Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Downnload...

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Ekonomi_Bisnis > Akuntansi > 2010

Peranan Auditor Internal Dalam Menunjang Efektivitas Rekomendasi Audit Internal

The role Of Internal Auditor To Support The Effectiviness Recomendation Of Internal Audit

2010
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2015-09-10 08:25:36
By : Dendy Adityawarman NIM.21105090, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2010-08-16, with 5 files

Keyword : Auditor internal, efektivitas rekomendasi
Url : http://alumni unikom.ac.id

Di dalam berkembangnya dunia perekonomian saat ini, dan semakin tingginya tingkat persaingan dalam dunia usaha menuntut perusahaan mempunyai keunggulan bersaing (Competitive Advantage) untuk terus bisa berkompetisi, tidak sedikit perusahaan yang terhenti laju operasionalnya karena tidak mampu mempertahankan eksistensi perusahaannya. Sebagian besar kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena perusahaan tidak konsisten dalam menjalankan operasi perusahaannya ditambah lagi dengan kurangnya tenaga professional didalam perusahaan dan perusahaan tidak dapat mengikuti perkembangan ekonomi yang terjadi saat ini, hal ini menuntut adanya manajemen yang lebih baik dan salah satu fungsi manajemen yang penting adalah pengawasan berbentuk pemeriksaan (audit) serta efektivitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.


Fenomena umum yang terjadi beberapa tahun kebelakang adalah Pemerintah yang tidak luput dari program perbaikan tata laksana perusahaan yang baik. Hal tersebut dilakukan karena fenomena yang terjadi pada tahun 2002 lalu, seluruh Perusahaan (BUMN) yang memiliki asset senilai Rp 924 triliun, dan ratusan triliun tersebut diperoleh laba setelah pajak sebesar 26,9 triliun, sementara Return On Assets (ROA) rata-rata sebesar 2,86 % dan Return On Equity (ROE) rata-rata sebesar 10,2 %. Maka dengan kejadian tersebut dapat dikatakan peran auditor intern di rata-rata Perusahaan (BUMN) di Indonesia kurang maksimal sehingga banyak terjadinya kecurangan-kecurangan yang terjadi pada setiap Perusahaan (BUMN) (sumber : www.sinarharapan.co.id)


Untuk dapat melaksanakan kegiatan pengawasan (Controllership) dan pemeriksaan (audit) yang baik tentu dituntut adanya profesionalisme yang tinggi diantara para aparat pengawas atau pemeriksa (auditor). Untuk dapat mencapai maksud ini sudah tentu para aparat perlu mempunyai pengetahuan yang memadai tentang ruang lingkup tugasnya atau dibidang lain yaitu Auditing, Controllership, Accounting, Hukum, Manajemen, dan lain-lain.


Fungsi audit internal perusahaan sangat penting mengingat peranan yang diharapkan dari fungsi audit tersebut untuk membantu semua tingkatan manajemen baik guna mengamankan kegiatan operasional baik yang menggunakan dana dari masyarakat luas.


Untuk memaksimalkan fungsi audit intern di setiap perusahaan telah dikeluarkan peraturan tentang kewajiban untuk menerapkan standar pelaksanaan fungsi audit intern. Setiap perusahaan wajib untuk menyusun internal audit charter, membentuk dewan audit, menyusun panduan audit intern.


Untuk menjaga kelangsungan dan meningkatkan iklim usaha yang lebih baik dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan diri dan menyusun langkah antisipasi mulai menata organisasi, melakukan berbagai trobosan baru,meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemampuan manajemen khususnya dalam merancang strategi. Sistem dan kebijakan agar operasi organisasi dapat berjalan pada tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi. Peranan pengawasan intern dalam perusahaan dituntut untuk meningkatkan mutu kerjanya. Dengan kata lain pengawasan intern haruslah profesional seiring dengan semakin maju dan berkembangnya organisasi.


