Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

Analisa Trend Produksi, Konsumsi dan Impor Gula Indonesia

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:36
By : EDI HARTONO (93720136), Dept. of Agribusiness
Created : 2002-07-09, with 1 files

Keyword : Konsumsi, Impor, Gula ,Indonesia

Gula merupakan salah satu sumber kalori dalam struktur konsumsi masyarakat selain bahan pangan. Pentingnya gula bagi masyarakat di Indonesia tercermin pada kebijakan pemerintah yang menetapkan bahwa gula pasir adalah salah satu dari sembilan bahan pokok kebutuhan rakyat banyak. Kebijakan pemerintah ini membawa konsekuensi yang cukup kompleks, karena pemerintah harus mengupayakan ketersediaan gula secara merata serta mudah diperoleh masyarakat dengan harga yang layak.

Namun fakta yang terjadi saat ini, kebutuhan gula terus meningkat sementara produksi gula dalam negeri tidak mampu mencukupinya sehingga impor gula tidak dapat dihindarkan. Yang menjadi permasalahan adalah apabila impor gula membanjir akan menimbulkan masalah bagi industri gula nasional serta bagi devisa negara.

Secara umum, kondisi pergulaan nasional paling tidak memiliki tiga persoalan utama. Pertama, rendahnya harga beli gula bagi produksi petani karena rendahnya harga gula dipasaran dunia. Kedua, rendahnya produktivitas pabrik gula dan banyak yang tidak efisien. Ketiga, perkembangan industri gula nasional terus merosot.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meninggkatkan produktivitas gula dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan gula dan tidak tergantung secara terus-menerus pada gula impor. Namun kenyataannya produksi gula nasional belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi gula dalam negeri sehingga gula impor masih terus diperlukan. Oleh karena itu diadakanlah penelitihan ini yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan produksi, konsumsi dan impor gula di Indonesia sejak tahun 1991/1992 sampai tahun 2000/2001 serta untuk mengetahui upaya-upaya pengembangan dan peningkatan produksi gula nasional guna memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga dengan produksi gula dari tahun ke tahun yang cenderung menurun dan peningkatan konsumsi gula seiring dengan perkembangan penduduk dan perkembangan industri makanan dan minuman yang menggunakan gula, akan meningkatan impor gula ke Indonesia.

Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data yang diambil yaitu pada tingkat nasional, dimana data-data tersebut diperoleh dan laporan-laporan yang ada pada instansi-instansi pemerintah seperti P3GI, SDGI dan BULOG serta beberapa informasi yang didapatkan dari biro-biro pelayanan yang berkaitan dengan gula seperti Sugar Information dan Assosiasi Gula Indonesia.

Analisa data menggunakan analisa trend dengan persamaan garis y = a bx, dimana y = nilai produksi/konsumsi/impor, a = intersep, b = slope/kemiringan dan x = unit waktu serta uji t. Dimana dari hasil analisa trend dan uji t didapatkan bahwa produksi gula di Indonesia mengalami penurunan dimana trend produksi gula menunjukkan penurunan yang signifikan dengan slope atau kemiringan negatif sebesar –44.328,695 ton dan laju pertumbuhan tiap tahun sebesar –2,14%. Dan perkembangan konsumsi gula di Indonesia dari tahun 1991/1992 sampai tahun 2000/2001 mengalami kenaikan dengan slope/kemiringan positif sebesar 61.186 ton dan trend konsumsi gula di Indonesia menunjukkan kenaikan yang signifikan dengan laju pertumbuhan tiap tahunnya sebesar 2.03%. Sedangkan perkembangan impor gula di Indonesia juga mengalami kenaikan dengan slope/kemiringan positif sebesar 116.535,839 ton dimana trend impor gula di Indonesia menunjukkan kenaikan yang signifikan dengan laju pertumbuhan tiap tahunnya sebesar 11.94%.

Melihat hasil penelitian dan pembahasan dapat dilihat bahwa trend produksi gula mengalami penurunan yang signifikan berlawanan dengan trend konsumsi gula yang mengalami kenaikan secara signifikan sehingga mengakibatkan peningkatan impor gula dari tahun ke tahun secara signifikan. Dengan adanya penurunan produksi gula nasional yang ditandai dengan rendahnya produktivitas dan efisiensi produksi mendorong pemerintah melakukan upaya dan untuk mengatasinya. Untuk mengantisipasi trend penurunan produksi gula di Indonesia agar menyamai trend peningkatan konsumsi gula maka upaya-upaya alternatif yang dapat dilakukan untuk penyelamatan dan pengembangan industri gula nasional antara lain adalah efisiensi usaha tani tebu, peningkatan efisiensi pabrik gula, penyatuan unit produksi dan usaha tani tebu dalam satu manajemen, mempertahankan Pabrik Gula di P. Jawa yang efisien dan produktif, serta membangun industri gula di luar Jawa secara bertahap.

