang satu di Jawa Tengah (relief Ramayana candi Shiwa dan Brahma) dan lainnya di Jawa Timur (relief Ramayana candi induk Panataran). Waktu pendirian kedua kompleks candi pun berbeda, kompleks candi Lara Jonggrang berdiri sekitar abad 9 Masehi sedangkan kompleks candi Panataran pada abad 12 Masehi. Perbedaan tempat dan perbedaan waktu dimungkinkan keduanya memiliki perbedaan dalam bahasa rupanya. Mengapa penulis meneliti kedua relief Ramayana dalam kedua kompleks bangunan tersebut dari sudut bahasa rupa yang ditelaah dari cara wimba dan tata ungkapan, alasan pertama ialah karena masih jarang penelitian terhadap karya seni yang mempunyai aspek cerita ditelaah dari sudut bahasa rupa, sehingga penelitian jenis ini penulis anggap perlu dan penting. Alasan kedua ialah untuk menggali, memperkenalkan, dan mengembangkan bahasa rupa tradisi asli Indonesia yang merupakan bagian dari perbendahaan bahasa rupa dunia ketiga ialah melanjutkan, memperkukuh sumber data tentang perbendaharaan bahasa rupa tradisi Indonesia, setellah penelitian terhadap relief Lalitavistara Borobudur di Jawa tengah oleh Primadi Tabraani dan relief candi Surawana dan Tigowangi di Jawa Timur oleh Dwibudiharto. Keempat ialah mengetahui hubungan perbedaan dan persamaan, serta latar belakang yang mempengaruhinya. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda deskriptif dan komparatif, deskriptif untuk menuliskan aspek bahasa rupa secara apa adanya berdasarkan mata pisau perbendaharaan bahasa rupa yang telah dirimuskan oleh Primadi Tabrani, dan komparatif adalah untuk membandingkan antara perbendaharaan bahasa rupa, yang telah ditemukan dari kedua relief tersebut, sehingga diketahui perbedaan, persamaan dan latar belakang yang mempengaruhi. Relief candi adalah salah satu karya seni rupa yang dulunya sebagai media komunikasi dalam mendekomentasikan dan mentranformasikan ajaran agama. Jadi fungsi relief adalah sebagai media komunikasi, sehingga aspek bahasa rupa melalui cerita adalah sebagai media komunikasi, sehingga aspek bahasa rupa melalui cerita adalah dipentingkan. Celakanya masih jarang yang menelaah relief candi sebagai aspek karya yang bercerita, tetapi lebih dianggap sebagai aspek karya estetis dan simbolis, sehingga nilai aspek utamanya sebagai media cerita menjadi tersisikan.

Hasil penelitian terhadap bahasa rupa relief Ramayana candi Shiwa dan Brahma dan candi induk Panataran dari telaah cara wimba dan tata ungkapan ini, ialah seperti halnya yang telah dihasilkan oleh peneliti pendahulu terhadap jenis penelitian yang serupa lainnya, yaitu jenis perbendaharaan bahasa rupa yang berlaku di dalam obyek penelitian, karena obyeknya relief Ramayana candi shiwa dan Brahma dan candi induk Panataran, maka dihasilkan perbendaharaan bahasa rupa yang berlaku di dalam relief tersebut.

Setelah ditemukan jenis perbendaharaan bahasa rupa antara keduanya dibandingkan, untuk mengetahui perbedaan dan persamaannya, serta latar belakang yang mempengaruhinya. Jenis-jenis bahasa rupa yang hanya berlaku di masing-masing relief, tetapi tidak berlaku di dalam kedua relief, sebagai bahasa rupa khas masing-masing, yang merupakan salah satu unsur perbedaanya. Perbedaan lain yaitu walaupun suatu jenis bahasa rupa berlaku dalam keduanya, tetapi setelah dihitung memiliki daya pembeda dari sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah , dan sangat rendah, ini juga dapat sebagai unsur perbedaan, kuat tidaknya suatu perbedaan.

Setelah diteliti ternyata antara kedua relief tersebut memiliki persamaan dan perbedaan juga diketahui bahwa perbendaharaan bahasa rupa yang berlaku di dalam kedua candi tersebut masih sama dengan perbendaharaan bahasa rupa yang telah ditemukan oleh penelitii pendahulu, hanya perbedaan proeentasenya yang berbeda, serta jenis perbendaharaan bahasa rupa tertentu yang banyak prosentasenya, yang sangat mempengaruhi bentuk dan gaya relief masing-masing, sehingga menjadi ciri khas masing-masing, Ini sebagai unsur keraguan dan kekayaan bahasa rupa tradisi bangsa Indonesia . Hasil penelitian dalam thesis ini belum lengkap, sebab hanya meneliti relief dari telaah cara wimba dan tata ungkapan, sedangkan perbendaharaan bahasa rupa selain cara wimba dan tata ungkapan masih ada yang lainnya yaitu isi wimba, dan teknik penghubung. Jadi perlu adanya penelitian lanjutan untuk meneliti relief Ramayana candi Shiwa dan Brahma serta candi induk Panataran dari isi wimba dan teknik penghubung, sehingga didapatkan perbendaharaan bahasa rupa yang lengkap dan utuh, dari relief Ramayana tersebut. Penulis mengharapkan adanya peneliti lain yang berminat meneliti bahasa rupa tradisi Indonesia dalam obyek lainnya, sehingga semakin menambah dan memperkukuh perbendaharaan bahasa rupa Indonesia yang dapat dipergunakan untuk pengembangan kesenirupaan Indonesia masa depan.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id