Print ...

Contributor...

  • Editor: infopus@jiptumm

Path: Top

KEPEMIMPINAN WANITA (Studi Perbandingan Antara Perspektif Mufassir dan Feminis Muslim)

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2003-01-10 10:55:00
By : Ani Dwi Agustina (98110007), Dept. of Tarbiyah
Created : 2002-11-11, with 1 files

Keyword : KEPEMIMPINAN, WANITA, Ani

Salah satu isu yang banyak didiskusikan dalam diskursus feminisme belakangan ini adalah konsep kepemimpinan wanita dalam rumah tangga. Para feminis Muslim menggugat paham kepemimpinan suami dalam rumah tangga yang selama ini sudah mapan di kalangan kaum Muslimin. Bagi mereka, paham yang menempatkan suami sebagai pemimpin rumah tangga tidak sejalan, bahkan bertentangan dengan ide utama feminisme yaitu kesetaraan laki-laki dan wanita di dalam rumah tangga maupun kehidupan sosial bermasyarakat. Sebagai konsekuensi dari konsep kesetaraan laki-laki dan wanita, maka dalam sebuah rumah tangga, status istri setara dengan status suami.

Dalam penulisan skripsi ini permasalahan yang diangkat adalah (1). pandangan para mufassir tentang kepemimpinan wanita, (2). pandangan para feminis Muslim tentang kepemimpinan wanita, (3). serta perbandingan pendapat antara mufassir dan feminis Muslim tentang kepemimpinan wanita.

Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode library research (penelitian kepustakaan) Sedangkan untuk metode analisa data, penulis menggunakan metode deduktif dan komparatif. Dengan sistem penelitian dan metode tersebut, peneliti memberikan penafsiran-penafsiran terhadap gagasan dari sumber acuan umum dan khusus yang telah dideskripsikan, memberikan kritik terhadap serangkaian gagasan tersebut dan melakukan analisis terhadap serangkaian gagasan dari sumber-sumber acuan khusus serta diakhiri dengan penyimpulan hasil penelitian.

Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa, (1) pendapat para mufassir tentang konsep kepemimpinan wanita adalah laki-laki penanggung jawab/pemimpin atas wanita karena berdasarkan dua hal, yaitu; laki-laki dijadikan lebih dari wanita secara kodrati untuk melakukan pekerjaan di luar rumah dan laki-laki dibebani kewajiban memberi nafkah kepada keluarganya. (2) Sedangkan pendapat para feminis Muslim tentang konsep kepemimpinan wanita khususnya dalam memberi makna “qawwam”/pemimpin ini hanya dalam konteks kehidupan rumah tangga, namun dalam bermasyarakat wanita memiliki peluang yang sama dengan kaum pria untuk bersama-sama berkiprah menggali potensinya. Alasan yang mereka kemukakan adalah karena tidak ada nash Al-Qur’an maupun hadits yang melarangnya secara khusus. (3) Adapun perbandingan pendapat antara mufassir dan feminis Muslim menghasilkan perbedaan dan persamaan pandangan. Perbedaan pandangan antara mufassir dan feminis Muslim adalah; para mufassir lebih melihat pada teks/nash Al-Qur’an dalam memberikan penafsiran ayat kepemimpinan wanita, khususnya QS. An-Nisa’/4: 34. Sedangkan para feminis Muslim melihat dan memberi interpretasi melalui kaca pandang yang lebih luas (kontekstual). Persamaan pandangan antara mufassir dan feminis Muslim dalam hal kepemimpinan wanita yang dihubungkan dengan QS. An-Nisa’/4: 34, yaitu obyek kajian keduanya menyangkut dua faktor; Faktor jenis kelamin, khususnya wanita, dan Posisi atau eksistensi.

Description Alternative :

Salah satu isu yang banyak didiskusikan dalam diskursus feminisme belakangan ini adalah konsep kepemimpinan wanita dalam rumah tangga. Para feminis Muslim menggugat paham kepemimpinan suami dalam rumah tangga yang selama ini sudah mapan di kalangan kaum Muslimin. Bagi mereka, paham yang menempatkan suami sebagai pemimpin rumah tangga tidak sejalan, bahkan bertentangan dengan ide utama feminisme yaitu kesetaraan laki-laki dan wanita di dalam rumah tangga maupun kehidupan sosial bermasyarakat. Sebagai konsekuensi dari konsep kesetaraan laki-laki dan wanita, maka dalam sebuah rumah tangga, status istri setara dengan status suami.

Dalam penulisan skripsi ini permasalahan yang diangkat adalah (1). pandangan para mufassir tentang kepemimpinan wanita, (2). pandangan para feminis Muslim tentang kepemimpinan wanita, (3). serta perbandingan pendapat antara mufassir dan feminis Muslim tentang kepemimpinan wanita.

Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode library research (penelitian kepustakaan) Sedangkan untuk metode analisa data, penulis menggunakan metode deduktif dan komparatif. Dengan sistem penelitian dan metode tersebut, peneliti memberikan penafsiran-penafsiran terhadap gagasan dari sumber acuan umum dan khusus yang telah dideskripsikan, memberikan kritik terhadap serangkaian gagasan tersebut dan melakukan analisis terhadap serangkaian gagasan dari sumber-sumber acuan khusus serta diakhiri dengan penyimpulan hasil penelitian.

Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa, (1) pendapat para mufassir tentang konsep kepemimpinan wanita adalah laki-laki penanggung jawab/pemimpin atas wanita karena berdasarkan dua hal, yaitu; laki-laki dijadikan lebih dari wanita secara kodrati untuk melakukan pekerjaan di luar rumah dan laki-laki dibebani kewajiban memberi nafkah kepada keluarganya. (2) Sedangkan pendapat para feminis Muslim tentang konsep kepemimpinan wanita khususnya dalam memberi makna “qawwam”/pemimpin ini hanya dalam konteks kehidupan rumah tangga, namun dalam bermasyarakat wanita memiliki peluang yang sama dengan kaum pria untuk bersama-sama berkiprah menggali potensinya. Alasan yang mereka kemukakan adalah karena tidak ada nash Al-Qur’an maupun hadits yang melarangnya secara khusus. (3) Adapun perbandingan pendapat antara mufassir dan feminis Muslim menghasilkan perbedaan dan persamaan pandangan. Perbedaan pandangan antara mufassir dan feminis Muslim adalah; para mufassir lebih melihat pada teks/nash Al-Qur’an dalam memberikan penafsiran ayat kepemimpinan wanita, khususnya QS. An-Nisa’/4: 34. Sedangkan para feminis Muslim melihat dan memberi interpretasi melalui kaca pandang yang lebih luas (kontekstual). Persamaan pandangan antara mufassir dan feminis Muslim dalam hal kepemimpinan wanita yang dihubungkan dengan QS. An-Nisa’/4: 34, yaitu obyek kajian keduanya menyangkut dua faktor; Faktor jenis kelamin, khususnya wanita, dan Posisi atau eksistensi.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJIPTUMM
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id