Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

PRAKTEK PELAPORAN BIAYA SOSIAL DALAM LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN PADA PT. SERBAGUNA PRIMA KEDIRI

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:52
By : DARMIN(98620255), Dept. of Accounting
Created : 2002-12-19, with 3 files

Keyword : pelaporan keuangan tahunan

Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Serbaguna Prima Kediri dengan judul “Praktek Pelaporan Biaya Sosial Dalam Laporan Keuangan Tahunan pada PT. Serbaguna Prima Kediri”.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktek pelaporan biaya-biaya sosial dalam laporan keuangan tahunan perusahaan dan apa pengaruhnya terhadap isi laporan keuangan.

Metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan biaya yang dikeluarkan (outlay cost approach). Pendekatan ini mengungkapkan semua pengeluaran biaya-biaya sosial yang dilakukan perusahaan dalam bentuk satuan uang. Dan menjelaskan praktek dan pengaruh pelaporan biaya-biaya sosial yang dilakukan perusahaan sesuai dengan teori-teori akuntansi sosial.

Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk tanggung jawab sosial sudah dilakukan perusahaan, diantaranya tanggung jawab sosial yang berhubungan dengan tenaga kerja, konsumen, lingkungan, dan kemasyarakatan. Biaya yang dikeluarkan perusahaan terhadap berbagai tanggug jawab sosial tersebut untuk tahun 2001 sebesar Rp. 3.460.869.718 dengan prosentase 63,18% untuk tenaga kerja, 9,14% untuk konsumen, 3,26% untuk lingkungan, dan 24,42% untuk kemasyarakatan. Biaya sosial tersebut diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan perusahaan.

Dari hasil penelitian tersebut, pelaporan biaya sosial dapat berpengaruh terhadap laporan keuangan perusahaan. Pada neraca dapat menambah total aktiva dan total pasiva perusahaan, pada laporan laba rugi dapat menambah total biaya yang pada akhirnya laba yang diperoleh perusahaan mengalami penurunan. Perbedaan perlakuan akuntansi atas pelaporan biaya-biaya sosial mengakibatkan laba perusahaan untuk tahun 2001 mengalami penurunan sebesar Rp. 46.321.550. Penurunan tersebut diakibatkan dari pengadaan pakaian seragam dan pelindung yang dilaporkan dalam laporan laba rugi sebagai komponen biaya gaji dan upah.

Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya pengalokasian biaya-biaya sosial yang ada pada perusahaan tidak langsung dibebankan sebagai biaya, sehingga jumlah biaya yang ditanggung perusahaan tidak akan membengkak yang nantinya akan berpengaruh terhadap laba perusahaan. Dan perusahaan hendaknya mulai mempertimbangkan untuk melaporkan biaya-biaya sosial dalam format pelaporan yang khusus, terpisah dari laporan keuangan utama.

Description Alternative :

Penelitian ini merupakan studi kasus pada PT. Serbaguna Prima Kediri dengan judul “Praktek Pelaporan Biaya Sosial Dalam Laporan Keuangan Tahunan pada PT. Serbaguna Prima Kediri”.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktek pelaporan biaya-biaya sosial dalam laporan keuangan tahunan perusahaan dan apa pengaruhnya terhadap isi laporan keuangan.

Metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan biaya yang dikeluarkan (outlay cost approach). Pendekatan ini mengungkapkan semua pengeluaran biaya-biaya sosial yang dilakukan perusahaan dalam bentuk satuan uang. Dan menjelaskan praktek dan pengaruh pelaporan biaya-biaya sosial yang dilakukan perusahaan sesuai dengan teori-teori akuntansi sosial.

Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk tanggung jawab sosial sudah dilakukan perusahaan, diantaranya tanggung jawab sosial yang berhubungan dengan tenaga kerja, konsumen, lingkungan, dan kemasyarakatan. Biaya yang dikeluarkan perusahaan terhadap berbagai tanggug jawab sosial tersebut untuk tahun 2001 sebesar Rp. 3.460.869.718 dengan prosentase 63,18% untuk tenaga kerja, 9,14% untuk konsumen, 3,26% untuk lingkungan, dan 24,42% untuk kemasyarakatan. Biaya sosial tersebut diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan perusahaan.

Dari hasil penelitian tersebut, pelaporan biaya sosial dapat berpengaruh terhadap laporan keuangan perusahaan. Pada neraca dapat menambah total aktiva dan total pasiva perusahaan, pada laporan laba rugi dapat menambah total biaya yang pada akhirnya laba yang diperoleh perusahaan mengalami penurunan. Perbedaan perlakuan akuntansi atas pelaporan biaya-biaya sosial mengakibatkan laba perusahaan untuk tahun 2001 mengalami penurunan sebesar Rp. 46.321.550. Penurunan tersebut diakibatkan dari pengadaan pakaian seragam dan pelindung yang dilaporkan dalam laporan laba rugi sebagai komponen biaya gaji dan upah.

Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya pengalokasian biaya-biaya sosial yang ada pada perusahaan tidak langsung dibebankan sebagai biaya, sehingga jumlah biaya yang ditanggung perusahaan tidak akan membengkak yang nantinya akan berpengaruh terhadap laba perusahaan. Dan perusahaan hendaknya mulai mempertimbangkan untuk melaporkan biaya-biaya sosial dalam format pelaporan yang khusus, terpisah dari laporan keuangan utama.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id