Description Alternative :

Gula merupakan salah satu sumber kalori dalam struktur konsumsi masyarakat selain bahan pangan. Pentingnya gula bagi masyarakat di Indonesia tercermin pada kebijakan pemerintah yang menetapkan bahwa gula pasir adalah salah satu dari sembilan bahan pokok kebutuhan rakyat banyak. Kebijakan pemerintah ini membawa konsekuensi yang cukup kompleks, karena pemerintah harus mengupayakan ketersediaan gula secara merata serta mudah diperoleh masyarakat dengan harga yang layak.

Namun fakta yang terjadi saat ini, kebutuhan gula terus meningkat sementara produksi gula dalam negeri tidak mampu mencukupinya sehingga impor gula tidak dapat dihindarkan. Yang menjadi permasalahan adalah apabila impor gula membanjir akan menimbulkan masalah bagi industri gula nasional serta bagi devisa negara.

Secara umum, kondisi pergulaan nasional paling tidak memiliki tiga persoalan utama. Pertama, rendahnya harga beli gula bagi produksi petani karena rendahnya harga gula dipasaran dunia. Kedua, rendahnya produktivitas pabrik gula dan banyak yang tidak efisien. Ketiga, perkembangan industri gula nasional terus merosot.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meninggkatkan produktivitas gula dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan gula dan tidak tergantung secara terus-menerus pada gula impor. Namun kenyataannya produksi gula nasional belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi gula dalam negeri sehingga gula impor masih terus diperlukan. Oleh karena itu diadakanlah penelitihan ini yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan produksi, konsumsi dan impor gula di Indonesia sejak tahun 1991/1992 sampai tahun 2000/2001 serta untuk mengetahui upaya-upaya pengembangan dan peningkatan produksi gula nasional guna memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga dengan produksi gula dari tahun ke tahun yang cenderung menurun dan peningkatan konsumsi gula seiring dengan perkembangan penduduk dan perkembangan industri makanan dan minuman yang menggunakan gula, akan meningkatan impor gula ke Indonesia.

Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data yang diambil yaitu pada tingkat nasional, dimana data-data tersebut diperoleh dan laporan-laporan yang ada pada instansi-instansi pemerintah seperti P3GI, SDGI dan BULOG serta beberapa informasi yang didapatkan dari biro-biro pelayanan yang berkaitan dengan gula seperti Sugar Information dan Assosiasi Gula Indonesia.

Analisa data menggunakan analisa trend dengan persamaan garis y = a bx, dimana y = nilai produksi/konsumsi/impor, a = intersep, b = slope/kemiringan dan x = unit waktu serta uji t. Dimana dari hasil analisa trend dan uji t didapatkan bahwa produksi gula di Indonesia mengalami penurunan dimana trend produksi gula menunjukkan penurunan yang signifikan dengan slope atau kemiringan negatif sebesar –44.328,695 ton dan laju pertumbuhan tiap tahun sebesar –2,14%. Dan perkembangan konsumsi gula di Indonesia dari tahun 1991/1992 sampai tahun 2000/2001 mengalami kenaikan dengan slope/kemiringan positif sebesar 61.186 ton dan trend konsumsi gula di Indonesia menunjukkan kenaikan yang signifikan dengan laju pertumbuhan tiap tahunnya sebesar 2.03%. Sedangkan perkembangan impor gula di Indonesia juga mengalami kenaikan dengan slope/kemiringan positif sebesar 116.535,839 ton dimana trend impor gula di Indonesia menunjukkan kenaikan yang signifikan dengan laju pertumbuhan tiap tahunnya sebesar 11.94%.

Melihat hasil penelitian dan pembahasan dapat dilihat bahwa trend produksi gula mengalami penurunan yang signifikan berlawanan dengan trend konsumsi gula yang mengalami kenaikan secara signifikan sehingga mengakibatkan peningkatan impor gula dari tahun ke tahun secara signifikan. Dengan adanya penurunan produksi gula nasional yang ditandai dengan rendahnya produktivitas dan efisiensi produksi mendorong pemerintah melakukan upaya dan untuk mengatasinya. Untuk mengantisipasi trend penurunan produksi gula di Indonesia agar menyamai trend peningkatan konsumsi gula maka upaya-upaya alternatif yang dapat dilakukan untuk penyelamatan dan pengembangan industri gula nasional antara lain adalah efisiensi usaha tani tebu, peningkatan efisiensi pabrik gula, penyatuan unit produksi dan usaha tani tebu dalam satu manajemen, mempertahankan Pabrik Gula di P. Jawa yang efisien dan produktif, serta membangun industri gula di luar Jawa secara bertahap.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id