Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Downnload...

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Desain > Desain_Komunikasi_Visual > 2006

Promosi Seni Tari Tradisional Indonesia




Pada Yayasan Budaya Ayodya Pala

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-11-02 14:22:12
By : Denta Mandra Pradipta B; NIM 51902060, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Desain.
Created : 2006-09-13, with 5 files

Keyword : PROMOSI SENI TARI TRADISIONAL.
Url : http://

Budaya di Indonesia sangat beragam, dari ribuan pulau yang ada di nusantara banyak sekali khasanah budaya yang tidak ternilai dan dengan bangga kita akan berdecak kagum atas keanekaragaman budaya tersebut. Akan tetapi perkembangannya sangat mengkhawatirkan jika dilihat dari perkembangan jaman yang sarat akan informasi dan teknologi yang menjadikan budaya asing sangat mudah untuk beradaptasi dengan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda.




Peranan Promosi mungkin seringkali dilupakan oleh semua orang, tidak hanya pada bidang seni budaya khususnya Tari Tradisional Indonesia tetapi disemua bidang, dengan ide-ide yang disebut “kreatifitas” maka itu dapat digunakan sebagai iklan yang digunakan untuk memperkenalkan seni dan budaya yang ada di Indonesia. Bila dilihat dari segi estetikanya maka salah satu yang popular di masyarakat awam mengenai budaya itu adalah Seni Tari Tradisional, karena dewasa ini perkembangannya sangat mengkhawatirkan. Dengan demikian, peluang bidang tersebut masih tetap belum menjanjikan masa depan yang cerah.




Oleh karena itu tari tradisional merupakan barometer perkembangan seni dan budaya daerah dan mengkaji serta mempelajari kebudayaan dan tradisi nusantara, dan itu merupakan aset terbesar dari kekayaan sebuah kota. Tentu saja ini bukan menjadi jaminan apabila tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai sebagai ruang dan tempat untuk mewujudkan harapan tersebut diatas, dan semua orang harus ikut berperan sebagai upaya memperkenalkan identitas kotanya melalui seni tari tradisional.




Tari adalah ungkapan perasaan manusia yang dituangkan lewat gerak-gerak indah. Dari definisi yang sangat sederhana ini sudah dapat diketahui bahwa tari adalah sebuah cabang seni yang mengandung dua faktor dasar yaitu ruang dan waktu. Sekaligus dapat diketahui pula bahwa hakekat daripada seni tari adalah gerak.




Seni tari sudah dikenal sejak dahulu kala baik yang digelarkan pada upacara-upacara adat maupun pada acara yang bersifat hiburan belaka. Jenis tari tradisional merupakan tarian yang sudah berlaku sejak masa lampau dan hanya dipakai pada setiap upacara adat lama. Tarian ini biasanya hanya digunakan melalui pagelaran pada saat dilakukan upacara pengambilan gelar adat, pergantian pemimpin adat, perkawinan adat maupun menyambut tamu agung




Situasi tari di Indonesia sangat terkait dengan perkembangan kehidupan masyarakatnya, baik ditinjau dari struktur etnik maupun dalam lingkup negara kesatuan. Jika ditinjau sekilas perkembangan Indonesia sebagai negara kesatuan, maka perkembangan tersebut tidak terlepas dari latar belakang keadaan masyarakat Indonesia pada masa lalu.




Menurut Soedarsono (1977), salah seorang budayawan dan peneliti seni pertunjukan Indonesia, menjelaskan bahwa secara garis besar perkembangan seni tari tradisional Indonesia sangat dipengaruhi oleh adanya kontak dengan budaya besar dari luar [asing]". Berdasarkan pendapat Soedarsono itu, maka perkembangan seni tari tradisional Indonesia secara garis besar terbagi atas periode masa pra pengaruh asing dan masa pengaruh asing. Namun apabila ditinjau dari perkembangan masyarakat Indonesia hingga saat ini, maka masyarakat sekarang merupakan masyarakat Indonesia dalam lingkup negara kesatuan. Tentu saja masing-masing periode telah menampilkan budaya yang berbeda bagi seni pertunjukan, karena kehidupan kesenian sangat tergantung pada masyarakat pendukungnya




Dalam perkembangan lebih lanjut, dampak komunikasi visual (promosi) selalu muncul pada dua sisi ambiguitas: keping pertama, sukses pemasaran, sedangkan keping kedua dampak sosial budaya. Munculnya dampak sosial budaya memang sering tidak dipertimbangkan, mengingat peran promosi hanya sekadar "figuran" yang berfungsi mendukung program pemasaran sebuah budaya.




