Print ...

Contributor...

  • Editor: infopus@jiptumm

Path: Top

PEREMPUAN DALAM PRODUKSI SIARAN RADIO(Studi Kasus Tentang Akses dan Kontrol Perempuan dalam Proses Produksi Program Siaran Radio Andika Lugas suara, Malang)

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2003-01-18 10:17:00
By : ARIFA YUNIATI ( 97220260), Dept. of Communication Science
Created : 2002-12-20, with 1 files

Keyword : perempuan, radio, program siaran, arifa

Di dalam masyarakat, sukses atau prestasi sudah lama sekali menjadi monopoli kaum laki-laki. Dalam konteks media massa, kebanyakan praktisi yang berkecimpung di dalam penggarapan siaran radio adalah laki-laki. Akhirnya muncul anggapan, bahwa media massa perempuan hanya sekian persen ikut menyumbang dalam gerak dinamika masyarakat. Dalam kasus kebijakan publik industri penyiaran radio di Indonesia masa Orde Baru, terdapat indikasi kuat bahwa negara hanyalah alat dari sekelompok orang yang kuat baik secara politik atau ekonomi. Kebanyakan dari mereka mengunakan kekuasaan untuk mengendalikan industri penyiaran demi kepentingan ekonomi meupun kekuasaan mereka.Data dari Radio Andika Lugas Suara (Andalus) FM menyebutkan, dari 23 orang penyiar radio, 6 diantaranya adalah perempuan. Dengan demikian, Akses atau kesempatan perempuan dalam merambah dunia broadcasting belum cukup besar. Kaum perempuan dianggap tidak mempunyai kemampuan yang memadai untuk berkiprah di media massa, khususnya di bidang broadcasting. Maka setelah masuk ke dalam dunia jurnalistik timbul masalah, bahwa perempuan tidak mempunyai kesempatan cukup besar untuk menentukan posisi di bidang yang dipilihnya. Hal ini mempertegas sudut pandang, bahwa penentu kebijaksanaan di dalam masyarakat yang secara implisit mengatakan bahwa perempuan berperan periferal belaka. Hal ini tidak terlepas dari peran media yang melakukan misinterpretasi terhadap peran-peran yang dipegang kaum perempuan. Guna mengetahui bagaimana aktivitas dan akses perempuan dalam proses produksi program siaran di Radio Andalus FM, maka dilakukanlah penelitian ini.

Adapun beberapa konsep dasar dalam penelitian ini meliputi : 1). Konsep gender yang memuat asumsi bahwa kaum laki-laki maupun perempuan di konstruksikan secara sosial maupun kultural, yang melekat pada kaum perempuan sebagai perempuan yang lemah lembut, cantik, emosional dan keibuan sedangkan konsep laki-laki disimbolkan sebagai laki-laki yang kuat, rasional, jantan dan perkasa 2). Paradigma Struktural Fungsional yang memandang sistem gender sebagai perbedaan fisik antara perempuan dan laki-laki dengan sendirinya membawa peran gender (gender roles) yang berbeda sebagai sesuatu yang diperluksn untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan dalam masyarakat. Paradigma ini memuat asumsi bahwa perempuan melahirkan dan merawat anak ,melakkukan pekerjaan domestik dan mencari nafkah (economic provider) 3). Sedangkan Paradigma Feminis memandang adanya ketimpngan-ketimpangan prilaku terhadap tindakan kaum perempuan, baik yang bersifat struktural maupun kultural, maka pada perkembangan lebih lanjut struktur nilai yang diperjuangkan gerakan ini dikontekstualisasikan sesuai dengan kepentingan sejarah dan tempat gerakan itu muncul. Oleh karenanya konsep gender dipandang sebagai perangkap harapan sosial (social expectations) yang dibuat dan disosialisasikan lewat lingkungan proses belajar. Dan bagaimana kaum feminis memandang bias sek atau seksisme (penelitian yang berbeda atas jenis kelamin ; satu jenis lebih tinggi atas jenis lainnya) telah hidup dalam praktek keilmuan dan metodelogi penlitian sosial.

Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas perempuan dalam akses dan kontrol perempuan dalam proses produksi program siaran di Radio Andalus FM. Guna mengetahui hal tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan menggambarkan secara tepat dan mendalam, detail, akurat, mengenai fakta -fakta, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Hasil penelitian secara kualitatif menunjukkan, bahwa dalam proses produksi program siaran Radio ANDALUS secara keseluruhan masih didominasi oleh laki-laki. Dan implikasinya kebijakan yang begitu sarat dengan pendekatan politis, juga mengakibatkan fungsi radio itu sendiri dalam pembangunan politik yang kurang sempurna. Peran radio dapat dilacak melalu indikator keterlibatan radio swasta yang dikendalikan oleh RRI, dengan cara ikut bergabung dalam siaran berita. Perempuan dalam ruang geraknya masih menempati pada posisi-posisi di bidang administrasi, sekertaris dan penyiar, dimana jabatan sebagai penyiar mudah untuk diduduki karena adanya streotype bahwa suara perempuan enak didengar dan lembut. Dalam akses proses produksi siaran radio ANDALUS perempuan belum mencapai titik maksimal , hal ini dikarenakan beberapa perempuan ini ada yang sudah bersuami dan berprofesi ganda yaitu, sebagai pekerja kantor dan pekerja domestik. sehingga untuk mengikuti program/diklat kepenyiaran maupun reporter mereka mendapat kendala dari suami. Disamping itu juga perempuan tersebut belum dibekali oleh keahlian dibidang reporter sehingga banyak diantaranya yang belum mendapatkan kesempatan untuk melakukan tugasnya diluar kantor. Dalam kontrolnya perempuan ada keterbatasan dalam menggunakan hak wewenangnya untuk memunculkan ide-ide maupun kesempatan yang diberikan pihak atasan. Ini dikarenakan adanya faktor-faktor internal dan eksternal.

