Print ...

Contributor...

  • Editor:

Path: Top

Penjadwalan Batch ekonomis untuk produk N komponen pada sistem produksi flow shop dengan peningkatan kapasitas produksi

Master Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:20
By : Trinda farhan Satria, S2-Industrial Management
Created : 2001-01-00, with files

Keyword : Batch schedulling, production, Capacity

Model penjadwalan batch telah banyak ditulis diantara ya oleh Gim dan Han (1997) yang telah mengembangkan model penjadwalan ekonomis single produk dengan N komponen pada mesin tunggal yang mengintegrasikan penentuan jadwal produksi komponen dan ukuran batch produksi, sehingga akan meminimasi ongkos produksi. Pada kasus-kasus tertentu dibutuhkan peningkatan kapasitas produksi pada fasilitas produksi yang tersedia. Disamping itu kebanyakan perusahaan manufaktur, memproduksi bermacam-macam jenis produk akhir pada serangkaian mesin yang tersusun secara seri (multi-stage). Oleh karena itu pada penelitian ini dikembangkan model penjadwalan batch ekonomis untuk multi produk N komponen pada sistem produksi multi stage dengan peningkatan kapasitas produksi. Pengembangan model dilakukan dengan mengambil model Gim dan Han sebagai model dasarnya.

Pengembangan model dilakukan secara bertahap, dimulai dari model TSSI dengan memisahkan mesin produksi dan perakitan menjadi dua stage untuk produk tunggal, modl multi mesin yang tersusun seri untuk produk tunggal, model multi mesin yang tersusun seri untuk produk tunggal (MSSI), dan model multi mesin yang tersusun seri untuk multi produk (MSMI), juga dikembangkan algoritma solusi yang relatif mudah dan sederhana. Pada penelitian dilakukan analisis perilaku model, dengan melakukan analisis sensitivitas parameter. Penelitian ini menghasilkan 3 model yaitu TSSI, MSSI dan MSMI. Dari ketiga model ini model yang paling umum adalah model MSMI yang dapat memecahkan masalah yang lebih sederhana (TSSI dan MSSI). Pemisahan stage produksi komponen dan perakitan pada model TSSI mengakibatkan: a) Pendeknya waktu siklus per batch, sehingga meningkatkan laju produksi, b) Pendeknya waktu proses komponen (A), sehingga meningkatkan kapasitas produksi persentase peningkatan kapasitas dan laju produksi makin besar dengan membesarnya waktu perakitan, dan sebaliknya akan menurun dengan membesarnya waktu proses stasiun produksi. Model TSSI juga memperluas daerah fisibilatas model. Makin besar selisih antara waktu proses stasiun produksi dan waktu perakitan maka semakin besar pula perluasan daerah fisibilitas model.

Description Alternative :

Model penjadwalan batch telah banyak ditulis diantara ya oleh Gim dan Han (1997) yang telah mengembangkan model penjadwalan ekonomis single produk dengan N komponen pada mesin tunggal yang mengintegrasikan penentuan jadwal produksi komponen dan ukuran batch produksi, sehingga akan meminimasi ongkos produksi. Pada kasus-kasus tertentu dibutuhkan peningkatan kapasitas produksi pada fasilitas produksi yang tersedia. Disamping itu kebanyakan perusahaan manufaktur, memproduksi bermacam-macam jenis produk akhir pada serangkaian mesin yang tersusun secara seri (multi-stage). Oleh karena itu pada penelitian ini dikembangkan model penjadwalan batch ekonomis untuk multi produk N komponen pada sistem produksi multi stage dengan peningkatan kapasitas produksi. Pengembangan model dilakukan dengan mengambil model Gim dan Han sebagai model dasarnya.

Pengembangan model dilakukan secara bertahap, dimulai dari model TSSI dengan memisahkan mesin produksi dan perakitan menjadi dua stage untuk produk tunggal, modl multi mesin yang tersusun seri untuk produk tunggal, model multi mesin yang tersusun seri untuk produk tunggal (MSSI), dan model multi mesin yang tersusun seri untuk multi produk (MSMI), juga dikembangkan algoritma solusi yang relatif mudah dan sederhana. Pada penelitian dilakukan analisis perilaku model, dengan melakukan analisis sensitivitas parameter. Penelitian ini menghasilkan 3 model yaitu TSSI, MSSI dan MSMI. Dari ketiga model ini model yang paling umum adalah model MSMI yang dapat memecahkan masalah yang lebih sederhana (TSSI dan MSSI). Pemisahan stage produksi komponen dan perakitan pada model TSSI mengakibatkan: a) Pendeknya waktu siklus per batch, sehingga meningkatkan laju produksi, b) Pendeknya waktu proses komponen (A), sehingga meningkatkan kapasitas produksi persentase peningkatan kapasitas dan laju produksi makin besar dengan membesarnya waktu perakitan, dan sebaliknya akan menurun dengan membesarnya waktu proses stasiun produksi. Model TSSI juga memperluas daerah fisibilatas model. Makin besar selisih antara waktu proses stasiun produksi dan waktu perakitan maka semakin besar pula perluasan daerah fisibilitas model.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationS
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id