Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Desain > Desain_Komunikasi_Visual > 2010

Perancangan Kampanye Pengawasan Orang Tua Terhadap Perilaku Anak Dalam Menonton Tayangan Telivisi

2010
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-09-01 09:06:13
By : Luthfan Hadi Rameydhian NIM.51906231, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2010-09-01, with 20 files

Keyword : Perancangan Kampanye Pengawasan Orang Tua Terhadap Perilaku Anak
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Siaran televisi saat ini telah menjadi suatu kekuatan yang sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Televisi sebagai media massa memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan media lain di dalam penyampaian pesannya. Salah satu kelebihan televisi yaitu paling lengkap dalam hal menyajikan unsur-unsur pesan bagi khalayak pemirsa, karena dilengkapi dengan gambar dan suara sehingga terasa lebih hidup dan dapat menjangkau ruang lingkup yang sangat luas.
Pihak-pihak televisi menganggap semakin banyaknya stasiun TV tentunya akan memunculkan persaingan dan situasi yang kompetitif antar media elektronik untuk dapat merebut perhatian pemirsa dengan cara menyuguhkan acara-acara yang diperhitungkan akan disenangi oleh pemirsa. Untuk dapat menarik perhatian khalayak, paket acara yang ditawarkan dikemas semenarik mungkin. Berbagai paket acara yang disajikan diproduksi dengan memperhatikan unsur informasi, pendidikan serta hiburan. Namun, ketatnya persaingan justru menggeser paradigma pihak pengelola stasiun untuk menyajikan program acara yang sehat. Program sering muncul di layar kaca justru kurang memperhatikan unsur informasi, pendidikan, sosial budaya bahkan etika dan norma masyarakat.
Sebuah pusat kajian psikologi dan fisiologi di New Zealand memaparkan bahwa lebih dari 60% kondisi menyedihkan disebabkan oleh media massa seperti televisi yang menyebarkan hal-hal negatif, kekerasan, seksualitas, dan pelanggaran tata nilai. Pengaruh berbahaya ini ikut memperkaya proses pembentukan pikiran setiap orang sehingga menjadi semakin kuat dan mendalam dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, data hasil sebuah penelitian mengenai fakta tentang pertelevisian Indonesia menyebutkan bahwa, pada tahun 2002 jam tonton televisi anak-anak 30-35 jam/hari atau 1.560 – 1.820 jam/tahun, sedangkan jam belajar SD umumnya kurang dari 1.000jam/tahun. 85% acara televisi tidak aman untuk anak, karena banyak mengandung adegan kekerasa, seks dan mistis yang berlebihan dan terbuka.
Salah satu tayangan acara televisi yang menjadi fenomenal saat ini adalah reality show. Reality show adalah suatu acara yang menampilkan realitas kehidupan seseorang yang bukan selebriti (orang awam), lalu disiarkan melalui media televisi sehingga bisa dilihat oleh masyarakat. Reality show tidak sekedar mengekspose kehidupan orang, tetapi juga menjadi ajang kompetisi bahkan menjahili orang (Widyaningrum dan Christiastuti, 2004).
Dilihat dari pengertian tentang reality show diatas dapat disimpulkan bahwa tayangan reality show merupakan tayangan yang menampilkan kehidupan masyarakat secara nyata tanpa adanya rekayasa. Namun, terjadi penyimpangan mengenai pengertian tersebut. Banyak tayangan berlabel reality show membuat cerita seakan dibuat-buat, penuh rekayasa dan hanya mengejar rating semata, tanpa mengutamakan pesan yang akan diterima masyarakat dari tayangan tersebut. Ini menjadi fenomena yang menarik, beberapa tayangan bergenre reality show di Indonesia saling berlomba mengambil simpati masyarakat demi keuntungan semata tanpa memikirkan dampak dari tayangan tersebut.
Sebagian dari acara reality show menampilkan adegan-adegan yang keluar dari tata nilai sebenarnya dan kearah negatif, seperti penggunaan kata-kata kasar, adegan yang mengandung kekerasan, dan tindakan diluar aspek normatif. Ini terbukti dengan banyaknya kritik serta saran dari masyarakat yang diterima oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap tayangan yang tidak layak ditonton oleh masyarakat. Rata-rata pelanggaran tersebut berasal dari acara reality show. Apabila tayangan seperti ini terus-menerus dikonsumsi oleh masyarakat, maka akan berdampak buruk pada sikap yang diperoleh masyarakat. Sehingga akan berpengaruh cepat pada aspek kognitif, yang meliputi pengetahuan akan suatu tayangan, aspek afektif meliputi perasaan atau emosi akan tayangan yang ditonton, bahkan aspek behavioral yang meliputi tindakan untuk meniru adegan dari tayangan tersebut.
Karena gencarnya tayangan reality show dapat menimbulkan kekhawatiran akan terbentuknya persepsi dan sikap atau karakter negatif yang kuat pada masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan suatu tindakan persuasif kepada masyarakat untuk lebih memilih dan memilah setiap tayangan acara televisi khususnya reality show yang layak dan bermanfaat untuk ditonton baik bagi pribadi maupun orang lain.

Copyrights : Copyright � 2001 by Digital library - Perpustakaan Pusat Unikom . Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id