Terhadap fenomena semacam itu seyogianya program promosi budaya juga mempertimbangkan sekaligus mengantisipasi dampak sosial budaya yang mungkin timbul, sebab kebutuhan akan kualitas hidup yang lebih baik banyak dipicu oleh makin terbukanya komunikasi antar-budaya. Ini menyebabkan masyarakat di suatu wilayah tidak dapat dihambat lagi untuk menerima nilai-nilai yang berbeda dari sistem yang mereka kenal selama ini.




Gesekan silang budaya ini kemudian membelalakkan jagat baru bagi mereka, yang pada akhirnya akan merangsang mereka melakukan adaptasi, akulturasi dan adopsi terhadap nilai-nilai seni pada dunia baru tersebut.




Memang sulit mencapai keselarasan antara dampak sosial dan komersial. Peran yang bagus dari sisi promosi, mungkin menimbulkan dampak seni yang negatif. Sebaliknya, promosi yang berdampak seni positif, mungkin bisa jadi promosi tersebut mandul dari segi pemasaran. Maka oleh karena itu promosi yang berhasil memadukan kepentingan komersial dan dampak seni, diharapkan mampu melestarikan kehidupan seni itu sendiri, dalam jangka waktu yang panjang.




Banyak pada saat ini kesenian tradisional yang tidak memahami akan hal tersebut, mungkin karena SDM yang belum mengenal apa itu promosi dan manajemen, atau karena sikap acuh yang tidak ingin kesenian tersebut di barengi dengan budaya modern. Alhasil kesenian atau budaya tradisional yang merupakan warisan dari nenek moyang akan tenggelam didalam arus globalisasi dunia yang berarti akan menghilangnya seni dan budaya tersebut.




Di Ayodya Pala terdapat lima jenis seni yang di latih antara lain seni tari, seni musik, seni teater, modeling, dan seni karawitan. Dari kelima jenis seni tersebut yang paling mengkhawatirkan adalah seni tari tradisional dimana dari 1.200 murid yang tersebar di 22 cabang posisinya ada diurutan ke 4 dengan persentase 35 % (420 orang) untuk seni musik, 25 % (300 orang) modeling, 20 % (240 orang) untuk seni teater, 15 % (180 orang) untuk seni tari tradisional, dan 5 % (60 orang)untuk seni karawitan. Dengan jumlah yang stagnan per tahunnya. Bahkan untuk seni tari tradisional jumlah muridnya hanya bertambah 10 – 20 orang saja per semesternya selama tiga tahun kebelakang berarti prosentasenya hanya 1 – 2 % saja yang bertambah di bidang seni tari tradisional, berbeda dengan tiga urutan seni teratas yang pertumbuhannya bisa bertambah antara 5 – 10 % Itulah fenomena yang ada di Ayodya Pala pada tiga tahun terakhir ini.




Promosi adalah suatu usaha untuk memperkenalkan suatu produk/jasa kepada masyarakat/konsumen dengan tujuan memasarkan atau menjual. Dimana periklanan merupakan salah satu tahapan dalam strategi pemasaran yang memegang peranan yang sangat penting dan vital.




Promosi merupakan bagian dari kehidupan industri moderen, dan umumnya hanya bisa ditemukan di Negara-negara maju atau Negara-negara yang perekonomiannya tengah berkembang pesat. Kebutuhan akan adanya periklanan berkembang seiring dengan ekspansi penduduk dan pertumbuhan kota yang dipenuhi oleh banyak toko, restoran dan pusat pusat perdagangan besar. Selain itu perkembangan periklanan juga sangat di pengaruhi dengan perkembangan media seperti Koran, majalah, media elektronik, dll.




Promosi adalah sebuah bentuk komunikasi pemasaran, dimana dalam periklanan harus lebih dari sekedar memberikan informasi kepada masyarakat namun harus dapat membujuk masyarakat agar berperilaku sedemikian rupa sesuai dengan strategi pemasaran perusahaan agar dapat memperkenalkan Seni dan Budaya yang dimiliki .




Beragam jenis seni tari tradisional Indonesia yang diberikan di Ayodya Pala dari seluruh nusantara kurang dipromosikan dalam setiap unit kegiatan dan event yang ada di dalamnya. Dengan bantuan promosi mudah-mudahan seni dan budaya yang ada tidak akan padam dimakan usia, dan tentu saja harus dibarengi dengan Manajemen, yang sangat berkaitan erat dengan keberadaan seni dan budaya itu sendiri.

