Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

IDENTIFIKASI PERFORMANS SAPI MADURA SEBAGAI KARAKTERISTIK SIFAT GENETIK DALAM UPAYA SELEKSI PRODUKTIVITAS TERNAK UNGGUL

Research Report from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:10
By : Indah Prihartini, Dept. of Livestock Product
Created : 2000-08-19, with 1 files

Keyword : perfomance,sapi,madura,produktifitas

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performans bobot badan dan bobot karkas sapi Madura dan untuk menilai apakah sapi Madura layak dijadikan sapi potong.

Penelitian akan dilaksanakan selama 1 bulan yaitu mulai bulan 15 Oktober sampai 15 November 2001 di Rumah Potong Hewan Surabaya.

Materi penelitian adalah sapi Madura yang dipotong di RPH Surabaya berumur antara 3 - 3.5 tahun sebanyak 60 sampel (ekor).

Metode yang digunakan adalah metode survey dan pengambilan data dengan purposive sampling berdasarkan umur tersebut di atas.

Secara umum sapi madura digunakan sebagai ternak kerja dan pejantan yang baik digunakan sebagai sapi kerapan. Dan sapi madura kurang dikembangkan sebagai ternak potong meskipun mempunyai penampilan yang baik sebagai sapi potong yaitu konfirmasi tubuh kompak, padat dan sangat "beef like" dengan presentase karkas dan kualitas karkas yang baik.

Tetapi pertumbuhan sapi madura termasuk lambat dimana pada umur 3 - 4 tahun baru beranak pertama dengan berat mencapai 150 - 180 kg. Disamping itu calving rate hampir 75%, sehingga effisiensi reproduksi sangat rendah.

Dan pola kepemilikan juga menunjukkan luas lahan. Ukuran luas lahan menunjukkan jumlah yang tersedia untuk ternak. Salah satu faktor yang membatasi produktivitas ternak potong di pedesaan adalah ketersediaan pakan yang sangat terbatas.

Disamping itu sapi madura yang dipotong umumnya adalah sapi-sapi yang digunakan dari karapan dan umurnya telah mencapai 3 - 3,5 tahun. Umur merupakan salah satu ukuran waktu pertumbuhan. Sapi potong mengalami pertumbuhan yang cepat pada umur 1 - 2,5 tahun setelah 2,5 tahun sapi mencapai bobot dewasa dan melaksanakan fungsi reproduksi. Pada umur pertumbuhan zat gizi yang dikonsumsi sebenarnya untuk pertumbuhan daging sehingga bobot badan yang dihasilkan tinggi. Dan penggemukkan paling baik pada akhirnya dari pertumbuhan yaitu umur 2 - 2,5 tahun sehingga karkas yang dihasilkan kompak dan baik (Parakkasi, 1995). Tetapi PBB rendah bila sapi digemukkan lebih dari umur 2,5 tahun karena zat gizi untuk fungsi reproduksi sehingga bobot badan akhir yang dihasilkan menjadi rendah sehingga pemeliharaan menjadi tidak efisien.

Bobot badan sapi madura hasil penelitian juga masih lebih rendah di penelitian Moran (1979) yaitu 324,3 kg. Hal ini disebabkan pola pemeliharaan dan pertumbuhan yang lambat dari sapi Madura.

Description Alternative :

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performans bobot badan dan bobot karkas sapi Madura dan untuk menilai apakah sapi Madura layak dijadikan sapi potong.

Penelitian akan dilaksanakan selama 1 bulan yaitu mulai bulan 15 Oktober sampai 15 November 2001 di Rumah Potong Hewan Surabaya.

Materi penelitian adalah sapi Madura yang dipotong di RPH Surabaya berumur antara 3 - 3.5 tahun sebanyak 60 sampel (ekor).

Metode yang digunakan adalah metode survey dan pengambilan data dengan purposive sampling berdasarkan umur tersebut di atas.

Secara umum sapi madura digunakan sebagai ternak kerja dan pejantan yang baik digunakan sebagai sapi kerapan. Dan sapi madura kurang dikembangkan sebagai ternak potong meskipun mempunyai penampilan yang baik sebagai sapi potong yaitu konfirmasi tubuh kompak, padat dan sangat "beef like" dengan presentase karkas dan kualitas karkas yang baik.

Tetapi pertumbuhan sapi madura termasuk lambat dimana pada umur 3 - 4 tahun baru beranak pertama dengan berat mencapai 150 - 180 kg. Disamping itu calving rate hampir 75%, sehingga effisiensi reproduksi sangat rendah.

Dan pola kepemilikan juga menunjukkan luas lahan. Ukuran luas lahan menunjukkan jumlah yang tersedia untuk ternak. Salah satu faktor yang membatasi produktivitas ternak potong di pedesaan adalah ketersediaan pakan yang sangat terbatas.

Disamping itu sapi madura yang dipotong umumnya adalah sapi-sapi yang digunakan dari karapan dan umurnya telah mencapai 3 - 3,5 tahun. Umur merupakan salah satu ukuran waktu pertumbuhan. Sapi potong mengalami pertumbuhan yang cepat pada umur 1 - 2,5 tahun setelah 2,5 tahun sapi mencapai bobot dewasa dan melaksanakan fungsi reproduksi. Pada umur pertumbuhan zat gizi yang dikonsumsi sebenarnya untuk pertumbuhan daging sehingga bobot badan yang dihasilkan tinggi. Dan penggemukkan paling baik pada akhirnya dari pertumbuhan yaitu umur 2 - 2,5 tahun sehingga karkas yang dihasilkan kompak dan baik (Parakkasi, 1995). Tetapi PBB rendah bila sapi digemukkan lebih dari umur 2,5 tahun karena zat gizi untuk fungsi reproduksi sehingga bobot badan akhir yang dihasilkan menjadi rendah sehingga pemeliharaan menjadi tidak efisien.

Bobot badan sapi madura hasil penelitian juga masih lebih rendah di penelitian Moran (1979) yaitu 324,3 kg. Hal ini disebabkan pola pemeliharaan dan pertumbuhan yang lambat dari sapi Madura.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id