Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Sospol > Ilmu_Komunikasi > 2016

Aktivitas Komunikasi Penyandang Tunawicara Di Sekolah Luar Biasa Al-Fajar Pangalengan Dalam Berinteraksi di Sekolahnya)

2016
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2016-06-13 13:20:10
By : Idam Mahmud NIM. 41811047, Perpustakaan UNIKOM (mahmudidam@gmail.com)
Created : 2016-06-13, with 12 files

Keyword : Etnografi Komunikasi, Aktivitas Komunikasi, Penyandang Tunawicara
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Penelitian ini bermaksud untuk menguraikan secara mendalam tentang Aktivitas Komunikasi Penyandang Tunawicara di SLB Al-Fajar Pangalengan. Untuk menjabarkan focus penelitian, maka peneliti membagi ke dalam beberapa sub-sub masalah mikro yaitu situasi komunikasi, peristiwa komunikasi, dan tindakan komunikasi penyandang tunawicara di SLB Al-Fajar Pangalengan. Metode Penelitian ini adalah metode kualitatif tradisi etnografi komunikasi dengan teori pendukung yang diangkat yaitu interaksi simbolik. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 (empat) orang, terdiri dari 4 (empat) informan kunci yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, Observasi, Dokumentasi, Internet Searching dan Studi Pustaka. Teknik uji keabsahan data dengan cara triangulasi dan membercheck. Hasil Penelitian menunjukan bahwa, Situasi Komunikasi siswa penyandang tunawicara saat berinteraksi di SLB Al-Fajar Pangalengan yaitu ketika melakukan aktivitas saat jam istirahat, situasi menjadi ramai, situasi tersebut akan sama atau bertahan apabila mereka berada di tempat yang lain. Peristiwa Komunikasi, terdapat beberapa komponen yang peneliti uraikan, yaitu melalui kata SPEAKING, yang terdiri dari: setting/scene yaitu diruangan kelas dan di luar kelas, partisipants yaitu guru, orang tua dan siswa, ends yaitu agar siswa dapat memahami interaksi yang berlangsung, act sequence yaitu berisi pembelajaran dan pengalaman diri dari siswa, keys yaitu perilaku yang lemah lembut dan penuh kesabaran, insturmentalities yaitu menggunakan bahasa tubuh yang sederhana, norms of interaction yaitu sekolah mengajarkan norma yang berlaku di masyarakat dan sekolah, genre yaitu komunikasi antar pribadi. Tindakan Komunikasi, secara umum siswa penyandang tunawicara cenderung menggunakan komunikasi non verbal dibandingkan komunikasi verbal ketika melakukan interaksi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Aktivitas Komunikasi Penyandang Tunawicara ketika berinteraksi di sekolahnya yang diteliti melalui situasi komunikasi, peristiwa komunikasi dan tindakan komunikasi, ternyata penggunaan komunikasi dalam berbagai aktivitas rutin dan khusus dari proses interaksi yang pada akhirnya menjadi kebiasaan, dapat mempengaruhi kemajuan perkembangan komunikasi siswa penyandang tunawicara. Saran dari penelitian ini adalah SLB Al-Fajar Pangalengan bekerja sama dengan pemerintah melakukan sosialisasi mengenai penyandang tunawicara, agar memudahkan siswa penyandang tunawicara di terima oleh masyarakat

Description Alternative :

This research intended to describe the Communication Activity of sufferer speech impaired at SLB Al-Fajar Pangalengan. To describe the focus of the study, this researcher divided it into several micro-problem sections such as communicative situations, communicative events, and communicative actions sufferer speech impaired at SLB Al-Fajar Pangalengan. The Method used in this research was qualitative tradition of communication ethnography with symbolic interaction supporting theory. The sample of this research were 4 informants by using purposive sampling. The data collection technique used in this research was deep interview, observation, documentation, internet searching and literature study. The triangulation technique was used in persistent observation, testing the validity of the data and, membercheck. The Result of the study shows that the communication situation of sufferer speech impaired in interacting at SLB Al-Fajar Pangalengan when activity at the break into a crowded situation, the situation will be the same or survive if they are in a different place. Communication events, to analyze the communication events of quadriplegic students in interacting with their school environment, there were several components which described by the researcher, namely SPEAKING, such as: setting/scene is in the classroom and on out classroom, participants the teacher, parent, and students, the ends student have a understanding the interactions, act sequence that content the learning and the student experience, the emotional tone keys used gentle and patience, instrumentalities using body language with simple language, norm of interaction school teach the student norm prevailing in society and school, genre that kind of personal communication. Generally, the communication action of sufferer speech impaired students tend to use non verbal language than verbal language in interacting. The conclusion of this research shows that the communication activity of sufferer speech impaired students with interact in school through the communication situation, communication events and communication action turned out to use communication in a variety of routine and special activities of the process interactions that ultimately becomes a habit, it can affect the progress of the development of the sufferer speech impaired student communication, The suggestion of this research is extraordinary Al-Fajar Pangalengan cooperate with government to socialize about sufferer speech impaired, should always keep understanding of the public about persons with sufferer speech impaired.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id