Print ...

Contributor...

  • Ayub Subandi , Editor: Calis Maryani

Downnload...

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Teknik_dan_Ilmu_Komputer > Teknik_Komputer/Sistem Komputer > 2016

Rancang Bangun Alat Otomatis Pendeteksi Makanan Yang Mengandung Bahan Pengawet Berbahaya Berbasis Mikrokontroler

2016
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2017-07-26 10:10:51
By : Eko Herianto NIM. 10209077, Perpustakaan UNIKOM (ekookeherianto@yahoo.com)
Created : 2017-07-26, with 13 files

Keyword : Formalin, Boraks, Mikrokontroler, Sensor warna TCS3200, LCD
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Makanan jajanan saat ini sebagian besar menggunakan bahan pengawet berbahaya, bahan pengawet tersebut yaitu Formalin dan Boraks. Pedagang menggunakan bahan kimia tersebut dengan alasan agar makanan menjadi lebih tahan lama, padahal nantinya akan dikonsumsi oleh manusia. Namun karena kurang pengetahuan masyarakat tentang makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Maka dari itu dirancang sebuah alat otomatis berbasis mikrokontroler. Sistem yang berbasis mikrokontroler ini dapat menguji makanan dengan praktis dan efektif karena tidak memakan waktu yang lama untuk melihat hasilnya. Sensor warna TCS3200 digunakan untuk mendeteksi sampel makanan. Untuk mendeteksi sampel makanan yang mengandung Formalin dicampur dengan cairan kimia khusus yaitu Formaldehid secara otomatis, sedangkan untuk mendeteksi sampel yang mengandung Boraks dicampur dengan Kurkumin secara otomatis. Kemudian sensor akan mendeteksi warna yang berubah setelah semuanya sudah bereaksi. Hasil pengujian dari penelitian menunjukan bahwa sampel bakso dan lontong dengan di tetesin boraks sebanyak 1 tetes yaitu positif dan perubahan warnanya 14,44% dan 10,00%. Sedangkan pada sampel mie basah dan tahu dengan formalin sebanyak 1 tetes menyatakan hasilnya positif dengan perubahan warna masing-masing 13,79% dan 59,13%. Hasil akhir akan ditampilkan pada layar LCD.

Description Alternative :

Today most of Street food using materials harmful preservatives, preservatives that are Formalin and borax. Traders use these chemicals on the grounds that the food to be more durable, but will be consumed by humans. However, due to lack of public knowledge about the foods that contain harmful chemicals. Therefore designed a microcontroller-based automated tool. This microcontroller-based system that can test food with a practical and effective because it takes a long time to see results. TCS3200 color sensor is used to detect food samples. To detect the food samples containing Formalin, automatically mixed with special chemical liquids that is Formaldehyde. whereas to detect samples containing Borax, automatically using a mixture of Curcumin. Then the sensor will detect the color change after everything has reacted. The test results of the research showed that the samples of meatballs and rice cake containing borax as much as 1 drop is positive and the color change was 14.44% and 10.00%. While on a wet noodle and tofu samples containing formaldehyde as much as 1 drop expressed a positive result by changes of color respectively 13.79% and 59.13%. The final results will be displayed on the LCD screen.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id