Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Downnload...

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Sastra > Sastra_Jepang > 2006

ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENERJEMAHKAN TEKS BAHASA JEPANG KE DALAM BAHASA INDONESIA




(Studi Kasus Terhadap Mahasiswa Tingkat III Fakultas Sastra Jurusan Sastra Jepang UNIKOM Angkatan 2003/2004)

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-11-02 14:22:23
By : DEWI RENGGANIS; NIM 63802005, Jurusan Sastra Jepang, Fakultas Sastra
Created : 2006-09-29, with 5 files

Keyword : KESALAHAN DALAM MENERJEMAHKAN TEKS BAHASA JEPANG KE DALAM BAHASA INDONESIA.
Url : http://

Bahasa sebagai alat komunikasi yang digunakan saat berinteraksi dengan individu lain, terbagi ke dalam dua bentuk yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan yang berfungsi untuk menyampaikan pesan atau informasi.




Dalam kegiatan komunikasi baik secara lisan maupun tulisan antara pengguna bahasa yang sama, tentulah tidak sulit karena makna yang ingin disampaikan oleh pembicara akan segera dapat dipahami oleh lawan bicara. Namun tidak sama halnya dalam aktivitas komunikasi yang pelaku-pelakunya merupakan dari pengguna bahasa yang berbeda. Dalam hal ini, untuk dapat memahami makna yang ingin disampaikan tersebut, lawan bicara dituntut melakukan proses “menerjemahkan” dari bahasa sumber tersebut ke dalam bahasa sasaran (bahasa sendiri) sehingga “pesan” pembicara tersebut dapat kita pahami dan kita dapat merespon kembali secara tepat.




Seperti yang sudah diketahui bahwa menerjemahkan secara lisan maupun tulisan berarti mengalihbahasakan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran atau sebaliknya. Dalam menerjemahkan bahasa Jepang, khususnya menerjemahkan bahasa tulisan, bukanlah hal yang mudah, mengingat bahwa bahasa Jepang memiliki beberapa keistimewaan, terutama jika dibandingkan dengan bahasa Indonesia memiliki kaidah-kaidah yang berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Sudjianto dan Dahidi (2004:17), bahwa karakteristik bahasa Jepang dilihat dari segi huruf yang digunakan, terdiri dari huruf kanji, hiragana, katakana dan romaji. Dari segi kosakata, bahasa Jepang terdiri dari wago, kango, gairaigo dan konshugo. Sedangkan dilihat dari segi gramatikanya, bahasa Jepang berpola S-O-P yang berhukum Menerangkan-Diterangkan (M-D) dan adanya perubahan kata pada kata kerja dan kata sifat. Selain itu, karakteristik bahasa Jepang dilihat dari segi ragam bahasanya terjadi akibat faktor sosial dan budaya terdapatnya dialek.




Dari kutipan di atas, terlihat bahwa perbedaan bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia terletak dari segi huruf, kosakata maupun tata bahasanya. Perbedaan-perbedaan inilah yang umumnya menjadi kendala dalam menerjemahkan dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia. Umumnya, rendahnya kemampuan terhadap kosakata dan tata bahasa Jepang, sering kali menimbulkan kesalahan dalam menerjemahkan dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia. Berikut ini adalah contoh kesalahan menerjemahkan dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat III angkatan 2002/2003 UNIKOM pada waktu perkuliahan honyaku (penerjemahan) dan terjemahan yang dianggap benar adalah terjemahan hasil keputusan bersama antara mahasiswa:




(1) 今は専門のおにぎり屋などで買うことができる。




Hasil terjemahan kalimat di atas adalah “Sekarang, keahlian tentang onigiri ini dapat dibeli di toko.” *)




Jika kita perhatikan dari hasil terjemahan tersebut, secara struktur bahasa tidak ada masalah, namun secara makna kalimat tersebut tidak tepat karena menurut terjemahan tersebut yang dapat dibeli di toko adalah keahliannya. Padahal maksud dari kalimat bahasa Jepang di atas adalah “Sekarang, kita dapat membeli onigiri di toko-toko khusus onigiri.”

Description Alternative :

Bahasa sebagai alat komunikasi yang digunakan saat berinteraksi dengan individu lain, terbagi ke dalam dua bentuk yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan yang berfungsi untuk menyampaikan pesan atau informasi.




Dalam kegiatan komunikasi baik secara lisan maupun tulisan antara pengguna bahasa yang sama, tentulah tidak sulit karena makna yang ingin disampaikan oleh pembicara akan segera dapat dipahami oleh lawan bicara. Namun tidak sama halnya dalam aktivitas komunikasi yang pelaku-pelakunya merupakan dari pengguna bahasa yang berbeda. Dalam hal ini, untuk dapat memahami makna yang ingin disampaikan tersebut, lawan bicara dituntut melakukan proses “menerjemahkan” dari bahasa sumber tersebut ke dalam bahasa sasaran (bahasa sendiri) sehingga “pesan” pembicara tersebut dapat kita pahami dan kita dapat merespon kembali secara tepat.




Seperti yang sudah diketahui bahwa menerjemahkan secara lisan maupun tulisan berarti mengalihbahasakan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran atau sebaliknya. Dalam menerjemahkan bahasa Jepang, khususnya menerjemahkan bahasa tulisan, bukanlah hal yang mudah, mengingat bahwa bahasa Jepang memiliki beberapa keistimewaan, terutama jika dibandingkan dengan bahasa Indonesia memiliki kaidah-kaidah yang berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Sudjianto dan Dahidi (2004:17), bahwa karakteristik bahasa Jepang dilihat dari segi huruf yang digunakan, terdiri dari huruf kanji, hiragana, katakana dan romaji. Dari segi kosakata, bahasa Jepang terdiri dari wago, kango, gairaigo dan konshugo. Sedangkan dilihat dari segi gramatikanya, bahasa Jepang berpola S-O-P yang berhukum Menerangkan-Diterangkan (M-D) dan adanya perubahan kata pada kata kerja dan kata sifat. Selain itu, karakteristik bahasa Jepang dilihat dari segi ragam bahasanya terjadi akibat faktor sosial dan budaya terdapatnya dialek.




Dari kutipan di atas, terlihat bahwa perbedaan bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia terletak dari segi huruf, kosakata maupun tata bahasanya. Perbedaan-perbedaan inilah yang umumnya menjadi kendala dalam menerjemahkan dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia. Umumnya, rendahnya kemampuan terhadap kosakata dan tata bahasa Jepang, sering kali menimbulkan kesalahan dalam menerjemahkan dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia. Berikut ini adalah contoh kesalahan menerjemahkan dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia yang dilakukan oleh mahasiswa tingkat III angkatan 2002/2003 UNIKOM pada waktu perkuliahan honyaku (penerjemahan) dan terjemahan yang dianggap benar adalah terjemahan hasil keputusan bersama antara mahasiswa:




(1) 今は専門のおにぎり屋などで買うことができる。




Hasil terjemahan kalimat di atas adalah “Sekarang, keahlian tentang onigiri ini dapat dibeli di toko.” *)




Jika kita perhatikan dari hasil terjemahan tersebut, secara struktur bahasa tidak ada masalah, namun secara makna kalimat tersebut tidak tepat karena menurut terjemahan tersebut yang dapat dibeli di toko adalah keahliannya. Padahal maksud dari kalimat bahasa Jepang di atas adalah “Sekarang, kita dapat membeli onigiri di toko-toko khusus onigiri.”

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationJ
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id