Menurut Ibk. Bhayangkara (2008:9) ada lima kriteria auditor yang harus dipenuhi untuk menjadi profesional pada bidang intern yaitu: (1) Independensi, (2) Kompetensi, (3) Perencanaan, (4) Pengumpulan dan Evaluasi bahan bukti, (5) Pelaporan dan tindak lanjut.


Perusahaan tidak terlepas dari kebutuhan fungsi pengawasan intern yang dari waktu ke waktu dirasakan semakin dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Posisi dan peranan pemeriksaan intern dalam organisasi adalah bertanggung jawab langsung pada pimpinan. Terkadang makna bahwa pemeriksaan intern mempunyai misi yang penting dalam manajemen organisasi, yakni untuk memberikan masukan-masukan pada pimpinan tertinggi diminta ataupun tidak, yang diperlukan sebagai bahan untuk mengambil keputusan dalam upaya pelaksanaan pengelolaan organisasi yang memenuhi prinsip efisiensi serta mengamankan kekayaan organisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga informasi berupa rekomendasi pun tidak saja bersifat korektif dan membangun, tetapi juga yang dapat diterapkan dan strategis. Rekomendasi harus dapat mencegah secara dini dan menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan serta antisipasi di masa yang akan datang.


Dengan peranan yang sangat penting dan strategis sebagai alat kontrol organisasi, pemeriksaan intern harus mampu memberikan informasi kepada pemimpin guna mengambil keputusan yang meliputi seluruh bidang organisasi. Salah satu informasi auditor intern kepada pimpinan dituangkan secara tertulis dengan bentuk laporan hasil audit. Yang memuat tujuan pemeriksaan, temuan pemeriksaan, penyebab temuan, dampak temuan dan rekomendasi. Rekomendasi yang diberikan oleh Auditor Intern harus layak, praktis dan memperhitungkan keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan dengan efektivitas yang diperoleh.


Efektivitas rekomendasi diukur dengan memperhatikan tujuan yang tercapai. Inti dari efektivitas pada dasarnya adalah mengerjakan sesuatu dengan benar atau “do the right things”. Sehingga dapat dianalogikan terhadap efektivitas rekomendasi diartikan sebagai hubungan antara output dengan tujuan dari hasil pemeriksaan.


Rekomendasi yang efektif adalah rekomendasi yang memiliki syarat-syarat sebagai berikut: (1) Memperbaiki kondisi yang ada atau dapat menyelesaikan masalah, (2) Dapat ditindak lanjuti secara logis, praktis dan reasonable ,(3) Bersifat korektif dan konstruktif, (4) Sebagai solusi jangka pendek dan jangka panjang, (5) Merupakan hasil pelaksanaan dari proses audit yang dijalankan secara benar.


Dari syarat-syarat Rekomendasi yang efektif diatas maka akan tercapai suatu tujuan Rekomendasi yang diharapkan adapun Tujuan Rekomendasi yang efektif adalah sebagai berikut: (1) Meningkatkan Prestasi. (2) Mengurangi resiko kerugian, (3) Memberikan dan menawarkan pilihan dalam memecahkan masalah atau persoalan, (4) Memperbaiki kondisi yang perlu perbaikan.


Adapun Fenomena khusus yang Berkaitan dengan hal tersebut diatas, PT Pos Indonesia (Persero) Bandung sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjalankan usahanya dibidang dagang dan jasa menyelenggarakan pelayanan bisnis komunikasi, bisnis keuangan, bisnis filateli. Perusahaan ini telah memberikan pelayanan keseluruh wilayah Indonesia dan dalam hubungan antar Negara.


