Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Desain > Desain_Komunikasi_Visual > 2010

Perancangan Kampanye Manfaat Apotik Hidup Pada Halaman Rumah

2010
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-08-20 13:58:00
By : Deni Julkarnaen NIM.51905111, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2010-08-20, with 9 files

Keyword : Perancangan Kampanye Manfaat Apotik Hidup
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga dan


fundamental bagi tubuh manusia. Menurut UU No.23 tahun 1992


kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang


memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial ekonomis.


Begitu pentingnya kesehatan sehingga banyak yang mengungkapkan


bahwa kesehatan adalah aset yang tak ternilai harganya bagi


kehidupan manusia. Manusia tidak akan bisa melakukan aktifitas


kehidupan sehari-hari dengan maksimal jika kondisi tubuhnya tidak


sehat. Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap kondisi


kesehatan tubuh manusia adalah lingkungan. Manusia dan


lingkungannya adalah satu kesatuan yang saling berinteraksi satu


sama lainnya. Menurut UU RI No. 23 tahun 1997 lingkungan adalah


kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, mahluk hidup


termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi


perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainnya.


Halaman rumah adalah salah satu lingkungan yang berada


dekat dengan kehidupan manusia dan mempunyai pengaruh besar


terhadap faktor kesehatan keluarga. Namun seiring dengan


perkembangan zaman, banyak cara mudah dalam memperoleh


vitamin dan obat sehingga sering melupakan faktor yang


mempengaruhi kesehatan adalah lingkungan yang berada dekat


dengan kehidupan manusia itu sendiri. Hal tersebut menjadi salah


satu faktor yang menyebabkan terjadinya suatu pemahaman


masyarakat yang menganggap apotik hidup sebagai pengobatan


alternatif tradisional dan tidak praktis dalam menangani masalah


kesehatan. Oleh karena itu pengobatan dengan media apotik hidup


lambat laun mulai terkikis dan hanya sebagian orang yang


mengetahui tentang apotik hidup itu sendiri. Faktor penting lainnya


yang menyebabkan apotik hidup mulai terkikis adalah alih fungsi lahan


pekarangan yang menjadi lebih terbatas akibat adanya kepadatan


penduduk pada suatu wilayah terutama dibeberapa kota besar di


Indonesia termasuk Bandung sehingga lahan pekarangan lambat laun


berubah menjadi pemukiman padat huni. Hal tersebut berpengaruh


terhadap kurang maksimalnya pemanfaatan potensi halaman rumah


untuk dijadikan apotik hidup. Pada tahun 1980-an terutama di DKI


Jakarta, pemanfaatan halaman rumah dengan tanaman produktif


dalam bentuk apotik hidup dan warung hidup sudah merupakan


program pemerintah, sampai pada saat hasil holtikultura impor, obatobatan


impor, membanjiri negara Indonesia.


Apotik hidup adalah memanfaatkan sebagian lahan tanah untuk


ditanami tanaman obat-obatan yang dapat digunakan secara produktif


untuk keperluan sehari-hari. Sehingga halaman rumah yang ditanami


apotik hidup mempunyai potensi yang sangat bermanfaat dalam


upaya menjadi bagian dari proses penyembuhan dan


penanggulangan dini terhadap penyakit secara alami. Apotik hidup


dapat berperan sebagai media pencegahan terhadap datangnya


penyakit. Oleh karena itu pemanfaatan halaman rumah sebagai apotik


hidup merupakan sebuah upaya membangun pola sikap masyarakat


yang peduli mengenai pentingnya kesehatan keluarga.


Penanggulangan kesehatan secara dini dengan media apotik


hidup cenderung tidak menimbulkan efek samping yang berakibat


fatal bagi penggunanya karena apotik hidup banyak memanfaatkan


bahan-bahan alami untuk diolah menjadi obat dan vitamin yang


berguna bagi tubuh. Apotik hidup ini juga membentuk jiwa mandiri dan


siaga apabila diri pribadi ataupun salah satu anggota keluarga mulai


terserang penyakit.


Dengan demikian perlu adanya upaya untuk menggalakan


kembali program apotik hidup sebagai media pengobatan alami.


Peraturan Daerah Kota Bandung No. 3 Tahun 2005 pasal 14 ayat 2


yang mewajibkan masyarakatnya untuk melakukan kegiatan


3


menanam pohon pelindung atau produktif, tanaman hias dan apotik


hidup, warung hidup serta tanaman produktif dihalaman dan


pekarangan bangunan adalah salah satu upaya pemerintah dalam


mendukung terselenggaranya program apotik hidup. WHO sebagai


badan kesehatan dunia pun ikut merekomendasikan penggunaan obat


tradisional/alam dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat,


pencegahan dan pengobatan penyakit. Hal ini menunjukkan dukungan


WHO untuk back to nature lebih menguntungkan. Menurut Supriadi


(2001: 13) “Pemanfaatan tumbuhan dan hewan sebagai alternatif


pengobatan alami dewasa ini berkembang cukup pesat. Sekitar 25


obat-obatan yang diresepkan negara industri maju mengandung


bahan senyawa aktif hasil ekstraksi tanaman obat” .

Copyrights : Copyright � 2001 by Digital library - Perpustakaan Pusat Unikom . Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id