Description Alternative :

Budaya di Indonesia sangat beragam, dari ribuan pulau yang ada di nusantara banyak sekali khasanah budaya yang tidak ternilai dan dengan bangga kita akan berdecak kagum atas keanekaragaman budaya tersebut. Akan tetapi perkembangannya sangat mengkhawatirkan jika dilihat dari perkembangan jaman yang sarat akan informasi dan teknologi yang menjadikan budaya asing sangat mudah untuk beradaptasi dengan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda.




Peranan Promosi mungkin seringkali dilupakan oleh semua orang, tidak hanya pada bidang seni budaya khususnya Tari Tradisional Indonesia tetapi disemua bidang, dengan ide-ide yang disebut “kreatifitas” maka itu dapat digunakan sebagai iklan yang digunakan untuk memperkenalkan seni dan budaya yang ada di Indonesia. Bila dilihat dari segi estetikanya maka salah satu yang popular di masyarakat awam mengenai budaya itu adalah Seni Tari Tradisional, karena dewasa ini perkembangannya sangat mengkhawatirkan. Dengan demikian, peluang bidang tersebut masih tetap belum menjanjikan masa depan yang cerah.




Oleh karena itu tari tradisional merupakan barometer perkembangan seni dan budaya daerah dan mengkaji serta mempelajari kebudayaan dan tradisi nusantara, dan itu merupakan aset terbesar dari kekayaan sebuah kota. Tentu saja ini bukan menjadi jaminan apabila tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai sebagai ruang dan tempat untuk mewujudkan harapan tersebut diatas, dan semua orang harus ikut berperan sebagai upaya memperkenalkan identitas kotanya melalui seni tari tradisional.




Tari adalah ungkapan perasaan manusia yang dituangkan lewat gerak-gerak indah. Dari definisi yang sangat sederhana ini sudah dapat diketahui bahwa tari adalah sebuah cabang seni yang mengandung dua faktor dasar yaitu ruang dan waktu. Sekaligus dapat diketahui pula bahwa hakekat daripada seni tari adalah gerak.




Seni tari sudah dikenal sejak dahulu kala baik yang digelarkan pada upacara-upacara adat maupun pada acara yang bersifat hiburan belaka. Jenis tari tradisional merupakan tarian yang sudah berlaku sejak masa lampau dan hanya dipakai pada setiap upacara adat lama. Tarian ini biasanya hanya digunakan melalui pagelaran pada saat dilakukan upacara pengambilan gelar adat, pergantian pemimpin adat, perkawinan adat maupun menyambut tamu agung




Situasi tari di Indonesia sangat terkait dengan perkembangan kehidupan masyarakatnya, baik ditinjau dari struktur etnik maupun dalam lingkup negara kesatuan. Jika ditinjau sekilas perkembangan Indonesia sebagai negara kesatuan, maka perkembangan tersebut tidak terlepas dari latar belakang keadaan masyarakat Indonesia pada masa lalu.




Menurut Soedarsono (1977), salah seorang budayawan dan peneliti seni pertunjukan Indonesia, menjelaskan bahwa secara garis besar perkembangan seni tari tradisional Indonesia sangat dipengaruhi oleh adanya kontak dengan budaya besar dari luar [asing]". Berdasarkan pendapat Soedarsono itu, maka perkembangan seni tari tradisional Indonesia secara garis besar terbagi atas periode masa pra pengaruh asing dan masa pengaruh asing. Namun apabila ditinjau dari perkembangan masyarakat Indonesia hingga saat ini, maka masyarakat sekarang merupakan masyarakat Indonesia dalam lingkup negara kesatuan. Tentu saja masing-masing periode telah menampilkan budaya yang berbeda bagi seni pertunjukan, karena kehidupan kesenian sangat tergantung pada masyarakat pendukungnya




Dalam perkembangan lebih lanjut, dampak komunikasi visual (promosi) selalu muncul pada dua sisi ambiguitas: keping pertama, sukses pemasaran, sedangkan keping kedua dampak sosial budaya. Munculnya dampak sosial budaya memang sering tidak dipertimbangkan, mengingat peran promosi hanya sekadar "figuran" yang berfungsi mendukung program pemasaran sebuah budaya.