Dari pengamatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang penulis ambil dari internet dengan situs (www.BUMN-ri.com), diketahui PT Pos Indonesia Bandung saat ini mengalami permasalahan dalam hal Pemeriksaan Intern atau audit intern Perusahaan dimana kasus korupsi di PT Pos yang terkait pemberian komisi kepada pelanggan berawal dengan adanya Surat Edaran Direktur Operasional PT Pos No:41/DIROP/0303 tanggal 20 Maret 2003 yang memberi komisi antara tiga sampai lima persen kepada pelanggan. Namun penerapan pemberian komisi diberlakukan secara berbeda oleh Kepala Kanwil Kantor Pos IV Jakarta yaitu lima sampai enam persen. Selain itu dari hasil pengusutan Kejagung didapati bukti kwitansi tanda terima fiktif dari pelanggan yang seolah-olah uang komisi benar-benar diterima pelanggan. Padahal uang itu diterima sejumlah oknum pegawai PT Pos Indonesia, sehubungan dengan permasalahan tersebut Auditor Intern dalam hal ini Divisi Satuan Pengawasan Intern (SPI) pada PT Pos Indonesia, dalam melaksanakan tugasnya memeriksa atau mengaudit laporan keuangan PT. Pos Indonesia dan dari hasil pemeriksaan tersebut tim auditor intern atau Divisi Satuan Pengawasan Intern (SPI) PT. Pos Indonesia melaporkan dan menyampaikan informasi hasil temuan auditnya kepada pihak manajemen yaitu dewan direksi PT. Pos Indonesia yang berisi rekomendasi-rekomendasi maupun saran-saran perbaikannya untuk selanjutnya ditindak lanjuti oleh pihak manajemen dan bertujuan untuk meminimalisir kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pihak intern PT. Pos Indonesia agar meningkatkan efektivitas operasional perusahaan untuk lebih baik dan terarah. Dan untuk memaksimalkan kerja auditnya seorang auditor internal harus memiliki kriteria-kriteria auditor yang harus dimiliki setiap individu masing-masing seperti independensi, kompetensi, perencanaan audit, evaluasi bahan bukti, dan pelaporan dan tindak lanjut. Semua kriteria tersebut harus dimiliki auditor internal agar auditor menghasilkan temuan-temuan audit dengan baik dan bertujuan untuk memajukan perusahaan. (Sumber: www.sinarharapan.co.id)


Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dicky Ramadhan (2001:10) pada CV Rapi Trans Logistik Surabaya, mengenai peranan auditor internal untuk menilai efektivitas dan pengendalian pengelolaan manajemen. Hasil dari penelitian tersebut menyimpulkan bahwa auditor internal mempunyai pengaruh positif terhadap fungsi intern perusahaan. Perbedaannya dengan penelitian yang penulis lakukan adalah terletak pada perusahaan yang diteliti, perusahaan yang diteliti oleh Dicky Ramadhan adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa ekspedisi angkutan darat (Perusahaan Swasta), sedangkan perusahaan yang penulis teliti adalah perusahaan jasa (merupakan salah satu perusahaan BUMN) yang memiliki kebijakan perusahaan yang berbeda. Metode yang digunakan oleh Dicky Ramadhan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif.


Mengacu kepada keberadaan audit intern sebagai suatu fungsi penilaian yang independen yang ada dalam suatu organisasi maka tujuan audit intern adalah untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan auditor intetrn dalam suatu organisasi disamping itu, bertujuan untuk membantu anggota organisasi agar dapat melaksanakan tanggung jawab secara efektif. Untuk itu auditor intern akan melakukan analisis penilaian, memberikan rekomendasi dan saran. Berdasarkan hal tersebut penulis cenderung untuk mendukung pandangan yang menyatakan bahwa auditor intern dapat dan sebaiknya menyatakan rekomendasi dalam laporan yang dibuatnya.


Selain dari fenomena diatas ternyata masih banyak permasalahan yang dialami oleh PT Pos Indonesia dan sesuai dengan permasalahan diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul:

“Peranan Auditor Internal Dalam Menunjang Efektivitas Rekomendasi Audit Internal (Studi Kasus pada PT. Pos Indonesia Cabang Ujung berung Bandung).”

Copyrights : Copyright � 2001 by Digital library - Perpustakaan Pusat Unikom . Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id