Print ...

Contributor...

  • Editor:

Path: Top

Analisis deformasi gunungapi Merapi dengan metode geodetik-GPS.

Master Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:20
By : Bilal Ma'ruf, S2 - Geodetic Engineering
Created : 2001-00-00, with files

Keyword : magmatic phenomena; Merapi Volcano; Global Positioning System (GPS)

Pemahaman fenomena magmatik dan pemantauan Gunungapi Merapi tidak dapat terlepad dari studi deformasi. Studi deformasi ini tidak dapat diselenggarakn oleh satu disiplin ilmu, melainkan harus secara multidisipliner. Geodesi merupakan disiplin ilmu yang berperan mengkaji deformasi dari aspek geometrik, yaitu menentukan besar dan pola vektor pergeseran dan parameter-parameter deformasi. Salah satu metode geodetik yang mulai dikembangkan dalam studi deformasi di Gunungapi Merapi adalah GPS. Analisis deformasi Gunungapi Merapi dengan GPS direalisasikan dengan melakukan survai GPS. Survai GPS tersebut dilakukan dengan membuat kerangka dasar deformasi (jaring GPS) yang titik-titiknya tersebar di tubuh Gunungapi Merapi. Berdasarkan koordinat titik-titik kerangka dasar deformasi yang diperoleh dari hasil survai GPS, maka dapat dihitung besar dan pola vektor pergeseran. Vektor pergeseran ini selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menyusun model analisis ini deformasi untuk menentukan parameter-parameter deformasi Gunungapi Merapi.Dari hasil hitungan dapat disimpulkan bahwa (1) receiver satu frekuensi dapat digunakan dalam analisis deformasi Gunungapi Merapi, (2) selama interval waktu antara November 1996-Maret 1998, Gunungapi Merapi mengalami deformasi. Adanya deformasi ini dibuktikan dari aspek geometrik dan fisis. Dari aspek geometrik terlihat nilai vektor pergeseran, parameter-parameter deformasi dan principal strain memberikan nilai yang cukup signifikan, sedangkan dari aspek fisis dibuktikan dengan adanya pertumbuhan kubah lava dan terjadinya letusan pada tanggal 17 Januari 1997 dan Juli 1998, (3) karakteristik deformasi secara geometrik dapat digunakan untuk menduga aktivitas Gunungapi Merapi secara fisis, (4) studi deformasi Gunungapi Merapi dapat dihitung dengan menggunakan model analisis translasi, regangan dan rotasi maupun dengan model regangan dan rotasi. Dalam kasus ini model regangan dan rotasi cenderung lebih sesuai jika dikaitkan dengan informasi geologi dan geofisik.

Description Alternative :

Pemahaman fenomena magmatik dan pemantauan Gunungapi Merapi tidak dapat terlepad dari studi deformasi. Studi deformasi ini tidak dapat diselenggarakn oleh satu disiplin ilmu, melainkan harus secara multidisipliner. Geodesi merupakan disiplin ilmu yang berperan mengkaji deformasi dari aspek geometrik, yaitu menentukan besar dan pola vektor pergeseran dan parameter-parameter deformasi. Salah satu metode geodetik yang mulai dikembangkan dalam studi deformasi di Gunungapi Merapi adalah GPS. Analisis deformasi Gunungapi Merapi dengan GPS direalisasikan dengan melakukan survai GPS. Survai GPS tersebut dilakukan dengan membuat kerangka dasar deformasi (jaring GPS) yang titik-titiknya tersebar di tubuh Gunungapi Merapi. Berdasarkan koordinat titik-titik kerangka dasar deformasi yang diperoleh dari hasil survai GPS, maka dapat dihitung besar dan pola vektor pergeseran. Vektor pergeseran ini selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menyusun model analisis ini deformasi untuk menentukan parameter-parameter deformasi Gunungapi Merapi.Dari hasil hitungan dapat disimpulkan bahwa (1) receiver satu frekuensi dapat digunakan dalam analisis deformasi Gunungapi Merapi, (2) selama interval waktu antara November 1996-Maret 1998, Gunungapi Merapi mengalami deformasi. Adanya deformasi ini dibuktikan dari aspek geometrik dan fisis. Dari aspek geometrik terlihat nilai vektor pergeseran, parameter-parameter deformasi dan principal strain memberikan nilai yang cukup signifikan, sedangkan dari aspek fisis dibuktikan dengan adanya pertumbuhan kubah lava dan terjadinya letusan pada tanggal 17 Januari 1997 dan Juli 1998, (3) karakteristik deformasi secara geometrik dapat digunakan untuk menduga aktivitas Gunungapi Merapi secara fisis, (4) studi deformasi Gunungapi Merapi dapat dihitung dengan menggunakan model analisis translasi, regangan dan rotasi maupun dengan model regangan dan rotasi. Dalam kasus ini model regangan dan rotasi cenderung lebih sesuai jika dikaitkan dengan informasi geologi dan geofisik.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationS
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id