Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Downnload...

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Desain > Desain_Komunikasi_Visual > 2007

PERANCANGAN KOMIK CERITA RAKYAT BERTEMA KEPEMIMPINAN

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-03-02 14:48:25
By : FADLY ROMDHANI; NIM 51903131, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Desain, UNIKOM
Created : 2007-11-24, with 2 files

Keyword : 1. KOMIK CERITA RAKYAT
Url : http://

Indonesia merupakan sebuah negara besar yang membentang di daerah khatulistiwa. Kebesaran negara Indonesia tidak hanya terletak pada wilayahnya saja namun juga terletak pada kebudayaannya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya budaya yang ada di Indonesia. Setiap daerah memiliki budayanya sendiri yang tentu saja berbeda antara satu dengan lainnya.



Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan-kebudayaan ini masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Para pedagang dari Tionghoa, India dan Arab yang datang ke Indonesia tidak hanya melakukan aktivitas dagang namun mereka juga menyebarkan budaya yang mereka bawa dari daerah asal mereka. Unsur-unsur budaya yang mereka sebarkan bisa berupa agama (pedagang Tionghoa dan India membawa agama Hindu Budha, pedagang Arab membawa agama Islam), teknologi (misalnya pembangunan Candi Borobudur yang mendapat pengaruh besar dari kebudayaan India), dsb.



Pada dasarnya kebudayaan terbagi atas dua komponen utama yaitu kebudayaan material dan kebudayaan non material. Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata misalnya rumah adat dan pakaian adat. Sedangkan kebudayaan non material adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi seperti cerita rakyat, dongeng, lagu atau tarian tradisional.


Bila di satu sisi kebesaran negara Indonesia membawa dampak positif berupa keanekaragaman budaya, maka di sisi lain kebesaran ini juga membawa dampak negatif. Negara yang besar tentulah memerlukan pemimpin yang “hebat” untuk memimpinnya. Bila pemimpin yang ada tidak memiliki kemampuan yang cukup, maka negara yang besar ini tentu akan menjadi negara yang rapuh dimana perpecahan akan terjadi dimana-mana. Inilah yang terjadi pada Indonesia saat ini.



Sebagai negara, Indonesia memiliki seorang pemimpin tertinggi yaitu presiden. Presiden tidak hanya bertugas untuk mengatur negara namun ia juga harus mampu membawa rasa persatuan di antara seluruh warga negaranya agar dapat bersama-sama memajukan negara. Namun tidak demikian yang terjadi pada negara Indonesia sekarang. Kerapuhan sebuah negara begitu terlihat di mana-mana. Hal ini tidak bisa disebutkan sebagai kesalahan presiden atas ketidakmampuannya memimpin negara, namun warga negara juga ikut berperan andil dalam kerapuhan ini. Kurangnya kepercayaan warga negara pada presidennya juga menjadi salah satu sebabnya.



Kurangnya kepercayaan warga negara pada pemimpinnya bisa disebut sebagai salah satu krisis di antara sekian banyak krisis yang melanda Indonesia. Krisis kepercayaan ini dapat dilihat dari banyaknya demo atau kerusuhan yang terjadi. Beberapa kejadian besar yang bisa disebut sebagai bentuk krisis kepercayaan pada pemimpin antara lain: GAM di Aceh yang menuntut Aceh lepas dari Indonesia dan menjadi negara sendiri, kerusuhan di Timor Timur yang membuat Timor Timur lepas dari Indonesia dan menjadi negara sendiri. Disamping kejadian-kejadian besar ini masih banyak kejadian-kejadian lain yang menunjukkan betapa kurangnya kepercayaan warga negara pada pemimpinnya.




Ada banyak solusi yang bisa dilakukan untuk memecahkan masalah krisis kepercayaan yang dihadapi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dengan mempopulerkan kembali cerita rakyat yang bertema kepemimpinan. Dahulu cerita rakyat merupakan sebuah sarana hiburan antara pemimpin dan rakyatnya dalam suatu kelompok masyarakat. Cerita rakyat bisa disebut sebagai salah satu bentuk hiburan yang populer karena cerita rakyat dapat bercerita tentang siapapun atau kalangan manapun. Raja, pegawai istana, pedagang, petani bahkan hewan-hewan pun dapat menjadi tokoh dalam sebuah cerita rakyat. Disamping itu cerita rakyat biasanya selalu menyisipkan pesan-pesan moral atau nilai-nilai tertentu di dalamnya. Pesan-pesan moral atau nilai-nilai ini memang sengaja disisipkan agar cerita rakyat tidak hanya bisa dinikmati sebagai hiburan namun juga dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi rakyat maupun pemimpinnya.



Di Indonesia sendiri cerita rakyat sangat banyak dan beragam. Ini dapat dilihat dari banyaknya judul cerita rakyat yang muncul dari setiap daerah. Penikmat cerita rakyat pun tidak hanya kalangan orang tua saja bahkan anak-anak juga menyukainya. Bila orang tua lebih menyukai cerita rakyat dengan tema yang agak “berat” dengan tokoh manusia, maka anak-anak lebih menyukai cerita rakyat bertema ringan dengan tokoh hewan-hewan atau yang biasa disebut fabel. Kenyataan bahwa anak-anak menyukai cerita rakyat tentu membawa keuntungan tersendiri bagi para orang tua. Mereka dapat mengajarkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam cerita rakyat yang berguna bagi pengembangan diri anak-anak.

