Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Hukum > 2017

Pembinaan Narapidana Narkotik Dalam Mencegah terjadinya Pengulangan Tindak Pidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy Bandung Ditinjau Dari Undang-Udnang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan

2017
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2018-01-13 10:11:45
By : Frido Lamindo Sinulingga NIM. 31611012, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2018-01-13, with 14 files

Keyword : Narapidana Narkotika, Tindak Pidana
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Lembaga pemasyarakatan merupakan salah satu subsistem peradilan pidana terakhir yang menjalankan sistem pemasyarakatan bagi pelaku tindak pidana. Lembaga Pemasyarakatan atau yang dikenal dengan sebutan LAPAS merupakan tempat dimana narapidana menjalani masa pidananya. Pengulangan tindak pidana bukan hal yang baru dalam dunia hukum, karena di mana ada kejahatan di situ pula ada pengulangan kejahatan dan pengulangan kejahatan termasuk bagi mereka yang pernah masuk dan keluar dari penjara, salah satunya juga pengulangan tindak pidana narkotika. Permasalahan yang dikaji di dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas pembinaan yang dilakukan agar tidak terjadi pengulangan tindak pidana dan bagaimana mekanisme pembinaan narapidana narkotika di lembaga pemasyarakatan banceuy kelas IIA Bandung menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah secara yuridis normatif, yaitu penelitian terhadap asas-asas hukum dilakukan dengan normanorma hukum yang merupakan patokan untuk bertingkah laku atau melakukan perbuatan yang pantas ditunjang dengan alat pengumpul data berupa observasi dalam bentuk catatan lapangan atau catatan berkala. Efektivitas penegakan hukum amat berkaitan erat dengan efektivitas hukum.agar hukum itu efektif, maka diperlukan aparat penegak hukum untuk menegakkan sanksi tersebut. Suatu sanksi dapat diaktulisasi kepada masyarakat dalam bentuk ketaatan (compliance), dengan kondisi tersebut menunjukkan adanya indikator bahwa hukum tersebut adalah efektif. Selanjutnya untuk mengetahui tentang efektivitas perundangundangan dalam hal ini efektivitas pembinaan narapidana narkotika, maka kita dapat mengatakan bahwa tentang efektifnya suatu perundang-undangan, banyak tergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah Pengetahuan tentang substansi perundangundangan. Dalam sistem pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banceuy Bandung tujuan pemidanaan adalah pembinaan dan bimbingan, dengan tahap-tahap admisi/orientasi, pembinaan dan asimilasi.Tahapan-tahapan tersebut tidak dikenal dalam sistem kepenjaraan. Tahap admisi/orientasi dimaksudkan, agar narapidana mengenal cara hidup, peraturan dan tujuan dari pembinaan atas dirinya, sedang pada tahap asimilasi narapidana diasimilasikan ke tengah-tengah masyarakat di luar lembaga pemasyarakatan. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya penyesuaian diri, agar narapidana tidak menjadi canggung bila keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Description Alternative :

Penitentiary is one of the last criminal justice subsystem that runs a penitentiary system for offenders. Penitentiary or known as LAPAS is a place where inmates undergo a criminal time. Repetition of crime is nothing new in the legal world, because where there is crime there is also a repetition of evil and repetition of crime including for those who have been in and out of prison, one of which is also a repetition of narcotics crime. The problems studied in this research is how the effectiveness of guidance is done in order to avoid repetition of crime and how the mechanism of guidance of narcotic prisoners in prisons banceuy class IIA Bandung according to Law Number 12 Year 1995 About Correctional Institution.The method of approach used in the writing of this law is a normative juridical, namely research on the principles of law is done with legal norms which is a benchmark for behaving or doing deeds that deserve to be supported by data collection tools in the form of observations in the form of field notes or notes Periodically. The effectiveness of law enforcement is closely related to the effectiveness of the law. The law is effective, it is necessary law enforcement officers to enforce the sanctions. A sanction may be written to the public in the form of compliance, indicating the existence of an indicator that the law is effective. Furthermore, to know about the effectiveness of legislation in this case the effectiveness of the guidance of narcotics prisoners, then we can say that about the effectiveness of a legislation, much depends on several factors, one of which is Knowledge of the substance of legislation. In the correctional prison system of Class IIA Banceuy Bandung the purpose of punishment is coaching and guidance, with the stages of admisi / orientation, coaching and assimilation.These stages are not known in the prison system. The admission/ orientation stage is intended, in order for the prisoner to recognize the way of life, the rules and the objectives of the guidance of himself, while in the assimilation stage the prisoners are assimilated into the community outside the penitentiary. This is intended as an adjustment effort, so that prisoners do not become awkward when out of prisons.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationPerpustakaan UNIKOM
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id