Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Sospol > Ilmu_Komunikasi > 2013

Pemaknaan Homoseksual Dalam Novel Lelaki Terindah (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Djik Tentang Pemaknaan Homoseksual Dalam Novel Lelaki Terindah).

Interprestation Of Homosexual In The Novel The Most Beautiful Man (Critical Discourse Analysis Teun A. Van Dijk about Interpretation Of Homosexuals In The Novel The Most Beautiful Man)

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2013-10-09 16:50:45
By : Saripah Nurhayati, Perpustakaan UNIKOM (pehipeh26@yahoo.com)
Created : 2013-10-09, with 13 files

Keyword : Analisis Wacana Kritis, Teun A Van Dijk, Dimensi teks, Kognisi sosial, Konteks sosial
Url : http://alumni.unikom.ac.id

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis wacana kritis mengenai pemaknaan homoseksual dalam novel Lelaki Terindah. Untuk mengetahuinya maka di sini peneliti membagi ke dalam tiga sub fokus yakni dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian analisis wacana kritis, teknik pengumpulan data yang dipakai adalah dokumentasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan penelusuran data online. Informan yang dipilih sebanyak dua orang, dengan asumsi para informan mengetahui banyak informasi tentang teks yang akan diteliti.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam dimensi teks pemilihan kata, bahasa, maupun kalimat yang dipakai oleh Andrei Aksana menunjukan bahwa homoseksual dianggap sebagai penyimpangan sosial dan melanggar norma yang ada di Indonesia sehingga homoseksual dimaknai sebagai perbuatan negatif yang tidak dapat diterima masyarakat. Dimensi kognisi sosial Andrei Aksana menunjukan bahwa Andrei Aksana hidup dan tinggal di tempat dimana masyarakatnya masih menjungjung tinggi dan menjaga norma agama yang menyebabkan adanya pendiskriminasian kepada kaum homoseksual. Konteks sosial, dimana wacana yang berkembang di masyarakat mengenai pemaknaan homoseksual dipengaruhi oleh norma-norma yang ada di masyarakat, hal itu yang menyebabkan homoseksual dimaknai sebagai sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Simpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pemaknaan homoseksual di negara Indonesia masih dimaknai sebagai hal yang negatif, hal tabu dan menyalahi norma-norma yang berlaku. Selain itu juga, homoseksual sendiri dimaknai sebagai prilaku yang menyimpan yang terjadi dalam masyarakat. Saran dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pemerintah sebaiknya tidak menutup mata dengan adanya keberadaan homoseksual dan tidak membiarkan prilaku tersebut meluas dalam masyarakat.

Description Alternative :

This study aims to determine the meaning of the definition of homosexual in the most beautiful man. To figure it out then the researcher divvided into three sub focus: the dimention text, social cognition and sosial context.This research uses qualitative approaches with critical discourse analysis, of research methods, data collection technique used were the documentation in-depth interview studies, librariay research, and searching online data. The informants was chosen by two people, the assumption the informants know a lot of information about the text that will be examined. The research results showed the dimensions text of word choice, sentence, or the language used by Andrei Aksana show that homosexuals are considered social distortion and breaking the norm that exists in Indonesia that is meant as a negative Act homosexuals are not acceptable in society. Dimensions of social cognition Andrei Aksana show that Andrei Aksana is alive and living in a place where the community is still high and keep the menjungjung norm of religious causes of pendiskriminasian to homosexuals. Social context, where the discourse that developed in the community regarding the definition of homosexual are affected by existing norms in a society, it was causing homosexuals is meant as something that is taboo to talk about.The conclusions from this study indicate that the definition of the homosexuals in Indonesia was still meant as a negative thing, it was taboo and contrary to the prevailing norms. In addition, homosexual itself is meant as a behavior that keep happening in society. The Suggestions in this study was the community and the Government should not turn a blind eye to the existence of homosexual existence and not let such behaviour widespread in society

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id