Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Downnload...

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Sospol > Hubungan_Internasional > 2006

PENGARUH SENGKETA PULAU DOKDO/TAKESHIMA DI SEMENANJUNG KOREA TERHADAP HUBUNGAN BILATERAL KOREA SELATAN DAN JEPANG

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2015-09-10 08:21:11
By : ILLA SITI JAMILA; NIM 44302009, Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Created : 2006-10-03, with 5 files

Keyword : SENGKETA PULAU DOKDO/TAKESHIMA, HUBUNGAN BILATERAL KOREA SELATAN DAN JEPANG.
Url : http://

Masalah ketidakjelasan batas-batas negara dan status suatu wilayah merupakan bagian permasalahan “sengketa” diantara negara-negara yang memiliki letak geografis berdekatan dan berbatasan. Seperti halnya negara-negara di kawasan Asia Timur yang mengalami konflik persengketaan mengenai ketentuan batas-batas teritorial dan status akan pulau-pulau yang berada di Semenanjung Korea Khususnya.





Sengketa Pulau Dokdo/Takeshima antara Korea Selatan dan Jepang terjadi pada tahun 1905 dan masih belum terselesaikan hingga saat ini. Permasalahan ini diawali dengan status kedaulatan pulau dokdo yang terletak di Semenanjung Korea dan diakui kedaulatannya dibawah kekuasaan teritorial Korea di bawah kepemimpinan Dinasti Shilla pada 512 M, namun sejak tahun 1905-1945 Jepang mulai melakukan imperialisasi atas wilayah Korea dan seluruh daerah Semenanjung Korea yang berdampak pada diakuinya pulau dokdo sebagai “pulau takeshima” berada di bawah yuridiksi Dewan Prefektur Shimane sejak tahun 1905. hal ini dinilai dapat mempengaruhi pola Hubungan Bilateral diantara Korea Selatan dan Jepang khususnya dalam aspek hubungan diplomatis antar kedua negara yang berdampak pada beberapa sektor seperti kegiatan perdagangan, aktivitas kebudayaan, dan berdampak pula pada pelaksanaan konsep kerjasama diantara kedua negara dalam menghadapi era globalisasi terutama dalam menghadapi ”perdagangan bebas”.





Hipotesis yang diajukan dalam penelitian, mengungkapkan bahwa kasus sengketa Pulau Dokdo/Takeshima antara Korea Selatan dan Jepang disikapi secara akomodatif pada pola hubungan bilateral antar kedua negara yang ditandai adanya jalur diplomasi untuk membantu tahapan normalisasi hubungan bilateral antara Korea Selatan dan Jepang. Kegunaan penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat berguna bagi pengembangan Studi Hubungan Internasional dan secara praktis diharapkan dapat bermanfaat bagi penggambaran akan sengketa pulau dokdo/takeshima dalam hal pembuatan kebijakan dari masing-masing negara guna mensikapi proses penyelesaian sengketa juga mendinamisasikan kembali pola hubungan bilateral diantara kedua negara.





Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Analitis dan Pespektif historis, dimana terdapat suatu penggambaran fenomena mengenai permasalahan sengketa pulau dokdo/takeshima yang juga ditinjau dari perspektif historis guna memperoleh penggambaran pada bentuk generalisasi permasalahan sengketa tersebut secara empirik yang menuju pada arah perkembangan status kedaulatan Pulau Dokdo/Takeshima di masa yang akan datang.





Hasil penelitian dituangkan dalam kesimpulan yang menyatakan bahwa Sengketa Pulau Dokdo/Takeshima memberikan pengaruh secara akomodatif dalam perspektif Hubungan Bilateral diantara Korea Selatan dan Jepang, yang ditandai dengan adanya peristiwa ketegangan hubungan diplomatis yang berdampak pada aspek perdagangan dan terganggunya aktivitas kebudayaan diantara kedua negara.





Kata kunci : Sengketa Pulau Dokdo/Takeshima, Status Kedaulatan Pulau Dokdo/Takeshima, Hubungan Bilateral Korea Selatan dan Jepang

Description Alternative :

Masalah ketidakjelasan batas-batas negara dan status suatu wilayah merupakan bagian permasalahan “sengketa” diantara negara-negara yang memiliki letak geografis berdekatan dan berbatasan. Seperti halnya negara-negara di kawasan Asia Timur yang mengalami konflik persengketaan mengenai ketentuan batas-batas teritorial dan status akan pulau-pulau yang berada di Semenanjung Korea Khususnya.





Sengketa Pulau Dokdo/Takeshima antara Korea Selatan dan Jepang terjadi pada tahun 1905 dan masih belum terselesaikan hingga saat ini. Permasalahan ini diawali dengan status kedaulatan pulau dokdo yang terletak di Semenanjung Korea dan diakui kedaulatannya dibawah kekuasaan teritorial Korea di bawah kepemimpinan Dinasti Shilla pada 512 M, namun sejak tahun 1905-1945 Jepang mulai melakukan imperialisasi atas wilayah Korea dan seluruh daerah Semenanjung Korea yang berdampak pada diakuinya pulau dokdo sebagai “pulau takeshima” berada di bawah yuridiksi Dewan Prefektur Shimane sejak tahun 1905. hal ini dinilai dapat mempengaruhi pola Hubungan Bilateral diantara Korea Selatan dan Jepang khususnya dalam aspek hubungan diplomatis antar kedua negara yang berdampak pada beberapa sektor seperti kegiatan perdagangan, aktivitas kebudayaan, dan berdampak pula pada pelaksanaan konsep kerjasama diantara kedua negara dalam menghadapi era globalisasi terutama dalam menghadapi ”perdagangan bebas”.





Hipotesis yang diajukan dalam penelitian, mengungkapkan bahwa kasus sengketa Pulau Dokdo/Takeshima antara Korea Selatan dan Jepang disikapi secara akomodatif pada pola hubungan bilateral antar kedua negara yang ditandai adanya jalur diplomasi untuk membantu tahapan normalisasi hubungan bilateral antara Korea Selatan dan Jepang. Kegunaan penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat berguna bagi pengembangan Studi Hubungan Internasional dan secara praktis diharapkan dapat bermanfaat bagi penggambaran akan sengketa pulau dokdo/takeshima dalam hal pembuatan kebijakan dari masing-masing negara guna mensikapi proses penyelesaian sengketa juga mendinamisasikan kembali pola hubungan bilateral diantara kedua negara.





Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Analitis dan Pespektif historis, dimana terdapat suatu penggambaran fenomena mengenai permasalahan sengketa pulau dokdo/takeshima yang juga ditinjau dari perspektif historis guna memperoleh penggambaran pada bentuk generalisasi permasalahan sengketa tersebut secara empirik yang menuju pada arah perkembangan status kedaulatan Pulau Dokdo/Takeshima di masa yang akan datang.





Hasil penelitian dituangkan dalam kesimpulan yang menyatakan bahwa Sengketa Pulau Dokdo/Takeshima memberikan pengaruh secara akomodatif dalam perspektif Hubungan Bilateral diantara Korea Selatan dan Jepang, yang ditandai dengan adanya peristiwa ketegangan hubungan diplomatis yang berdampak pada aspek perdagangan dan terganggunya aktivitas kebudayaan diantara kedua negara.





Kata kunci : Sengketa Pulau Dokdo/Takeshima, Status Kedaulatan Pulau Dokdo/Takeshima, Hubungan Bilateral Korea Selatan dan Jepang

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationJurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id