Path: Top > D3_Tugas_Akhir > Keuangan_Perbankan > 2010

Analisis Variansi Antara Anggaran Pemberian Kredit Dan Realisasi Pemberian Kredit Pada Koperasi Pegawai RI RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

2010
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2011-08-09 08:26:26
By : Nopy Suprapti NIM.21507040, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2010-08-23, with 14 files

Keyword : Analisis Variansi,Realisasi Pemberian Kredit,anggaran Pemberian Kredit
Url : http://alumni unikom.ac.id

Koperasi merupakan salah satu bentuk organisasi ekonomi yang sedang



mendapatkan perhatian pemerintah. Koperasi merupakan organisasi yang berbadan



hukum. Pembangunan koperasi di Indonesia merupakan bagian dari usaha



pembangunan nasional secara keseluruhan. Koperasi harus dibangun untuk



menciptakan usaha dan pelayanan dalam menciptakan azas kekeluargaan. Usaha



koperasi adalah usaha yang sesuai dengan demokrasi ekonomi, karena didalam



demokrasi ekonomi terdapat unsur-unsur usaha koperasi.



Koperasi mengandung makna ‘kerja sama’. Koperasi (cooperative) bersumber



dari kata cooperation yang artinya kerja sama. Definisi koperasi menurut UU No.25 /



1992 tentang perkoperasian adalah “Koperasi adalah badan usaha yang



beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan



kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat,



yang berdasarkan atas azas kekeluargaan”. Secara umum yang disebut koperasi



adalah suatu badan usaha bersama yang bergerak dibidang perekonomian,



beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi atas dasar persamaan hak



2



dan kewajiban melakukan suatu usaha dibidang ekonomi. Koperasi mempunyai



tujuan yang berorientasi pada kebutuhan para anggotanya.



Pertama, koperasi dipandang sebagai lembaga yang menjalankan suatu



kegiatan usaha tertentu, dan kegiatan usaha tersebut diperlukan oleh masyarakat.



Kegiatan usaha dimaksud dapat berupa pelayanan kebutuhan keuangan atau



perkreditan, atau kegiatan pemasaran, atau kegiatan lain. Pada tingkatan ini biasanya



koperasi penyediakan pelayanan kegiatan usaha yang tidak diberikan oleh lembaga



usaha lain atau lembaga usaha lain tidak dapat melaksanakannya akibat adanya



hambatan peraturan. Peran koperasi ini juga terjadi jika pelanggan memang tidak



memiliki aksesibilitas pada pelayanan dari bentuk lembaga lain. Hal ini dapat dilihat



pada peran beberapa Koperasi Kredit dalam penyediaan dana yang relatif mudah bagi



anggotanya dibandingkan dengan prosedur yang harus ditempuh untuk memperoleh



dana dari bank. Juga dapat dilihat pada beberapa daerah yang dimana aspek geografis



menjadi kendala bagi masyarakat untuk menikmati pelayanan dari lembaga selain



koperasi yang berada di wilayahnya.



Kedua, koperasi telah menjadi alternatif bagi lembaga usaha lain. Pada



kondisi ini masyarakat telah merasakan bahwa manfaat dan peran koperasi lebih baik



dibandingkan dengan lembaga lain. Keterlibatan anggota (atau juga bukan anggota)



dengan koperasi adalah karena pertimbangan rasional yang melihat koperasi mampu



memberikan pelayanan yang lebih baik. Koperasi yang telah berada pada kondisi ini



3



dinilai berada pada ‘tingkat’ yang lebih tinggi dilihat dari perannya bagi masyarakat.



Beberapa KUD untuk beberapa kegiatan usaha tertentu diidentifikasikan mampu



memberi manfaat dan peran yang memang lebih baik dibandingkan dengan lembaga



usaha lain, demikian pula dengan Koperasi Kredit.



Ketiga, koperasi menjadi organisasi yang dimiliki oleh anggotanya. Rasa



memilki ini dinilai telah menjadi faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu



bertahan pada berbagai kondisi sulit, yaitu dengan mengandalkan loyalitas anggota



dan kesediaan anggota untuk bersama-sama koperasi menghadapi kesulitan tersebut.



Sebagai ilustrasi, saat kondisi perbankan menjadi tidak menentu dengan tingkat



bunga yang sangat tinggi, loyalitas anggota Kopdit membuat anggota tersebut tidak



memindahkan dana yang ada di koperasi ke bank. Pertimbangannya adalah bahwa



keterkaitan dengan Kopdit telah berjalan lama, telah diketahui kemampuannya



melayani, merupakan organisasi ‘milik’ anggota, dan ketidak-pastian dari dayatarik



bunga bank. Berdasarkan ketiga kondisi diatas, maka wujud peran yang diharapkan



sebenarnya adalah agar koperasi dapat menjadi organisasi milik anggota sekaligus



mampu menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan dengan lembaga lain.



Penulis memilih pandangan yang pertama yaitu koperasi dipandang sebagai



lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu, dan kegiatan usaha tersebut



diperlukan oleh masyarakat. Kegiatan usaha dimaksud dapat berupa pelayanan



kebutuhan keuangan atau perkreditan. Disini penulis akan lebih banyak membahas



4



tentang perkreditan. Koperasi Pegawai RI RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dipilih



sebagai tempat melakukan penelitian karena penulis ingin mengetahui kegiatan yang



dilakukan di Koperasi Pegawai RI RSUP Dr. Hasan Sadikin.