Terhadap fenomena semacam itu seyogianya program promosi budaya juga mempertimbangkan sekaligus mengantisipasi dampak sosial budaya yang mungkin timbul, sebab kebutuhan akan kualitas hidup yang lebih baik banyak dipicu oleh makin terbukanya komunikasi antar-budaya. Ini menyebabkan masyarakat di suatu wilayah tidak dapat dihambat lagi untuk menerima nilai-nilai yang berbeda dari sistem yang mereka kenal selama ini.




Gesekan silang budaya ini kemudian membelalakkan jagat baru bagi mereka, yang pada akhirnya akan merangsang mereka melakukan adaptasi, akulturasi dan adopsi terhadap nilai-nilai seni pada dunia baru tersebut.




Memang sulit mencapai keselarasan antara dampak sosial dan komersial. Peran yang bagus dari sisi promosi, mungkin menimbulkan dampak seni yang negatif. Sebaliknya, promosi yang berdampak seni positif, mungkin bisa jadi promosi tersebut mandul dari segi pemasaran. Maka oleh karena itu promosi yang berhasil memadukan kepentingan komersial dan dampak seni, diharapkan mampu melestarikan kehidupan seni itu sendiri, dalam jangka waktu yang panjang.




Banyak pada saat ini kesenian tradisional yang tidak memahami akan hal tersebut, mungkin karena SDM yang belum mengenal apa itu promosi dan manajemen, atau karena sikap acuh yang tidak ingin kesenian tersebut di barengi dengan budaya modern. Alhasil kesenian atau budaya tradisional yang merupakan warisan dari nenek moyang akan tenggelam didalam arus globalisasi dunia yang berarti akan menghilangnya seni dan budaya tersebut.




Di Ayodya Pala terdapat lima jenis seni yang di latih antara lain seni tari, seni musik, seni teater, modeling, dan seni karawitan. Dari kelima jenis seni tersebut yang paling mengkhawatirkan adalah seni tari tradisional dimana dari 1.200 murid yang tersebar di 22 cabang posisinya ada diurutan ke 4 dengan persentase 35 % (420 orang) untuk seni musik, 25 % (300 orang) modeling, 20 % (240 orang) untuk seni teater, 15 % (180 orang) untuk seni tari tradisional, dan 5 % (60 orang)untuk seni karawitan. Dengan jumlah yang stagnan per tahunnya. Bahkan untuk seni tari tradisional jumlah muridnya hanya bertambah 10 – 20 orang saja per semesternya selama tiga tahun kebelakang berarti prosentasenya hanya 1 – 2 % saja yang bertambah di bidang seni tari tradisional, berbeda dengan tiga urutan seni teratas yang pertumbuhannya bisa bertambah antara 5 – 10 % Itulah fenomena yang ada di Ayodya Pala pada tiga tahun terakhir ini.




Promosi adalah suatu usaha untuk memperkenalkan suatu produk/jasa kepada masyarakat/konsumen dengan tujuan memasarkan atau menjual. Dimana periklanan merupakan salah satu tahapan dalam strategi pemasaran yang memegang peranan yang sangat penting dan vital.




Promosi merupakan bagian dari kehidupan industri moderen, dan umumnya hanya bisa ditemukan di Negara-negara maju atau Negara-negara yang perekonomiannya tengah berkembang pesat. Kebutuhan akan adanya periklanan berkembang seiring dengan ekspansi penduduk dan pertumbuhan kota yang dipenuhi oleh banyak toko, restoran dan pusat pusat perdagangan besar. Selain itu perkembangan periklanan juga sangat di pengaruhi dengan perkembangan media seperti Koran, majalah, media elektronik, dll.




Promosi adalah sebuah bentuk komunikasi pemasaran, dimana dalam periklanan harus lebih dari sekedar memberikan informasi kepada masyarakat namun harus dapat membujuk masyarakat agar berperilaku sedemikian rupa sesuai dengan strategi pemasaran perusahaan agar dapat memperkenalkan Seni dan Budaya yang dimiliki .




Beragam jenis seni tari tradisional Indonesia yang diberikan di Ayodya Pala dari seluruh nusantara kurang dipromosikan dalam setiap unit kegiatan dan event yang ada di dalamnya. Dengan bantuan promosi mudah-mudahan seni dan budaya yang ada tidak akan padam dimakan usia, dan tentu saja harus dibarengi dengan Manajemen, yang sangat berkaitan erat dengan keberadaan seni dan budaya itu sendiri.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationJ
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id