Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

PERSEPSI PEGAWAI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN TUBAN TERHADAP PEMBERLAKUAN OTONOMI DAERAH(Studi Tentang Persepsi Pegawai Pemerintahan Daerah Tentang Aspek Keuangan dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:41
By : A Y U D I , (96230049), Dept. of Governmental Science
Created : 2002-08-09, with 1 files

Keyword : PEMBERLAKUAN ,OTONOMI ,DAERAH

Pada bulan-bulan terakhir ini pembahasan tentang otonomi daerah semakin instensif baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hal ini disebabkan otonomi daerah bukan saja menyimpan harapan baru namun lebih dari itu, otonomi juga menyimpan konsekwensi-konsekwensi yang tidak mudah dipecahkan khususnya bagi pemerintah kabupaten sebagai daerah titik berat dari otonomi.

Untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah diperlukan adanyaa kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab di daerah secara proporsional, yang diwujudkan dengan pengaturan, pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah. Sumber perimbangan keuangan pusat dan daerah dilaksanakan atas dasar desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan, adapun sumber-sumber pembiayaan pelaksanan desentralisasi terdiri dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, pinjaman daerah, dan lain-lain penerimaan yang sah. Sumber pendapatan asli daerah merupaakan sumber keuangan daerah yang digali dalam wilayah daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pegawai pemerintahan kabupaten atas diberlakuakannya otonomi, adapun indikator-indikator dari persepsi pegawai pemerintah daerah Kabupaten Tuban mengenai otonomi daerah adalah meliputi : kesiapan aparatur daerah, peningkaatan keuangan khususnya peningkatan PAD, strategi yang diterapkan daerah dalam menggali PAD, dan trobosan yang dilakukan dalam meningkatkan PAD.

Teknik yang di pergunakan daam penelitian ini untuk mendapatkan data dengan teknik pengumpulan data dengan cara kuisioner, wawancara, observasi, dan liberary research yang mana dengan menggunakan metode tersebut bertujuan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan respon, tanggapan dan prilaku nyata.

Penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulakan bahwa berdasarkan persepsi atau tanggapan responden yang berhubungan dengan aspek keuangan dalam pelaksanaan otonomi daerah bisa dibilang siap menjalankan otonomi daerah, karena otonomi daerah mempunyai kewenangan yang luas untuk mengatur rumah tangganya sendiri, meskipun dari segi keuangan dirasa belum menyukupi untuk menjalankan otonomi daerah sehingga pemerintah daerah melakukan trobosan-trobosan untuk mencukupi keuangan daerah dan mereka berharap dana alokasi umum tidak dikurangi atau dihilangkan.

Description Alternative :

Pada bulan-bulan terakhir ini pembahasan tentang otonomi daerah semakin instensif baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hal ini disebabkan otonomi daerah bukan saja menyimpan harapan baru namun lebih dari itu, otonomi juga menyimpan konsekwensi-konsekwensi yang tidak mudah dipecahkan khususnya bagi pemerintah kabupaten sebagai daerah titik berat dari otonomi.

Untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah diperlukan adanyaa kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab di daerah secara proporsional, yang diwujudkan dengan pengaturan, pembagian dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah. Sumber perimbangan keuangan pusat dan daerah dilaksanakan atas dasar desentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan, adapun sumber-sumber pembiayaan pelaksanan desentralisasi terdiri dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, pinjaman daerah, dan lain-lain penerimaan yang sah. Sumber pendapatan asli daerah merupaakan sumber keuangan daerah yang digali dalam wilayah daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pegawai pemerintahan kabupaten atas diberlakuakannya otonomi, adapun indikator-indikator dari persepsi pegawai pemerintah daerah Kabupaten Tuban mengenai otonomi daerah adalah meliputi : kesiapan aparatur daerah, peningkaatan keuangan khususnya peningkatan PAD, strategi yang diterapkan daerah dalam menggali PAD, dan trobosan yang dilakukan dalam meningkatkan PAD.

Teknik yang di pergunakan daam penelitian ini untuk mendapatkan data dengan teknik pengumpulan data dengan cara kuisioner, wawancara, observasi, dan liberary research yang mana dengan menggunakan metode tersebut bertujuan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan respon, tanggapan dan prilaku nyata.

Penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulakan bahwa berdasarkan persepsi atau tanggapan responden yang berhubungan dengan aspek keuangan dalam pelaksanaan otonomi daerah bisa dibilang siap menjalankan otonomi daerah, karena otonomi daerah mempunyai kewenangan yang luas untuk mengatur rumah tangganya sendiri, meskipun dari segi keuangan dirasa belum menyukupi untuk menjalankan otonomi daerah sehingga pemerintah daerah melakukan trobosan-trobosan untuk mencukupi keuangan daerah dan mereka berharap dana alokasi umum tidak dikurangi atau dihilangkan.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id