Koperasi Pegawai RI RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung salah satunya



mempunyai kegiatan di bidang perkreditan, kegiatan tersebut meliputi konsultasi



kredit, pendaftaran calon peminjam, mengabulkan, menangguhkan dan atau menolak



permohonan kredit.



Dalam memberikan kredit kepada anggota koperasi, bendahara koperasi



memperhatikan hal-hal seperti jenis pinjaman yang harus diberikan, jenis pinjaman



yang diperbolehkan untuk masing-masing jenis pinjaman, jumlah maksimal yang



dapat dipinjamkan, dan jumlah bunga pinjaman dan cara perhitungannya. Tujuan dari



adanya perkreditan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat atau untuk



mengembangkan usaha yang sedang dijalani masyarakat banyak dan juga untuk



mendapatkan pendapatan. Oleh karena itu, Koperasi Pegawai RI RSUP Dr. Hasan



Sadikin Bandung berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh pendapatan yang



diharapkan dengan menggunakan segala sumber yang ada dalam perusahaan seefisien



mungkin.



5



Koperasi Pegawai RI RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung khususnya pada



bidang kredit. Koperasi didalam memberikan kredit, tentunya untuk mencapai tujuan



yang diinginkan diperlukan adanya perencanaan yang matang terhadap sumber daya



yang tersedia agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan adanya kondisi



tersebut diperlukan adanya suatu perangkat yang dapat membantu untuk



melaksanakan tujuannya. Salah satunya adalah dengan anggaran, karena anggaran



dapat berfungsi sekaligus menyusun perencanaan dengan baik sehingga kegiatan pun



akan berjalan dengan semestinya (pelaksanaan yang nyata) atau yang biasa disebut



dengan realisasi.



Dengan demikian, penulis ingin memberikan gambaran tentang anggaran



pemberian kredit dan realisasi pemberian kredit dari tahun 2004-2009, karena jika



melihat dari hasil anggaran pemberian kredit dan realisasi pemberian kredit dapat



menunjukkan bagaimana tingkat perbandingannya apakah dari tahun ke tahun ada



peningkatan atau sebaliknya. Sehingga perkembangan anggaran pemberian kredit dan



realisasi pemberian kredit dapat dianalisa setiap tahunnya diajukan kepada Rapat



Anggota agar dapat dibahas dengan baik, agar keberhasilan dari koperasipun dapat



dirasakan khususnya bagi para anggota, Pengurus dan karyawan Koperasi Pegawai



RI RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.



6



Berikut ini akan diuraikan anggaran pemberian kredit dan realisasi pemberian



kredit pada Koperasi Pegawai RI RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode tahun



2004-2009 :



Tabel 1.1



Anggaran Pemberian Kredit dan Realisasi Pemberian Kredit pada Koperasi



Pegawai RI RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung



Periode Tahun 2004-2009



Tahun



Anggaran Pemberian



Kredit



Realisasi Pemberian



Kredit



Penyimpangan



(Rp)



2004 6.772.668.600 6.206.269.600 (566.399.000)



2005 7.395.715.000 7.067.078.900 (328.636.100)



2006 9.452.305.000 9.127.653.000 (324.652.000)



2007 13.202.084.000 11.119.823.817 (2.082.260.190)



2008 25.695.282.000 20.349.545.900 (5.345.736.100)



2009 23.447.796.600 24.258.347.000 810.550.400



Sumber : Data yang telah diolah



Untuk lebih jelas mengenai penyimpangan anggaran pemberian kredit



dan realisaisi pemberian kredit, maka dapat dilihat dari garfik dibawah ini :



7



Anggaran dan Realisasi Pemberian Kredit pada Koperasi



Pegawai RI RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung



Periode Tahun 2004-2009



0



5000000000



10000000000



15000000000



20000000000



25000000000



30000000000



Jumlah Kredit



2004 2005 2006 2007 2008 2009



Tahun



Anggaran



Realisasi



Sumber : Data yang telah diolah



Grafik 1.1



Penyimpangan Anggaran Pemberian Kredit



dan Realisasi Pemberian Kredit



Pada tahun 2004 terdapat penyimpangan antara anggaran pemberian kredit



dan realisasi pemberian kredit sebesar Rp 566.399.000, kemudian pada tahun 2005



mengalami penurunan sebesar Rp 328.636.100, kemudian pada tahun 2006



mengalami penurunan kembali sebesar Rp324.652.000. Pada tahun 2007 terjadi



peningkatan penyimpangan sebesar Rp 2.082.260.190, kemudian pada tahun 2008



terjadi peningkatan kembali sebesar Rp 5.345.736.100 dan penyimpangan terbanyak



terjadi pada tahun ini. Dan pada tahun 2009 sebesar Rp 810.550.400, pada tahun ini



tidak terjadi adanya penyimpangan.



Pada tabel diatas pada tahun 2004-2008 dana anggaran pemberian kredit lebih



besar daripada realisasi pemberian kredit. Hal tersebut mengakibatkan dana yang



digunakan untuk pemberian kredit kepada anggota koperasi menganggur.



8



Dengan demikian anggaran pemberian kredit dan realisasi pemberian kredit



dimana analisanya setiap tahun diajukan kepada Rapat Anggota dapat dibahas dan



disyahkan secara baik, sekaligus mutu dan keberhasilan akan dirasakan secara



bersama-sama.



Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian



dengan judul : “Analisis Variansi antara Anggaran Pemberian Kredit dan



Realisasi Pemberian Kredit pada Koperasi Pegawai RI RSUP Dr. Hasan



Sadikin Bandung”.

Copyrights : Copyright � 2001 by Digital library - Perpustakaan Pusat Unikom . Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id