Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Sospol > Ilmu_Komunikasi > 2015

Pola Komunikasi Antar Budaya Mahasiswa Keturunan Tionghoa Dengan Mahasiswa Suku Sunda Di Universitas Parahyangan Bandung.

2015
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2015-12-08 10:25:57
By : Indra Firman Maulana NIM. 41811067, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2015-12-08, with 13 files

Keyword : pola komunikasi, keturunan tionghoa, suku sunda, proses komunikasi, hambatan komunikasi
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi antarbudaya yang terbentuk dari para mahasiswa keturunan tionghoa dengan mahasiswa suku sunda di Universitas Parahyangan Bandung. Untuk menjabarkan fokus penelitian, maka peneliti membagi ke dalam beberapa sub-sub masalah mikro yaitu proses komunikasi, hambatan komunikasi mahasiswa keturunan tionghoa dengan mahasiswa suku sunda di Universitas Parahyangan Bandung. Metode Penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, studi pustaka dan Internet searching. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa keturunan tionghoa dengan mahasiswa suku sunda di Universitas Parahyangan Bandung. Informan penelitian berjumlah 4 orang, yang berasal dari mahasiswa keturunan tionghoa 2 orang (pria/wanita) dan mahasiswa suku sunda 2 orang (pria/wanita). Hasil penelitian menunjukan bahwa proses komunikasi primer yang dilakukan oleh mahasiswa keturunan tionghoa dan mahasiswa suku sunda secara langsung menggunakan pesan verbal (bahasa Indonesia dan bahasa sunda) dan nonverbal (ekspresi wajah yang terlihat heran, kontak mata, dan gerak isyarat) ketika mereka berkomunikasi. Sedangkan proses komunikasi sekunder yaitu proses komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa keturunan tionghoa dan mahasiswa suku sunda dengan menggunakan media seperti Hp, email dan media sosial. Hambatan komunikasi yang dialami yaitu hambatan semantik dan hambatan psikologis. Hambatan semantik yang terjadi salah pengucapan bahasa Indonesia gaul dan Sunda, salah penafsiran/mengartikan dari bahasa sunda kasar dan bahasa sunda halus. Hambatan psikologis yang dialami yaitu adanya sikap tidak mau kalah, cuek, dan selalu merasa kelompoknya paling benar dan berkomunikasi hanya seperlunya saja dari mahasiswa keturunan tionghoa. Kesimpulan dari penelitian ini, proses komunikasi yang terjadi lebih sering dilingkungan kampus dan membentuk pola komunikasi. Proses komunikasi menggunakan pesan verbal bahasa Indonesia dan Sunda dengan aksen daerah dan pesan nonverbal (ekspresi wajah yang terlihat heran, kontak mata, dan gerak isyarat). Saran yang dapat peneliti berikan, mahasiswa keturunan tionghoa harus siap menerima perbedaan bahasa dan budaya dengan mahasiswa suku sunda, karena dengan begitu mereka dapat dengan mudah melakukan proses komunikasi dan mengurangi hambatan komunikasi dan saling mengenal satu sama lain, saling mengerti dan mendapat satu pengertian bersama.

Description Alternative :

This Research purpose to describe the pattern of Intercultural Communication is made up of students with student chinese descent rate at Parahyangan University Bandung Sundanese. To describe the focus of the study, the researchers divided into several sub-micro problem is the process of communication, communication barriers students with student chinese descent rate at arahyangan University Bandung Sundanese. Methods This thesis is a qualitative research method with a descriptive study. Data were obtained through interviews, observation, documentation, literature and Internet searching. The subjects were students with student chinese descent rate at Parahyangan University Bandung Sundanese. Informants study consists of 4 people, who came from a student offspring tionghoa 2 people (men / women) and students ethnic Sundanese 2 (male / female). The results showed that the primary communication process performed by Sundanese students and chinese students directly using verbal messages (Indonesian and Sundanese language) and nonverbal (facial expressions that look surprisingly, eye contact, and gestures) when they doing communicate. The secondary communication by Sundanese students and Chinese rate by using media such as mobile, email and social media. Communication barriers that semantic barriers and psychological barriers. Semantic barriers went wrong pronunciation of Indonesian slang and Sunda, misinterpretation / deciphering of Sundanese Sundanese rough and smooth. Psychological barriers experienced that attitude is not to be outdone, indifferent, and always felt most right group and communicate just as necessary of chinese descent students. The conclusion of this study is process of communication that occurs more frequently campus environment and establish communication patterns. The process of communication using verbal messages Indonesian and Sundanese with regional accents and nonverbal messages (looks surprised facial expression, eye contact, and gestures). The suggestion that given by researcher is students of Chinese descent should be prepared to accept differences in language and culture with students of ethnic Sundanese, because they can easily make the process of communication and reduce communication barriers and get to know each other, understand each other and get a mutual understanding.

Keywords : pattern of communication, chinese descent, Sundanese ethnic, the process of communication, communication barriers

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id