Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Downnload...

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Desain > Desain_Komunikasi_Visual > 2010

Kampanye Bahaya Penyakit Kista Endometriosis Pada Wanita Karir Usia Produktif

2010
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-09-04 09:21:08
By : Isak Stevenson NIM.51906081, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2010-09-04, with 12 files

Keyword : Kampanye Bahaya Penyakit Kista Endometriosis Pada Wanita
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Di era globalisasi seperti sekarang ini masyarakat di Indonesia dituntut untuk serba cepat diantaranya dalam hal ekonomi, kesehatan, maupun informasi. Tidak sedikit pula wanita yang telah berumah tangga, memilih hanya sebagai ibu rumah tangga saja, akan tetapi banyak juga wanita yang memilih untuk berkarir. Bukan hal yang tak lazim lagi apabila sekarang ini banyak sekali wanita di Indonesia yang telah berkarir dalam bidangnya masing-masing. Tuntutan rutinitas pekerjaan yang begitu padat serta menyita waktu terkadang menjadi alasan banyaknya wanita sekarang ini sulit untuk menjaga kesehatan.

Wanita di zaman sekarang ini bisa dibilang memiliki pola hidup yang kurang baik, seperti tidak rutin berolah raga, tidak mengatur pola makan secara baik, serta mudah stress, semua itu merupakan pola hidup yang tidak sehat dan bisa memancing penyakit untuk menyerang kesehatan tubuh setiap wanita di masa kini. Ada sebuah penyakit yang terbilang cukup menarik untuk diketahui setiap wanita khususnya yang berusia produktif di Indonesia sekarang ini yakni penyakit kista. Kista memiliki banyak jenis, diantaranya adalah kista folikel, kista korpus luteum, kista denoma, kista dermoid, kista hemorrhage, kista lutein, kista polikistik ovarium, kista coklat (endometriosis).

Pada dasarnya kista dimiliki setiap manusia, baik pria maupun wanita, akan tetapi kista yang ada di dalam tubuh pria tidak berpotensi untuk menjadi sebuah penyakit. Sedangkan pada wanita kista berpotensi menjadi penyakit yang berbahaya apabila mulai aktif di dalam tubuh wanita. Tingkat keganasannya ditentukan pada jenisnya setelah melakukan proses pendeteksian oleh dokter yang menangani masalah kista.

Penyakit ini terbilang cukup unik dan mengundang perhatian, tidak sedikit juga wanita di Indonesia yang mengenal penyakit ini, akan tetapi tidak sedikit pula wanita yang terkesan acuh tak acuh dalam menanggulangi atau menyikapi penyakit ini, hal ini juga terjadi karena sumber maupun informasi yang ada mengenai penyakit kista masih terasa kurang, sehingga mungkin menyebabkan wanita di Indonesia sekarang ini terkesan bereaksi kurang tanggap akan bahayanya penyakit ini hingga akhirnya banyak korban penderita kista endometriosis ini bertambah setiap tahunnya, ini terbukti melalui peningkatan penderita penyakit ini setiap tahunnya (Nasdaldy, 2009).

Dari sekian banyak jenis penyakit kista, kista coklat (endometriosis) begitu menarik perhatian untuk diteliti dan di informasikan kepada masyarakat, terutama untuk wanita di Indonesia yang setiap tahunnya bertambah banyak penderitanya. Menurut data hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo terdata pada tahun 2008 terdapat 428 kasus penderita kista endometriosis, 20% diantaranya meninggal dunia dan 65% diantaranya adalah wanita karir yang telah berumah tangga, sedangkan pada tahun 2009 terdata 768 kasus penderita kista endometriosis, dan 25% diantaranya meninggal dunia, dan 70% diantaranya adalah wanita karir yang telah berumah tangga (Nasdaldy, 2009). Kista adalah tumor jinak yang terdapat di organ reproduksi wanita yang paling sering ditemui, bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah. Sedangkan kista endometriosis sendiri adalah suatu penyakit yang lazim menyerang wanita di usia reproduksi, penyakit ini merupakan kelainan ginekologis yang menimbulkan keluhan nyeri haid, nyeri saat senggama, pembesaran ovarium dan infertilitas.

Endometriosis ini disebabkan oleh karena siklus haid yang tidak berjalan dengan baik sehingga darah kotor yang seharusnya terbuang dengan lancar menjadi tersumbat dan menetap didalam rahim wanita tersebut dan menjadi semakin membesar karena terus-menerus tertampung, ini terjadi karena gangguan hormon estrogen dan progesteron didalam tubuh wanita tidak seimbang. Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi seperti jenis kista endometriosis, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya (Nasdaldy, 2009).

Berikut beberapa faktor yang memancing pertumbuhan kista endometriosis terjadi pada wanita karir usia produktif baik yang sudah terkena maupun belum, diantaranya ialah:

•Pola makan yang tidak teratur (sering terlambat makan).

•Asupan gizi yang kurang seperti buah-buahan, sayuran hijau yang mengandung serat tinggi.

•Gangguan Hormon karena tingkat stress yang tinggi.

•Sering mengkonsumsi makanan-makanan cepat saji yang mengandung vetsin (MSG) tinggi.

•Sering minum-minuman berkarbonasi tinggi seperti soft drink.

Menurut Suhandi Iskandar dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading mengatakan bahwa penyakit kista sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebabnya, gangguan penyakit kista ini dan masalah penyakit ini masih terus diteliti. Disamping itu informasi yang ada masih terasa kurang memadai dan mendukung untuk mengurangi serta memberikan informasi kesehatan untuk menanggulangi jumlah penderita kista endometriosis ini.

Copyrights : Copyright � 2001 by Digital library - Perpustakaan Pusat Unikom . Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id