Print ...

Contributor...

  • Rifiati Safariah, ST., MT., Editor:

Downnload...

Path: Top > S1-Final_Project > Fakultas_Teknik_dan_Ilmu_Komputer > Teknik_Perencanaan_Wilayah_dan_Kota > 2008

KAJIAN KLASTER INDUSTRI TAHU DI KAWASAN CIBUNTU DENGAN MODEL DIAMOND PORTER

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2010-03-02 14:48:31
By : THERESIA ESSY. Y.A. ; NIM 10602009, Perpustakaan UNIKOM
Created : 2008-12-19, with 5 files

Keyword : KLASTER INDUSTRI, TAHU, KAWASAN CIBUNTU

Kawasan Cibuntu adalah salah satu kawasan yang terletak di Kota Bandung yang berada di Kelurahan Babakan, merupakan kawasan industri tahu yang produktif. Hal ini disebabkan oleh kondisi daerah yang awalnya dihuni oleh pendatang yang berasal dari Daerah Cina sejak tahun 1950-an dan kemudian mendirikan pabrik tahu sebagai mata pencaharian. Hingga kini, Kawasan Cibuntu terus bergelut dengan produksi tahu, hingga hampir 90% penduduknya mengais rejeki dari makanan tahu ini.



Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik klaster industri tahu di Kawasan Cibuntu sebagai upaya pengembangan IKM Tahu Cibuntu. Hal ini untuk mengetahui karakteristik dari IKM Tahu Cibuntu yang mana sangat memberi pengaruh terhadap Kawasan Cibuntu dan daerah sekitarnya.



Kondisi Industri Tahu Cibuntu sangat memungkinkan untuk pengembangan industri secara klaster, karena klaster industri dapat meningkatkan hubungan antar berbagai industri dan lembaga yang terkait dalam klaster secara mengelompok. Dari beberapa model klaster yang ada, Model Diamond Porter adalah model yang paling cocok diterapkan karena dalam pelaksanaan segala proses kegiatan yang dilakukan tidak dibatasi oleh batasan geografis.



Industri Tahu Cibuntu dikelompokkan menjadi tiga skala yaitu skala mikro, kecil dan menengah. Keberadaan industri inti tahu di Kawasan Cibuntu ini membutuhkan dukungan beberapa variabel yaitu kondisi faktor, permintaan pasar akan industri tahu, industri pendukung dan usaha/lembaga terkait serta peran perubahan dan peran pemerintah. Keberadaan industri tahu di Kawasan Cibuntu ini memberikam pengaruh yaitu pengaruh positif berupa multiplayer efek dan pengaruh negatif berupa kerusakan lingkungan fisik.



Dalam pengembangan IKM Tahu Cibuntu ini ada beberapa masalah/kendala yang dihadapi berupa ketidak tersediaan bahan baku dan kurangnya modal usaha, oleh karena itu pengembangan IKM Tahu Cibuntu dengan pendekatan klaster bisa menciptakan kekuatan industri dalam bentuk saling ketergantungan guna melengkapi kendala yang terdapat di IKM Tahu Cibuntu demi kemajuan Kawasan Cibuntu.

Description Alternative :

Kawasan Cibuntu adalah salah satu kawasan yang terletak di Kota Bandung yang berada di Kelurahan Babakan, merupakan kawasan industri tahu yang produktif. Hal ini disebabkan oleh kondisi daerah yang awalnya dihuni oleh pendatang yang berasal dari Daerah Cina sejak tahun 1950-an dan kemudian mendirikan pabrik tahu sebagai mata pencaharian. Hingga kini, Kawasan Cibuntu terus bergelut dengan produksi tahu, hingga hampir 90% penduduknya mengais rejeki dari makanan tahu ini.



Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik klaster industri tahu di Kawasan Cibuntu sebagai upaya pengembangan IKM Tahu Cibuntu. Hal ini untuk mengetahui karakteristik dari IKM Tahu Cibuntu yang mana sangat memberi pengaruh terhadap Kawasan Cibuntu dan daerah sekitarnya.



Kondisi Industri Tahu Cibuntu sangat memungkinkan untuk pengembangan industri secara klaster, karena klaster industri dapat meningkatkan hubungan antar berbagai industri dan lembaga yang terkait dalam klaster secara mengelompok. Dari beberapa model klaster yang ada, Model Diamond Porter adalah model yang paling cocok diterapkan karena dalam pelaksanaan segala proses kegiatan yang dilakukan tidak dibatasi oleh batasan geografis.



Industri Tahu Cibuntu dikelompokkan menjadi tiga skala yaitu skala mikro, kecil dan menengah. Keberadaan industri inti tahu di Kawasan Cibuntu ini membutuhkan dukungan beberapa variabel yaitu kondisi faktor, permintaan pasar akan industri tahu, industri pendukung dan usaha/lembaga terkait serta peran perubahan dan peran pemerintah. Keberadaan industri tahu di Kawasan Cibuntu ini memberikam pengaruh yaitu pengaruh positif berupa multiplayer efek dan pengaruh negatif berupa kerusakan lingkungan fisik.



Dalam pengembangan IKM Tahu Cibuntu ini ada beberapa masalah/kendala yang dihadapi berupa ketidak tersediaan bahan baku dan kurangnya modal usaha, oleh karena itu pengembangan IKM Tahu Cibuntu dengan pendekatan klaster bisa menciptakan kekuatan industri dalam bentuk saling ketergantungan guna melengkapi kendala yang terdapat di IKM Tahu Cibuntu demi kemajuan Kawasan Cibuntu.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationP
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id