Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Hukum > 2017

Tinjauan Yuridis Tentang Pembajakan Buku Di Beberapa Kios Buku Palasari Yang Melanggar Hak Cipta Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nmor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Dihubungkan Dengan Undang-Udnang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta

2017
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2018-01-13 09:18:31
By : Aji Supraji Ardani NIM. 31613003, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2018-01-13, with 12 files

Keyword : Pembajakan Buku, Hak Cipta
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Tujuan bangsa Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga hal tersebut harus diwujudkan dengan pendidikan yang berkualitas, dan salah satu penunjang keberhasilan untuk mencerdaskan bangsa yaitu dengan buku. Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk yang tinggi tetapi minat bacanya sangat rendah, hal ini ditambah dengan pembajakan atas buku tersebut yang semakin meningkat. Berhubungan dengan permasalahan menyangkut buku maka termasuk kedalam bidang Hak kekayaan intelektual. Hak kekayaan intelektual merupakan hasil dari proses berfikir manusia yang menghasilkan suatu karya yang berwujud, di dalam hak kekayaan intelektual terbagi menjadi dua kelompok yaitu hak cipta dan hak merk. Buku merupakan hasil karya berfikir, kreatifitas manusia yang diwujudkan dalam bentuk benda yang berwujud sehingga buku merupakan bagian dari karya cipta. Pada dasarnya dalam sebuah karya cipta terdapat orang yang memilikinya atau yang memiliki hak atas hak cipta suatu ciptaan dalam hal ini di sebut pencipta. Menciptakan karya merupakan suatu kegiatan yang memerlukan keahlian, ketekunan, ketelitian, sehingga atas kegiatannya tersebut perlua adanya penghargaan yang pantas yaitu berupa hak-hak yang terdiri dari hak moral, dan hak ekonomi. Hak moral merupakan hak yang dimiliki oleh pencipta dan melekat kepada ciptaannya, seperti halnya bagi pencipta buku maka buku itu akan tertulis nama penciptanya, walaupun penciptanya telah meninggal dunia. Sedangkan hak ekonomi merupakan hak yang dimiliki pencipta untuk mendapatkan penghargaan berupa materi, pencipta buku bisa melakukan perjanjian lisensi dengan badan hukum atau penerbit untuk mencetak dan mendistribusikannya ke pasaran, dan hasil pendapatan dari penjualan dibagi dengan pencipta bukunya, sesuai dengan isi kesepakatan antara kedua pihak pencipta dan penerbit. Das Sein selalu tidak sesuai dengan Das Sollen, bagi pihak yang menginginkan keuntungan besar dengan modal kecil sehingga melakukan pembajakan buku, untuk melindungi hak pencipta buku maka pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta untuk melindungi hak-hak pencipta yang bukunya dibajak, serta sanksi yang tepat untuk pelaku pembajakan buku. Spesifikasi penelitian ini dilakukan dengan cara deskriptif analitis sehingga peneliti mengumpulkan fakta-fakta berupa data sekunder dan bahan hukum primer, dan metode pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan secara yuridis normatif dengan melakukan penafsiran hukum secara gramatikal yaitu dengan penafsiran berdasarkan kata-kata di dalam undang-undang. Peneliti juga membagi kedalam dua tahapan yaitu penelitian kepustakaan untuk mencari data sekunder dan bahan hukum primer dan penelitian lapangan untuk melakukan wawancara dengan pihak yang berjualan buku. Peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data dengan studi literature yang bersumber dari peraturan perundang-undangan serta buku-buku ilmiah berkaitan dengan hak cipta. Setelah mendapatkan data maka penulis menganalisisnya secara yuridis kualitatif artinya memperhatikan hirarki perundang-undangan. Lokasi penelitian adalah perpustakaan dan pasar buku Palasari Bandung. Pemilik hak cipta buku yang merasa bahwa bukunya dibajak oleh pihak lain dapat mengajukan gugatan secara perdata ke Pengadilan Niaga, atau dapat juga menempuh upaya pidana dengan mengadukan kegiatan pembajakan tersebut kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia. Sanksi yang terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yaitu bersifat kumulatif atau dua jenis sanksi pidana yang diberikan secara bersamaan kepada pelaku pelanggaran hak cipta.

Description Alternative :



The purpose of the nation of Indonesia based on the Constitution of 1945 was the intellectual life of the nation, so it must be realized with a quality education, and one of the intellectual success to support a nation that is by the book. Indonesia is a big country with a population that is high but very low reading interest, this coupled with piracy upon the book of the increasingly improved. Related to the problem concerning the books then included into the field of intellectual property. Intellectual property is the result of human thinking process that produces a work of intangibles, in intellectual property is divided into two groups, the copyright, and the right brands. The book is the work of thinking, human creativity is manifested in the form of tangible objects so that the book is part of the copyright works. Basically, there is a copyright in a work of people who have it or that have rights to the copyright of a creation in this thing called the creator. Creating the work is an activity that requires skill, diligence, thoroughness so that the top of its activities should be awarded the appropriate i.e. in the form of rights composed of moral rights, and economic rights. Moral right is a right which is owned by the creator and inherent to the creation, as is the case for the creator of the book then that book will be inscribed the name of the creator, even if its creator has passed away. While the economic rights is the right of the creator-owned to get the award in the form of the material, the creators of the book could do a licensing agreement with the legal entity or the Publisher to print and distribute it to the market, and the resulting income from sales divided by the creator his book, in accordance with the agreement between the parties the creator and Publisher. Das Sein always incompatible with Das Sollen, who aspired not in accordance with reality, there are parties who want big profits with little capital so did piracy of books, to protect the rights of the creators of the book then the Government published the Law Number 28 years 2014 on copyright to protect the rights of creators who hijacked his book, as well as the appropriate sanctions for perpetrators of piracy of the book. The specification of this research was conducted by means of analytical descriptive so that researchers gather facts in the form of secondary data and primary legal materials, methods, and approaches used in juridical approach researchers are the normative interpretation of the law by making the grammatical interpretation based on the words in the Act. Researchers also split into two stages, namely the research libraries to find secondary data primary legal materials and field research and to conduct interviews with those who sell books. Researchers are also using the technique of data collection with the study of literature sourced from legislation as well as scholarly books relating to copyright. After getting the data then the authors analyze it legally qualitative means paying attention to the hierarchy of legislation. The location of the research is the library and book market Palasari Bandung. Copyright owners who feel that his book was hijacked by other parties may file a lawsuit in civil court, or can also Commerce attended the criminal attempts with the piracy activities to denounce the police of the Republic of Indonesia. The sanctions contained in Act No. 28 the year 2014 about copyright, i.e. are cumulative or the two types of criminal sanctions provided simultaneously to the perpetrator of the infringement of copyright.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationPerpustakaan UNIKOM
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id