Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Hukum > 2014

Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Industri Rumahan yang Memproduksi Barang Menggunakan Merek Orang Lain Tanpa Izin dikaitkan Dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek

2014
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2014-12-10 14:18:56
By : Adek Wahyudin NIM.31610013, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2014-12-10, with 11 files

Keyword : UU No 15 Tahun 2001
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Perlindungan hukum terhadap merek terdaftar merupakan hak mutlak yang harus didapatkan oleh pemilik merek terdaftar dari segala bentuk pelanggaran tetapi dewasa ini banyak pelaku industri rumahan yang melakukan produksi produk menggunakan merek terdaftar tanpa izin dari pemilik yang sah dan pelanggaran hukum terhadap merek di Indonesia setiap hari semakin bertambah tanpa ada tindakan apapun dari aparat penegak hukum. Fenomena ini tidak dibenarkan oleh Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang merek yang saat ini merupakan Undang-Undang yang seharusnya melindungi pemilik merek yang dilanggar. Maka dari itu manjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana efektifitas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dalam memberi perlindungan hukum terhadap pemilik merek atas pemalsuan yang dilakukan oleh pelaku industri dan bagaimana peranan penegak hukum terhadap pelanggaran merek terkenal yang dilakukan oleh pelaku industri tersebut. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif analisis, yaitu memberikan gambaran secara cermat menggunakan fakta-fakta yang ada, baik berupa data sekunder bahan hukum primer, data sekunder bahan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara yuridis normatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis yuridis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat diketahui bahwa Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang merek masih belum efektif dikarenakan oleh sebab faktor-faktor yang tidak mendukunng untuk membuat efektif. Faktor tesebut adalah Subtansi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek belum dapat diketahui masyarakat secara keseluruhan , masyarakat yang belum paham hukum dan penegak hukum tidak memiliki wewenang secara tegas untuk melakukan penagakan atas pelanggran hak atas merek dikarenakan tindak pidana merek merupakan tindak pidana delik aduan hal ini juga menjadi faktor yang menyebabkan semakin banyaknya masyarakat Indonesia melakukan pemalsuan merek. Karena delik aduan dalam tidak pidana merek menjadikan tidak efektif dikarenakan pemilik merek yang sah harus mengadu orang yang melanggar haknya secara satu persatu dan hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama dan diharapkan penegak hukum dapat berinitiative untuk lebih giat mensosialisasikan bahwa yang dilakukan masyarakat kalangan indsutri yang menggunakan merek orang lain merupakan pelanggaran hukum dengan demikian akan menciptakan rakyat yang sadar hukum, taat hukum, dan tertib hukum.

Description Alternative :

Legal protection of the registered brand against unauthorized users is an absolute right confered to its owner. However, there have been a lot of home industries violating the law by manufacturing products by using other registered brands without any consent from its legal owner. Each day the number of such home industries increases without any procecution by the law enforcement officers. This action is against the Law Number 15 Year 2001 on Trademark. Therefore, the problem in this research was about the effectiveness of the Law Number 15 Year 2001 on Trademark in providing legal protection to the brand owners against the forgery committed by other industries and the role of law enforcement officers against the violations of registered brands committed by other industries. This is an analytical, descriptive research aimed at providing a careful overview about the existing facts, either in the form of secondary data of primary law materials, and secondary data of secondary law material. This research employed a normative juridical approach. The data were analyzed by using a qualitative juridical analysis method. Based on the research results and analysis, it was found that the Law Number 15 Year 2001 on Trademark did not run effectively due to several factors. These factors comprised: the whole society does not recognize the substance of the Law Number 15 Year 2001 on Trademark; the law enforcement officers do not use their authority to prosecute those against the law, as a result, more and more people forge the brands. The legal action towards the brand violations becomes ineffective because the legitimate brand owner must sue the people conducting the forgeries one by one and this takes a very long time. Measures should be taken by the law enforcement officers to enlighten the industrial society that using othersÂ’ brands without consent is a violation of law. This will expectedly be able to make people aware of and obidient to the law.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id