Description Alternative :

Indonesia merupakan sebuah negara besar yang membentang di daerah khatulistiwa. Kebesaran negara Indonesia tidak hanya terletak pada wilayahnya saja namun juga terletak pada kebudayaannya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya budaya yang ada di Indonesia. Setiap daerah memiliki budayanya sendiri yang tentu saja berbeda antara satu dengan lainnya.



Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan-kebudayaan ini masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Para pedagang dari Tionghoa, India dan Arab yang datang ke Indonesia tidak hanya melakukan aktivitas dagang namun mereka juga menyebarkan budaya yang mereka bawa dari daerah asal mereka. Unsur-unsur budaya yang mereka sebarkan bisa berupa agama (pedagang Tionghoa dan India membawa agama Hindu Budha, pedagang Arab membawa agama Islam), teknologi (misalnya pembangunan Candi Borobudur yang mendapat pengaruh besar dari kebudayaan India), dsb.



Pada dasarnya kebudayaan terbagi atas dua komponen utama yaitu kebudayaan material dan kebudayaan non material. Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata misalnya rumah adat dan pakaian adat. Sedangkan kebudayaan non material adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi seperti cerita rakyat, dongeng, lagu atau tarian tradisional.


Bila di satu sisi kebesaran negara Indonesia membawa dampak positif berupa keanekaragaman budaya, maka di sisi lain kebesaran ini juga membawa dampak negatif. Negara yang besar tentulah memerlukan pemimpin yang “hebat” untuk memimpinnya. Bila pemimpin yang ada tidak memiliki kemampuan yang cukup, maka negara yang besar ini tentu akan menjadi negara yang rapuh dimana perpecahan akan terjadi dimana-mana. Inilah yang terjadi pada Indonesia saat ini.



Sebagai negara, Indonesia memiliki seorang pemimpin tertinggi yaitu presiden. Presiden tidak hanya bertugas untuk mengatur negara namun ia juga harus mampu membawa rasa persatuan di antara seluruh warga negaranya agar dapat bersama-sama memajukan negara. Namun tidak demikian yang terjadi pada negara Indonesia sekarang. Kerapuhan sebuah negara begitu terlihat di mana-mana. Hal ini tidak bisa disebutkan sebagai kesalahan presiden atas ketidakmampuannya memimpin negara, namun warga negara juga ikut berperan andil dalam kerapuhan ini. Kurangnya kepercayaan warga negara pada presidennya juga menjadi salah satu sebabnya.



Kurangnya kepercayaan warga negara pada pemimpinnya bisa disebut sebagai salah satu krisis di antara sekian banyak krisis yang melanda Indonesia. Krisis kepercayaan ini dapat dilihat dari banyaknya demo atau kerusuhan yang terjadi. Beberapa kejadian besar yang bisa disebut sebagai bentuk krisis kepercayaan pada pemimpin antara lain: GAM di Aceh yang menuntut Aceh lepas dari Indonesia dan menjadi negara sendiri, kerusuhan di Timor Timur yang membuat Timor Timur lepas dari Indonesia dan menjadi negara sendiri. Disamping kejadian-kejadian besar ini masih banyak kejadian-kejadian lain yang menunjukkan betapa kurangnya kepercayaan warga negara pada pemimpinnya.




Ada banyak solusi yang bisa dilakukan untuk memecahkan masalah krisis kepercayaan yang dihadapi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dengan mempopulerkan kembali cerita rakyat yang bertema kepemimpinan. Dahulu cerita rakyat merupakan sebuah sarana hiburan antara pemimpin dan rakyatnya dalam suatu kelompok masyarakat. Cerita rakyat bisa disebut sebagai salah satu bentuk hiburan yang populer karena cerita rakyat dapat bercerita tentang siapapun atau kalangan manapun. Raja, pegawai istana, pedagang, petani bahkan hewan-hewan pun dapat menjadi tokoh dalam sebuah cerita rakyat. Disamping itu cerita rakyat biasanya selalu menyisipkan pesan-pesan moral atau nilai-nilai tertentu di dalamnya. Pesan-pesan moral atau nilai-nilai ini memang sengaja disisipkan agar cerita rakyat tidak hanya bisa dinikmati sebagai hiburan namun juga dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi rakyat maupun pemimpinnya.



Di Indonesia sendiri cerita rakyat sangat banyak dan beragam. Ini dapat dilihat dari banyaknya judul cerita rakyat yang muncul dari setiap daerah. Penikmat cerita rakyat pun tidak hanya kalangan orang tua saja bahkan anak-anak juga menyukainya. Bila orang tua lebih menyukai cerita rakyat dengan tema yang agak “berat” dengan tokoh manusia, maka anak-anak lebih menyukai cerita rakyat bertema ringan dengan tokoh hewan-hewan atau yang biasa disebut fabel. Kenyataan bahwa anak-anak menyukai cerita rakyat tentu membawa keuntungan tersendiri bagi para orang tua. Mereka dapat mengajarkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam cerita rakyat yang berguna bagi pengembangan diri anak-anak.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationJ
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id