Description Alternative :

Di dalam masyarakat, sukses atau prestasi sudah lama sekali menjadi monopoli kaum laki-laki. Dalam konteks media massa, kebanyakan praktisi yang berkecimpung di dalam penggarapan siaran radio adalah laki-laki. Akhirnya muncul anggapan, bahwa media massa perempuan hanya sekian persen ikut menyumbang dalam gerak dinamika masyarakat. Dalam kasus kebijakan publik industri penyiaran radio di Indonesia masa Orde Baru, terdapat indikasi kuat bahwa negara hanyalah alat dari sekelompok orang yang kuat baik secara politik atau ekonomi. Kebanyakan dari mereka mengunakan kekuasaan untuk mengendalikan industri penyiaran demi kepentingan ekonomi meupun kekuasaan mereka.Data dari Radio Andika Lugas Suara (Andalus) FM menyebutkan, dari 23 orang penyiar radio, 6 diantaranya adalah perempuan. Dengan demikian, Akses atau kesempatan perempuan dalam merambah dunia broadcasting belum cukup besar. Kaum perempuan dianggap tidak mempunyai kemampuan yang memadai untuk berkiprah di media massa, khususnya di bidang broadcasting. Maka setelah masuk ke dalam dunia jurnalistik timbul masalah, bahwa perempuan tidak mempunyai kesempatan cukup besar untuk menentukan posisi di bidang yang dipilihnya. Hal ini mempertegas sudut pandang, bahwa penentu kebijaksanaan di dalam masyarakat yang secara implisit mengatakan bahwa perempuan berperan periferal belaka. Hal ini tidak terlepas dari peran media yang melakukan misinterpretasi terhadap peran-peran yang dipegang kaum perempuan. Guna mengetahui bagaimana aktivitas dan akses perempuan dalam proses produksi program siaran di Radio Andalus FM, maka dilakukanlah penelitian ini.

Adapun beberapa konsep dasar dalam penelitian ini meliputi : 1). Konsep gender yang memuat asumsi bahwa kaum laki-laki maupun perempuan di konstruksikan secara sosial maupun kultural, yang melekat pada kaum perempuan sebagai perempuan yang lemah lembut, cantik, emosional dan keibuan sedangkan konsep laki-laki disimbolkan sebagai laki-laki yang kuat, rasional, jantan dan perkasa 2). Paradigma Struktural Fungsional yang memandang sistem gender sebagai perbedaan fisik antara perempuan dan laki-laki dengan sendirinya membawa peran gender (gender roles) yang berbeda sebagai sesuatu yang diperluksn untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan dalam masyarakat. Paradigma ini memuat asumsi bahwa perempuan melahirkan dan merawat anak ,melakkukan pekerjaan domestik dan mencari nafkah (economic provider) 3). Sedangkan Paradigma Feminis memandang adanya ketimpngan-ketimpangan prilaku terhadap tindakan kaum perempuan, baik yang bersifat struktural maupun kultural, maka pada perkembangan lebih lanjut struktur nilai yang diperjuangkan gerakan ini dikontekstualisasikan sesuai dengan kepentingan sejarah dan tempat gerakan itu muncul. Oleh karenanya konsep gender dipandang sebagai perangkap harapan sosial (social expectations) yang dibuat dan disosialisasikan lewat lingkungan proses belajar. Dan bagaimana kaum feminis memandang bias sek atau seksisme (penelitian yang berbeda atas jenis kelamin ; satu jenis lebih tinggi atas jenis lainnya) telah hidup dalam praktek keilmuan dan metodelogi penlitian sosial.

Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas perempuan dalam akses dan kontrol perempuan dalam proses produksi program siaran di Radio Andalus FM. Guna mengetahui hal tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan menggambarkan secara tepat dan mendalam, detail, akurat, mengenai fakta -fakta, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Hasil penelitian secara kualitatif menunjukkan, bahwa dalam proses produksi program siaran Radio ANDALUS secara keseluruhan masih didominasi oleh laki-laki. Dan implikasinya kebijakan yang begitu sarat dengan pendekatan politis, juga mengakibatkan fungsi radio itu sendiri dalam pembangunan politik yang kurang sempurna. Peran radio dapat dilacak melalu indikator keterlibatan radio swasta yang dikendalikan oleh RRI, dengan cara ikut bergabung dalam siaran berita. Perempuan dalam ruang geraknya masih menempati pada posisi-posisi di bidang administrasi, sekertaris dan penyiar, dimana jabatan sebagai penyiar mudah untuk diduduki karena adanya streotype bahwa suara perempuan enak didengar dan lembut. Dalam akses proses produksi siaran radio ANDALUS perempuan belum mencapai titik maksimal , hal ini dikarenakan beberapa perempuan ini ada yang sudah bersuami dan berprofesi ganda yaitu, sebagai pekerja kantor dan pekerja domestik. sehingga untuk mengikuti program/diklat kepenyiaran maupun reporter mereka mendapat kendala dari suami. Disamping itu juga perempuan tersebut belum dibekali oleh keahlian dibidang reporter sehingga banyak diantaranya yang belum mendapatkan kesempatan untuk melakukan tugasnya diluar kantor. Dalam kontrolnya perempuan ada keterbatasan dalam menggunakan hak wewenangnya untuk memunculkan ide-ide maupun kesempatan yang diberikan pihak atasan. Ini dikarenakan adanya faktor-faktor internal dan eksternal.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJIPTUMM
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id