Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Desain > Desain_Komunikasi_Visual > 2007

PROMOSI WISATA ROHANI PURWOREJO

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-11-02 14:22:39
By : AGUS BUDI SETYAWAN; NIM 51903062, Jurusan Manajemen Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, UNIKOM
Created : 2007-09-25, with 2 files

Keyword : 1. PROMOSI WISATA
Url : http://

Dengan adanya Undang-undang Otonomi Daerah dan Undang-undang tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, ini berarti bahwa ideologi politik dan struktur pemerintahan Negara akan lebih bersifat desentralisasi. Tujuan dari kebijakan politik desentralisasi itu sendiri adalah mewujudkan keadilan antara kemampuan dan hak daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan pengurangan subsidi oleh pemerintah pusat, maka pemerintah daerah harus mendapatkan dana sendiri untuk membangun kota dengan memaksimalkan potensi yang ada di daerah untuk mengangkat pendapatan asli daerah. Pendapatan yang di dapatkan oleh pemerintah daerah didapat dari sebagian pajak bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, dan penerimaan dari sumber daya alam yang dikelola oleh daerah.




Pada saat ini kecenderungan meningkatkan sumber penghasilan daerah sangatlah bergantung kepada teknis pengelolaan aset-aset yang dimiliki oleh daerah-daerah tersebut sehingga eksplorasi untuk meningkatkan kemakmuran suatu daerah bergantung pada penguasaan daerah setempat.




Purworejo merupakan suatu kota kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yang terletak di pesisir pantai selatan dan berbatasan langsung dengan Provinsi DIY, merupakan salah satu kota kabupaten yang secara serius berupaya menggali potensi-potensi yang dimiliki untuk mendapatkan sumber pemasukan dana bagi daerahnya. Salah satunya yaitu dengan pemanfaatan dari sektor potensi pariwisata yang dimiliki.




Ditinjau dari sejarah pembentukannya, Purworejo tergolong sebagai wilayah yang sangat tua. Hari jadi kabupaten ini ditetapkan pada tanggal 5 Oktobet 901 berdasarkan bukti sejarah primer “Prasasti Kayu Ara Hiwang” yang ditemukan di Desa Boro Wetan, kecamatan Banyu Urip. Dalam satu kalimat yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno disebut tanggal, bulan dan tahun yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Purworejo.




Di kota yang telah berusia lebih dari 1105 tahun lebih ini kaya akan tempat-tempat yang bernuansa historis dan religius, apalagi pada masa Hindia Belanda dan masa penyebaran agama Islam di masa lalu Purworejo memiliki peranan yang cukup penting. Beberapa tokoh agama, para kyai hingga pemimpin pemerintahan seperti tumenggung yang berasal dari tanah Purworejo tercatat sebagai pahlawan yang berjasa pada masa perjuangan lewat aksi-aksi Islamiyahnya, bersama-sama rakyat membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Oleh karenanya tidak heran jika di tempat ini banyak ditemui tempat-tempat (sites) bangunan (buildings) peninggalan yang sudah tua dan bernilai historis tinggi.




Di kota ini terdapat makam para pemimpin Islam dan tokoh-tokoh agama yang dianggap keramat seperti: Mbah Kyai Ahmad Alim-Bulus, Habib Abdullah Bafagih, Habib Zein Baroqbah, Kyai Tumenggung Kasan Munadi Samparwadi, Kyai Imam Poero, Eyang Giri Sumantoko, Eyang Zarkasih dan beberapa yang lainnya. Tokoh-tokoh Pemimpin Pemerintahan yang makamnya hingga kini sering dikunjungi peziarah antara lain, Adipati Sawunggaling, Tumenggung Pringgoatmodjo, Adipati Cokronegoro, Tumenggung Gagak Pranolo dan Tumenggung Gagak Handoko.

Description Alternative :

Dengan adanya Undang-undang Otonomi Daerah dan Undang-undang tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, ini berarti bahwa ideologi politik dan struktur pemerintahan Negara akan lebih bersifat desentralisasi. Tujuan dari kebijakan politik desentralisasi itu sendiri adalah mewujudkan keadilan antara kemampuan dan hak daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan pengurangan subsidi oleh pemerintah pusat, maka pemerintah daerah harus mendapatkan dana sendiri untuk membangun kota dengan memaksimalkan potensi yang ada di daerah untuk mengangkat pendapatan asli daerah. Pendapatan yang di dapatkan oleh pemerintah daerah didapat dari sebagian pajak bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, dan penerimaan dari sumber daya alam yang dikelola oleh daerah.




Pada saat ini kecenderungan meningkatkan sumber penghasilan daerah sangatlah bergantung kepada teknis pengelolaan aset-aset yang dimiliki oleh daerah-daerah tersebut sehingga eksplorasi untuk meningkatkan kemakmuran suatu daerah bergantung pada penguasaan daerah setempat.




Purworejo merupakan suatu kota kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yang terletak di pesisir pantai selatan dan berbatasan langsung dengan Provinsi DIY, merupakan salah satu kota kabupaten yang secara serius berupaya menggali potensi-potensi yang dimiliki untuk mendapatkan sumber pemasukan dana bagi daerahnya. Salah satunya yaitu dengan pemanfaatan dari sektor potensi pariwisata yang dimiliki.




Ditinjau dari sejarah pembentukannya, Purworejo tergolong sebagai wilayah yang sangat tua. Hari jadi kabupaten ini ditetapkan pada tanggal 5 Oktobet 901 berdasarkan bukti sejarah primer “Prasasti Kayu Ara Hiwang” yang ditemukan di Desa Boro Wetan, kecamatan Banyu Urip. Dalam satu kalimat yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno disebut tanggal, bulan dan tahun yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Purworejo.




Di kota yang telah berusia lebih dari 1105 tahun lebih ini kaya akan tempat-tempat yang bernuansa historis dan religius, apalagi pada masa Hindia Belanda dan masa penyebaran agama Islam di masa lalu Purworejo memiliki peranan yang cukup penting. Beberapa tokoh agama, para kyai hingga pemimpin pemerintahan seperti tumenggung yang berasal dari tanah Purworejo tercatat sebagai pahlawan yang berjasa pada masa perjuangan lewat aksi-aksi Islamiyahnya, bersama-sama rakyat membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Oleh karenanya tidak heran jika di tempat ini banyak ditemui tempat-tempat (sites) bangunan (buildings) peninggalan yang sudah tua dan bernilai historis tinggi.




Di kota ini terdapat makam para pemimpin Islam dan tokoh-tokoh agama yang dianggap keramat seperti: Mbah Kyai Ahmad Alim-Bulus, Habib Abdullah Bafagih, Habib Zein Baroqbah, Kyai Tumenggung Kasan Munadi Samparwadi, Kyai Imam Poero, Eyang Giri Sumantoko, Eyang Zarkasih dan beberapa yang lainnya. Tokoh-tokoh Pemimpin Pemerintahan yang makamnya hingga kini sering dikunjungi peziarah antara lain, Adipati Sawunggaling, Tumenggung Pringgoatmodjo, Adipati Cokronegoro, Tumenggung Gagak Pranolo dan Tumenggung Gagak Handoko.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationJ
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id