Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Downnload...

Path: Top > Laporan_Kerja_Praktek > Fakultas_Sospol > Ilmu_Komunikasi > 2007

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN



DI REDAKSI MAJALAH RIPPLE

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-11-02 14:09:46
By : INDRA WIRAWAN; NIM 41802076, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Created : 2007-05-25, with 5 files

Keyword : PRAKTEK KERJA LAPANGAN.
Url : http://

Corak budaya masyarakat Bandung yang kreatif dan inovatif merupakan salah satu nilai lebih yang dapat digali lebih dalam, sehingga menghasilkan potensi yang dapat memberikan kontribusi untuk kota Bandung pada khususnya dan nasional pada umumnya.



Aktualisasi keberadaan potensi lokal di Bandung dapat terlihat dari busana, musik, seni, maupun kebudayaan lainnya memberikan corak yang kuat sebagai suatu kekayaan akan sebuah keragaman yang hidup berdampingan. Secara geografis Bandung sebagai kota kecil memiliki karakteristik yang terbuka, kerjasama, apresiatif yang kuat terhadap kebaharuan dari masyarakatnya, dimana keberadaan mereka yang berangkat dari generasi mudanya untuk tetap aktif berpartisipasi dan menghidupi apa yang sudah diakrabi dan digeluti sebagai suatu sikap tersendiri.



Ketika tidak ada media yang bisa menyuarakan kepentingan untuk menyikapi selera kaum minoritas, pada tahun 1999 Ripple menghiasi wacana keberadaan media massa lokal di Kota Bandung.



Majalah Ripple mengawali eksisitensinya dengan konsep pocket magazine yang berisi tentang pergerakan scene local, musik, desain grafis, gaya hidup dan olahraga ekstrim diantaranya, skateboard, BMX, dan surfing (selancar). Majalah Ripple mempunyai karakter yang berbeda dari majalah-majalah anak muda biasanya, lay out Ripple sangat progresif , tema-tema artikelnya dikemas dengan gaya bahasa yang berbeda dengan majalah anak muda pada umumnya yang sering menggunakan bahasa ‘gaul’.



Kepekaan yang tinggi terhadap perkembangan gejala sosial yang ada, terutama pada fenomena keberadaan komunitas lokal yang dianggap tidak berpihak pada sang kapitalis menjadi dasar bagi majalah ini untuk bisa memperjuangkan keberadaan mereka di tengah dunia yang serba kapitalis ini.



Ripple sebagai majalah lokal dianggap oleh sebagian orang dengan istilah majalah indie atau independen. Dikatakan majalah indie atau independen karena, majalah ini memang dibuat tanpa modal besar atau saham dari para investor kaya.



Ripple pada awal berdirinya dikelola oleh 2 orang seniman muda lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Seni Grafis yang mempunyai visi yang sama dalam memandang sebuah idealisme. Dengan berdasar pada selera pribadi dan semangat mengangkat eksisitensi komunitas lokal. Akhirnya majalah ini mempunyai komunitasnya tersendiri dan terus berkembang sampai dengan saat ini.



Seiring dengan waktu, perkembangan Majalah Ripple sudah menjadi majalah yang cukup diperhitungkan di Indonesia, distribusi yang luas mencakup kota-kota besar di Indonesia dan bermunculannya produk-produk dengan merk “besar” yang menggunakan Ripple sebagai media promosi.



Majalah Ripple telah membawa beberapa nama musisi dan seniman lokal seperti Mocca, Rocket Rockers, Koil ke atas permukaan sehingga mereka di kenal dan karyanya diapresiasi oleh banyak orang. Bukan karena tampilan fisik tetapi karena kualitas musik dan performance yang “mendobrak” .

Description Alternative :

Corak budaya masyarakat Bandung yang kreatif dan inovatif merupakan salah satu nilai lebih yang dapat digali lebih dalam, sehingga menghasilkan potensi yang dapat memberikan kontribusi untuk kota Bandung pada khususnya dan nasional pada umumnya.



Aktualisasi keberadaan potensi lokal di Bandung dapat terlihat dari busana, musik, seni, maupun kebudayaan lainnya memberikan corak yang kuat sebagai suatu kekayaan akan sebuah keragaman yang hidup berdampingan. Secara geografis Bandung sebagai kota kecil memiliki karakteristik yang terbuka, kerjasama, apresiatif yang kuat terhadap kebaharuan dari masyarakatnya, dimana keberadaan mereka yang berangkat dari generasi mudanya untuk tetap aktif berpartisipasi dan menghidupi apa yang sudah diakrabi dan digeluti sebagai suatu sikap tersendiri.



Ketika tidak ada media yang bisa menyuarakan kepentingan untuk menyikapi selera kaum minoritas, pada tahun 1999 Ripple menghiasi wacana keberadaan media massa lokal di Kota Bandung.



Majalah Ripple mengawali eksisitensinya dengan konsep pocket magazine yang berisi tentang pergerakan scene local, musik, desain grafis, gaya hidup dan olahraga ekstrim diantaranya, skateboard, BMX, dan surfing (selancar). Majalah Ripple mempunyai karakter yang berbeda dari majalah-majalah anak muda biasanya, lay out Ripple sangat progresif , tema-tema artikelnya dikemas dengan gaya bahasa yang berbeda dengan majalah anak muda pada umumnya yang sering menggunakan bahasa ‘gaul’.



Kepekaan yang tinggi terhadap perkembangan gejala sosial yang ada, terutama pada fenomena keberadaan komunitas lokal yang dianggap tidak berpihak pada sang kapitalis menjadi dasar bagi majalah ini untuk bisa memperjuangkan keberadaan mereka di tengah dunia yang serba kapitalis ini.



Ripple sebagai majalah lokal dianggap oleh sebagian orang dengan istilah majalah indie atau independen. Dikatakan majalah indie atau independen karena, majalah ini memang dibuat tanpa modal besar atau saham dari para investor kaya.



Ripple pada awal berdirinya dikelola oleh 2 orang seniman muda lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Seni Grafis yang mempunyai visi yang sama dalam memandang sebuah idealisme. Dengan berdasar pada selera pribadi dan semangat mengangkat eksisitensi komunitas lokal. Akhirnya majalah ini mempunyai komunitasnya tersendiri dan terus berkembang sampai dengan saat ini.



Seiring dengan waktu, perkembangan Majalah Ripple sudah menjadi majalah yang cukup diperhitungkan di Indonesia, distribusi yang luas mencakup kota-kota besar di Indonesia dan bermunculannya produk-produk dengan merk “besar” yang menggunakan Ripple sebagai media promosi.



Majalah Ripple telah membawa beberapa nama musisi dan seniman lokal seperti Mocca, Rocket Rockers, Koil ke atas permukaan sehingga mereka di kenal dan karyanya diapresiasi oleh banyak orang. Bukan karena tampilan fisik tetapi karena kualitas musik dan performance yang “mendobrak” .


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationJ
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id