Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Sospol > Ilmu_Komunikasi > 2013

Komunikasi Adaptasi dalam Pernikahan Beda Suku (Studi Etnografi Komunikasi Adaptasi dalam Pernikahan Suku Sunda dengan Suku Minangkabau di Kota Cimahi)

2013
Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2013-10-22 09:06:17
By : Rina Fikriza; NIM. 41809126, Perpustakaan UNIKOM (Rina_aiin@yahoo.co.id Motto)
Created : 2013-10-22, with 11 files

Keyword : Komunikasi Adaptasi, Etnografi Komunikasi, Pernikahan Beda Suku
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan mengenai komunikasi adaptasi dalam pernikahan Suku Sunda dengan Suku Minangkabau ditinjau dari pendakatan aktifitas komunikasi dan mengatahui situasi komunikasi, peristiwa komunikasi dan tindakan komunikasi yang dilakukan pernikahan beda suku dari suku Sunda dengan suku Minangkabau.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dengan desain studi etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Wawancara Mendalam, Observasi/Pengamatan berperan-serta, Studi Kepustakaan, dan Internet Searching. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan informan dengan pertimbangan tertentu. Teknik analisa data yang digunakan yaitu dengan Data collection, Data reduction, Data display, dan Data Conclusion verification. Sedangkan untuk menguji keabsahan data digunakan Triangulasi data dan Member Check.Hasil dari penelitian adalah bahwa pernikahan antar suku (intercultural marriage) adalah pernikahan yang terjadi antara pasangan yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Budaya menjadi suatu aspek yang penting dalam pernikahan, dimana pasangan tersebut tentu memiliki nilai-nilai budaya yang dianut, menurut keyakinan dan kebiasaan, serta adat istiadat dan gaya hidup budaya. Situasi komunikatif suku yang berbeda bertemu dan memerlukan penyesuaian komunikasi karena situasi kultural yang berbeda. Jadi rasa toleransi diperlukan disini untuk menjaga komunikasi terjalin dengan baik. pertistiwa disini mengarah ke arah yang berkaitan dengan perbedaan kultur dalam segi upacara keadatan dan simbol dalam pernikahan suku tersebut. Tindakan komunikasi ini ditujukan untuk menjaga agar suatu pernikahan beda suku menjadi hal yang dapat diterima masyarakat tanpa menjelekkan satu sama lain atau dapat menghilangkan sikap steorotip antar suku.Simpulan dari penelitian ini adalah data yang dilakukan menunjukkan bahwa pasangan beda suku memiliki penyesuaian diri yang cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari keharmonisan rumah tangga subjek dan pasangan serta adanya kecocokan dan persamaan minat diantara mereka. Proses komunikasi adaptasi pernikahan dua suku yang berbeda dan menjalin hubungan yang cukup erat maka mereka akan selalu menyampaikan bahasa-bahasa yang biasa mereka sampaikan dalam sehari-hari tetapi ada kalanya interaksi dilakukan dengan serius yang memiliki muatan atau pengaruh yang positif agar hubungan kedua suku tersebut terjalin dengan baik dan menghasilkan situasi, peristiwa, dan tindakan pengaruh feedback yang positif.


Description Alternative :

This study aims to determine and disclose the communication adaptation in Sundanese wedding with Minangkabau tribe an approach in terms of knowing the situation of communication activities and communications, event communications and communication actions performed marriage of tribal Sundanese with Minangkabau tribe. The method used in this study is to use qualitative research with ethnographic study design. The data was collected by in-depth interviews, observation / observation participate, Library Studies, and Internet Searching. The selection of informants was done by using purposive sampling technique taking informants with particular consideration. Data analysis technique used is the data collection, data reduction, data display, and data verification Conclusion. While the data used to test the validity of the data and triangulated Member Check. Results of the study is that the inter-ethnic marriage (intercultural marriage) is marriage between couples who come from different cultural backgrounds. Culture became an important aspect of the wedding, where the couple would have cultural values espoused, according to the beliefs and customs, as well as customs and lifestyle culture. Communicative situation different tribes met and require adjustment of communication because of different cultural situations. So tolerance is needed here to keep the communication established. pertistiwa here refers to a direction with regard to cultural differences in terms of keadatan ceremonies and symbols in the marriage rate. Communication action is intended to ensure that a tribal marriage an issue that can be accepted by society without vilifying one another or can eliminate steorotip attitudes among tribes.Conclusions from this research is that the data do suggest that different couples have a rate adjustment is pretty good. It can be seen from the subject of domestic harmony and family and lack of compatibility and common interests between them. Marriage rate adjustment can work well although there are cultural differences between them because of the common ground between Sundanese and Minangkabau culture is equally promote mutual understanding and respect for each other.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id