Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Hukum > 2017

Tinjauan Yuridis terhadap Peredaran Kosmetik Tanpa Ijin Edar Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

2017
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2018-01-13 09:40:47
By : Hasbi Freeza Prastama NIM. 31613001, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2018-01-13, with 15 files

Keyword : Peredaran, Kosmetik, Illegal
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Pada kehidupan masyarakat modern khususnya kaum wanita yang mempunyai keinginan untuk tampil cantik. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, tidak diherankan lagi banyak wanita rela menghabiskan uangnya untuk pergi ke salon, ke klinik-klinik kecantikan ataupun membeli kosmetik untuk memoles wajahnya agar terlihat cantik. Kebanyakan wanita sangat tertarik untuk membeli produk kosmetik dengan harga murah serta hasilnya cepat terlihat. Oleh karena itu, wanita banyak yang memakai jalan alternatif untuk membeli suatu produk walaupun produk kosmetik yang dibelinya tidak memenuhi persyaratan serta tidak terdaftar dalam Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spesifikasi penelitian dilakukan secara deskriptif-analitis, yaitu penggambaran peraturan-peraturan yang berlaku, dikaitkan dengan teori hukum, dan pelaksanaannya. Yang menyangkut permasalahan yang diteliti tentang peredaran kosmetik tanpa ijin edar. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dan hasil penelitian lapangan menggunakan metode yuridis kualitatif kemudian dianalisis secara deskriptif analitis tinjauan yuridis terhadap peredaran kosmetik tanpa ijin edar dihubungkan dengan Undangundang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Hasil penelitian menemukan, adanya tindak pidana yang dilakukan oleh pemilik Toko Sari Ayu Ibu Hj. Novi Ulviyani, Bagi Produsen yang melanggar ketentuan tersebut dapat dipidana dan denda, sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 196 dan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tentang kesehatan. Serta peranan penyidik dalam menanggulangi tindak pidana peredaran kosmetik illegal ini adalah Melakukan pengawasan terhadap kosmetik baik dari tahap produksi sampai distribusi ke masyarakat; Melakukan investigasi atau penyelidikan, penyaluran atau distribusi kosmetik secara ilegal atau tanpa izin edar; Melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan produsen dan/atau peracik dan/atau pengemas ulang kosmetik; dan Melakukan penindakan terhadap distributor dan/atau penjual atau pengecer kosmetik tanpa izin edar.

Description Alternative :

In the life of modern society, especially women who have a desire to look beautiful. It is a natural thing, not surprisingly many women willing to spend the money to go to the salon, to the beauty clinics or buy cosmetics to polish his face to look beautiful. Most women are very interested in buying cosmetic products at low prices and the results are quickly visible. Therefore, many women use alternative ways to buy a product even if the cosmetic product they bought does not meet the requirements and is not registered in the Center for Food and Drug Supervisory Agency (BBPOM). The research method used in this research is the specification of the research is done descriptively-analytical, which is the description of applicable rules, associated with legal theory, and its implementation. Which concerns the problems studied about the circulation of cosmetics without distribution permit. The approach method used in this research is Juridical Normative. Data obtained from the results of literature research and field research results using qualitative juridical methods and then analyzed descriptively analytical juridical review of the circulation of cosmetics without a circulation permit connected with Law No. 36 of 2009 on Health. he results of the study found that there was a crime committed by the owner of Toko Sari Ayu Ibu Hj. Novi Ulviyani, For Producers who violate such provisions may be subject to imprisonment and penalties, as affirmed in Article 196 and Article 197 of Law Number 36 concerning health. As well as the role of investigators in tackling the criminal act of illegal circulation of these cosmetics is to supervise the cosmetics from production to distribution to the community; Conduct investigation or investigation, distribution or distribution of cosmetics illegally or without distribution authorization. Enforcing producers and / or peracik and / or cosmetic repackers; And Take action against distributors and / or sellers or cosmetic retailers without marketing authorization.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationPerpustakaan UNIKOM
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id