Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

PENGARUH FILM TELEVISI DRAGON BALL TERHADAPAGRESI ANAK

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:37
By : SUSIANA ERVINNURRAHMAH (97220258), Dept. of Communication Science
Created : 2002-07-11, with 1 files

Keyword : PENGARUH, FILM ,TELEVISI, DRAGON ,BALL

Kehadiran televisi dalam industri audio visual sebagai sarana informasi sekaligus hiburan memberikan dampak yang bermacam-macam. Saat ini juga muncul banyak sekali film-film televisi, termasuk film kartun anak-anak yang menyajikan adegan kekerasan. Adegan-adegan ini diduga memberikan dampak yang negatif bagi perilaku anak-anak, termasuk tindakan agresi. Film Dragon Ball merupakan salah satu film yang sangat digemari oleh anak-anak yang didalamnya menyajikan banyak sekali adegan kekerasan, baik secara fisik, penyerangan terhadap benda mati dan binatang, menyerang secara verbal (dengan menggunakan kata-kata) maupun perampasan terhadap hak milik orang lain. Tanpa mereka sadari perilaku para tokoh dalam film yang mengarah pada kekerasan tersebut seringkali mereka contoh atau ditiru.

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah ada pengaruh keseringan menonton film televisi Dragon Ball terhadap agresifitas anak? dan variabel yang digunakan adalah: variabel keseringan (X), variabel agresivitas (Y) yang dibagi menjadi: perilaku fisik secara langsung (Y1), menyerang obyek tertentu (Y2), perilaku verbal (Y3) dan merampas hak milik orang lain (Y4). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh keseringan menonton film Dragon Ball terhadap agresifitas anak.

Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peluru yang pernah diungkap kembali oleh Melvin DeFleur yang menganggap khalayak pasif dalam menerima terpaan media dan tidak mampu untuk menolak efek yang ditimbulkannya.

Penelitian ini dilakukan pada siswa SD Ngijon I kecamatan Moyudan kabupaten Sleman. Tipe penelitian ini adalah eksplanasi, sedangkan populasi yang digunakan adalah siswa laki-laki kelas 4-6 SD Ngijon kecamatan Moyudan kabupaten Sleman yang berjumlah 65 anak, dan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket tertutup, dan teknik analisa data menggunakan rumus regresi sederhana:

=

Dari analisa data dapat diketahui bahwa film Dragon Ball berkorelasi (r) sebesar 0,778 terhadap agresivitas anak, dan pada taraf signifikan a = 0,05 (5%) maka ditemukan angka 0,244 sehingga r hitung > r tabel yang berarti ada korelasi positif antara film Dragon Ball dengan agresivitas anak. Untuk pengaruh film Dragon Ball terhadap agresifitas anak ditunjukkan dengan nilai F hitung lebih besar dari F tabel a = 0,05 (5 %) yaitu 96,296 >3,99. Besarnya tingkatan pengaruh yang terjadi antara dua variabel tersebut diketahui dengan melihat nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,605 yang berarti keseringan menonton film Dragon Ball berkontribusi sebesar 60,5% terhadap perilaku agresivitas, dan dari persamaan regresi sebesar Y=44,447-9,093.X dapat diprediksikan bahwa peningkatan 1 nilai frekuensi menonton film Dragon Ball akan menyebabkan peningkatan nilai agresivitas anak sebesar 9,093. Hasil dari analisa data diatas menunjukkan bahwa hasil penelitian ini relevan dengan teori peluru yang pernah diungkapkan kembali oleh Melvin DeFleur.

Description Alternative :

Kehadiran televisi dalam industri audio visual sebagai sarana informasi sekaligus hiburan memberikan dampak yang bermacam-macam. Saat ini juga muncul banyak sekali film-film televisi, termasuk film kartun anak-anak yang menyajikan adegan kekerasan. Adegan-adegan ini diduga memberikan dampak yang negatif bagi perilaku anak-anak, termasuk tindakan agresi. Film Dragon Ball merupakan salah satu film yang sangat digemari oleh anak-anak yang didalamnya menyajikan banyak sekali adegan kekerasan, baik secara fisik, penyerangan terhadap benda mati dan binatang, menyerang secara verbal (dengan menggunakan kata-kata) maupun perampasan terhadap hak milik orang lain. Tanpa mereka sadari perilaku para tokoh dalam film yang mengarah pada kekerasan tersebut seringkali mereka contoh atau ditiru.

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah ada pengaruh keseringan menonton film televisi Dragon Ball terhadap agresifitas anak? dan variabel yang digunakan adalah: variabel keseringan (X), variabel agresivitas (Y) yang dibagi menjadi: perilaku fisik secara langsung (Y1), menyerang obyek tertentu (Y2), perilaku verbal (Y3) dan merampas hak milik orang lain (Y4). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh keseringan menonton film Dragon Ball terhadap agresifitas anak.

Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peluru yang pernah diungkap kembali oleh Melvin DeFleur yang menganggap khalayak pasif dalam menerima terpaan media dan tidak mampu untuk menolak efek yang ditimbulkannya.

Penelitian ini dilakukan pada siswa SD Ngijon I kecamatan Moyudan kabupaten Sleman. Tipe penelitian ini adalah eksplanasi, sedangkan populasi yang digunakan adalah siswa laki-laki kelas 4-6 SD Ngijon kecamatan Moyudan kabupaten Sleman yang berjumlah 65 anak, dan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket tertutup, dan teknik analisa data menggunakan rumus regresi sederhana:

=

Dari analisa data dapat diketahui bahwa film Dragon Ball berkorelasi (r) sebesar 0,778 terhadap agresivitas anak, dan pada taraf signifikan a = 0,05 (5%) maka ditemukan angka 0,244 sehingga r hitung > r tabel yang berarti ada korelasi positif antara film Dragon Ball dengan agresivitas anak. Untuk pengaruh film Dragon Ball terhadap agresifitas anak ditunjukkan dengan nilai F hitung lebih besar dari F tabel a = 0,05 (5 %) yaitu 96,296 >3,99. Besarnya tingkatan pengaruh yang terjadi antara dua variabel tersebut diketahui dengan melihat nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,605 yang berarti keseringan menonton film Dragon Ball berkontribusi sebesar 60,5% terhadap perilaku agresivitas, dan dari persamaan regresi sebesar Y=44,447-9,093.X dapat diprediksikan bahwa peningkatan 1 nilai frekuensi menonton film Dragon Ball akan menyebabkan peningkatan nilai agresivitas anak sebesar 9,093. Hasil dari analisa data diatas menunjukkan bahwa hasil penelitian ini relevan dengan teori peluru yang pernah diungkapkan kembali oleh Melvin DeFleur.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id