Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Downnload...

Path: Top > Laporan_Kerja_Praktek > Fakultas_Sospol > Ilmu_Komunikasi > 2009

Laporan Praktek Kerja Lapangan Di Sub Bagian Sekretariat Dan Purel (Public Relations) PT. Telkom Kandatel Bandung

2009
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-08-13 10:25:55
By : Lilis Nuraeni NIM.41804109, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2010-08-13, with 7 files

Keyword : peranan humas, sekretariat, purel, telkom kandatel bandung
Url : http://alumni unikom.ac.id

PT. TELKOM Indonesia, Tbk adalah perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas sebagai perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunikasi (infoCom) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini mempunyai sejarah yang cukup panjang sebelum menjadi perusahaan seperti sekarang ini. Sejarah PT. TELKOM Indonesia dimulai sejak zaman penjajahan Belanda pada akhir abad-19.

Pada tanggal 27 September 1945, sekelompok pemuda tergabung dalam Angkatan Muda PTT (AMPTT) merebut kekuasaan Dinas PTT dari tangan Jepang. Peristiwa yang terjadi di Bandung inilah ditetapkan sebagai hari Jakarta, mengakibatkan Presiden dan Wakil Presiden pindah ke Yogyakarta sama halnya dengan pimpinan PTT (Post Telefondiens) yang pada waktu itu Soeharto (Kepala) dan R. Dijar (Wakil Kepala) Konfrensi Meja Bundar, tanggal 29 Desember 1949 memberikan dampak pula pada jawatan PTT. Kemudian pada tanggal 7 Februari 1950, terbentuklah jawatan PT-RIS yang menyatakan seluruh PTT Indonesia dipimpin oleh bangsa Indonesia sendiri.

Tahun 1956, jawatan PTT mengadakan konferensi dinas di Bandung, di mana untuk yang pertama kalinya disarankan secara resmi oleh Dirjen PTT mengenai status jawatan. Jawatan PTT adalah suatu perusahaan Negara yang berasal dari I.B.W (Insident Bedijven Went) yang modalnya hanya berasal dari satu sumber, yaitu Negara pada tahun1960. Selanjutnya Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang No. 19 Tahun 1960 tentang Persyaratan sebuah Perusahaan Negara (PN) jawatan PTT dan dengan Perpu No. 240 Tahun 1961, berubah menjadi PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi. Lapangan usaha PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi ternyata berkembang pesat, maka berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 1965 terjadi pemecahan antara PN Pos dan Giro dan PN Telekomunikasi.

Berdasarkan SK Mentri Perhubungan No. 129/U/1970 pada tanggal 28 April 1970 PN Telekomunikasi disingkat menjadi Perumtel (Perusahaan Umum Telekomunikasi) dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1974 yang menetapkan sebagai pengelola Telekomunikasi untuk umum dan dalam negeri dan luar negeri.

Untuk meningkatkan pelayanan jasa Telekomunikasi untuk umum dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1974 menetapkan Perumtel sebagai badan usaha yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan Telekomunikasi umum dalam negeri dan PT. Indosat sebagai badan usaha yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan Telekomunikasi Internasional.

Dengan ditetapkan Undang-undang No. 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, maka usaha penyelenggaraan Telekomunikasi di Indonesia mendapat angin segar dalam pengembangan dan pembangunan usahanya. Dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha jasa Telekomunikasi dengan Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 1991 Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) berubah menjadi PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero), yang selanjutnya disebut PT. TELKOM dengan akta No. 128 Tanggal 24 September 1991 bertempat di Deparpostel Jl. Kebon Sirih No. 36 Jakarta Pusat, yang ditandatangani oleh Pos dan Telekomunikasi (Memparpostel) Soesilo Sudarman yang bertindak selaku kuasa dari Mentri Keuangan sebagai pemegang saham.

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang industri Telekomuniasi bertaraf nasional, PT. TELKOM tentu tidaklah mampu bila dalam hal ini mengurus segala pengaturan dan ruang lingkup kerja lainnya hanya mengandalkan kantor pusat. Oleh karena itu, ruang lingkup PT. TELKOM dibagi kedalam tujuh Divisi Regional (DIVRE) yang kantor perwakilannya ditempatkan di kota-kota besar. Ketujuh Divisi Regional tersebut adalah : Sumatera (Medan), DKI Jakarta (Jakarta), Jawa Barat-Banten (Bandung), Jawa Tengah-Jogyakarta (Semarang), Jawa Timur (Surabaya), Kalimantan (Balikpapan), Sulawesi – Maluku – Ujung Pandang – Nusa Tenggara – Irian Jaya – Bali (Denpasar).

Kemudian setiap Divisi Regional itu dibagi kembali menjadi Kantor Daerah Telekomunikasi (Kandatel) yang kantor perwakilannya ditunjuk berdasarkan ukuran luas daerah dan populasinya. Salah satunya adalah Kandatel Bandung.

Kandatel Bandung adalah unit organisasi baru yang dibentuk pada tahun 1991 dan merupakan gabungan dari unit sebelumnya yang sudah ada yaitu terdiri dari lima Unit Pelaksanaan Teknis (UPT). Kelima komunikasi yang dimaksud meliput : Kantor Daerah Telepon (Kandapan), Kantor Daerah Telegraf dan telex (Kandatex), Stasiun Bumi Besar (SBB), Stasiun Transmisi Teresterial (SENTRA Teresterial) dan Kantor Interlokal (KIN).

Copyrights : Copyright � 2001 by Digital library - Perpustakaan Pusat Unikom . Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id