Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Downnload...

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Hukum > 2006

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG HAK CIPTA LAGU ATAS TINDAKAN PEMBAJAKAN MELALUI INTERNET KE DALAM BENTUK PIRINGAN CAKRAM DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-11-02 14:21:59
By : Zulfri Nizar; NIM 3.16.01.031, Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum
Created : 2006-08-12, with 5 files

Keyword : PERLINDUNGAN HUKUM, PEMEGANG HAK CIPTA, UU NO 19 TAHUN 2002.
Url : http://

Pesatnya perkembangan teknologi menimbulkan banyaknya penemuan-penemuan baru dibidang teknologi yang dapat memudahkan manusia dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan oleh batas ruang, jarak dan waktu. Perkembangan teknologi yang cepat sering kali tidak diimbangi dengan perkembangan hukum. Hal ini menimbulkan banyaknya pelanggaran hukum, diantaranya kejahatan melalui internet. Internet yang merupakan salah satu bentuk informasi elektronik juga mengacu pada UNCITRAL Model Law on Electronic Commerce. Pembajakan lagu melalui fasilitas internet seperti yang dialami oleh grup band Slank merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak cipta. Penyelesaian pelanggaran hak cipta dapat dilakukan berdasarkan hukum positif di Indonesia yaitu Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dan konvensi-konvensi internasional dibidang hak cipta, seperti Konvensi Berne yang telah diratifikasi dengan Keputusan Presiden nomor 18 Tahun 1997 tentang Pengesahan Convention Bern for The Protection of Literary And Artistic Work, dan Indonesia telah mengesahkan Undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang Ratifikasi Terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (Agreement Establishing the World Trade Organization), yang salah satunya mengatur tentang TRIPs. Perlindungan hak cipta yang efektif harus didasari oleh kesesuaian antara perlindungan hukum secara internasional dan nasional, karena Indonesia merupakan warga dunia. Permasalahan dalam penulisan hukum ini adalah mengenai efektifitas perlindungan hukum terhadap pemegang hak cipta atas tindakan pembajakan lagu melalui internet berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dan pemecahan masalah terhadap tindakan pembajakan lagu melalui internet.




Metode penelitian yang dilakukan yaitu secara deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Penafsiran yang digunakan adalah penafsiran gramatikal, penafsiran sistematis dan menggunakan konstruksi hukum argumentum a contrario. Data yang didapat dianalisis secara yuridis kualitatif, yaitu dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan agar tidak bertentangan dan tetap memperhatikan hierarki perundang-undangan, sehingga tercipta kepastian hukum.




Berdasarkan hasil penelitian dan pengumpulan data serta analisa pembahasan terhadap permasalahan pembajakan lagu melalui internet, maka penulis menyimpulkan bahwa ada beberapa hambatan dalam penegakan hukum, seperti pengaturan yang tidak lugas dan tidak tegas yang menimbulkan berbagai penafsiran (interpretasi) yang berbeda-beda, catur wangsa (polisi, jaksa, hakim dan advokat) masih banyak yang belum memahami teknologi informasi, minimnya sarana dan prasarana di lembaga hukum berkaitan dengan teknologi informasi khususnya dibidang pembajakan lagu melalui internet, rendahnya kesadaran hukum para pengguna internet, sistem password pengamanan data yang tidak efisien, alamat situs yang disimpan mudah dilacak, data yang dapat diakses meskipun tidak dapat dicopy ke dalam file tertentu tetap saja dapat dipindahkan secara manual. Oleh karena itu penulis menyarankan bahwa Rancangan Undang-Undang Informasi dan Teknologi (RUU IT) segera disahkan menjadi sebuah undang-undang, menciptakan sumber daya manusia dibidang informasi dan teknologi agar dapat menciptakan para ahli dibidang informasi dan teknologi serta peningkatan kemampuan para penegak hukum di Indonesia dalam hal pemahaman teknologi informasi dan komunikasi khususnya mengenai pembajakan karya cipta atas lagu melalui internet.

Description Alternative :

Pesatnya perkembangan teknologi menimbulkan banyaknya penemuan-penemuan baru dibidang teknologi yang dapat memudahkan manusia dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan oleh batas ruang, jarak dan waktu. Perkembangan teknologi yang cepat sering kali tidak diimbangi dengan perkembangan hukum. Hal ini menimbulkan banyaknya pelanggaran hukum, diantaranya kejahatan melalui internet. Internet yang merupakan salah satu bentuk informasi elektronik juga mengacu pada UNCITRAL Model Law on Electronic Commerce. Pembajakan lagu melalui fasilitas internet seperti yang dialami oleh grup band Slank merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap hak cipta. Penyelesaian pelanggaran hak cipta dapat dilakukan berdasarkan hukum positif di Indonesia yaitu Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dan konvensi-konvensi internasional dibidang hak cipta, seperti Konvensi Berne yang telah diratifikasi dengan Keputusan Presiden nomor 18 Tahun 1997 tentang Pengesahan Convention Bern for The Protection of Literary And Artistic Work, dan Indonesia telah mengesahkan Undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang Ratifikasi Terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (Agreement Establishing the World Trade Organization), yang salah satunya mengatur tentang TRIPs. Perlindungan hak cipta yang efektif harus didasari oleh kesesuaian antara perlindungan hukum secara internasional dan nasional, karena Indonesia merupakan warga dunia. Permasalahan dalam penulisan hukum ini adalah mengenai efektifitas perlindungan hukum terhadap pemegang hak cipta atas tindakan pembajakan lagu melalui internet berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dan pemecahan masalah terhadap tindakan pembajakan lagu melalui internet.




Metode penelitian yang dilakukan yaitu secara deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Penafsiran yang digunakan adalah penafsiran gramatikal, penafsiran sistematis dan menggunakan konstruksi hukum argumentum a contrario. Data yang didapat dianalisis secara yuridis kualitatif, yaitu dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan agar tidak bertentangan dan tetap memperhatikan hierarki perundang-undangan, sehingga tercipta kepastian hukum.




Berdasarkan hasil penelitian dan pengumpulan data serta analisa pembahasan terhadap permasalahan pembajakan lagu melalui internet, maka penulis menyimpulkan bahwa ada beberapa hambatan dalam penegakan hukum, seperti pengaturan yang tidak lugas dan tidak tegas yang menimbulkan berbagai penafsiran (interpretasi) yang berbeda-beda, catur wangsa (polisi, jaksa, hakim dan advokat) masih banyak yang belum memahami teknologi informasi, minimnya sarana dan prasarana di lembaga hukum berkaitan dengan teknologi informasi khususnya dibidang pembajakan lagu melalui internet, rendahnya kesadaran hukum para pengguna internet, sistem password pengamanan data yang tidak efisien, alamat situs yang disimpan mudah dilacak, data yang dapat diakses meskipun tidak dapat dicopy ke dalam file tertentu tetap saja dapat dipindahkan secara manual. Oleh karena itu penulis menyarankan bahwa Rancangan Undang-Undang Informasi dan Teknologi (RUU IT) segera disahkan menjadi sebuah undang-undang, menciptakan sumber daya manusia dibidang informasi dan teknologi agar dapat menciptakan para ahli dibidang informasi dan teknologi serta peningkatan kemampuan para penegak hukum di Indonesia dalam hal pemahaman teknologi informasi dan komunikasi khususnya mengenai pembajakan karya cipta atas lagu melalui internet.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationJ
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id