Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

JARINGAN KOMUNIKASI TENTANG PENGGUNAAN SABU-SABU DI KALANGAN REMAJA(Studi pada Remaja yang Mangkal di Rental VCD”X” desa Kalitengah, kec. Tanggulangin, kab. Sidoarjo)

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:37
By : FARIDA ARIYANI(97220004 ), Dept. of Social Welfare Science
Created : 2002-07-11, with 6 files

Keyword : jaringan komunikasi,sabu-sabu,remaja

Komunikasi adalah proses individu mengirimkan stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkahlaku orang lain. Berdasarkan definisi di atas mengandung makna bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh perilaku manusia lain, halnya dengan remaja yang menggunakan sabu-sabu dapat mempengaruhi remaja lain yang tidak menggunakan sabu-sabu (Hawari, 1999). Keterlibatan remaja untuk menggunakan sabu-sabu dipicu oleh banyak hal antara lain mereka tidak ingin diperhatikan di sekolahnya, mereka ingin menentang otoritas guru dan orangtua. Selain itu ada faktor yang mendorong keterlibatan remaja untuk menggunakan sabu-sabu adalah karena bujukkan teman dan mudahnya mendapatkan sabu-sabu (banyak beredar di antara remaja).

Penelitian ini dilakukan di rental VCD”X”, dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang jaringan komunikasi yang ada di antara remaja pengguna sabu-sabu, maka dari itu peneliti merumuskan dengan bagaimanakah jaringan komunikasi yang terbentuk di kalangan remaja pengguna sabu-sabu yang mangkal di rental VCD”X”. Dari hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat akademis, yaitu bagi orang-orang komunikasi, untuk penyuluhan, selain itu ada manfaat praktis untuk menggugah kesadaran pihak-pihak yang berkecimpung di bidang sosial terutama di bidang pemberantasan narkoba.

Hovland, Janis dan Kelly seperti yang diungkapkan oleh Forsdale (1981) adalah ahli Sosiologi Amerika, mengatakan bahwa” , “ Communication is the proses by which an individual transmits stimuly ( Usually verbal ) to modify the behaviour of other individuals”. Dengan kata lain komunikasi adalah proses individu mengirimkan stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai suatu hal. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orang sesamanya terjadi melalui suatu set jalan kecil yang dinamakan jaringan komunikasi. Remaja pengguna sabu-sabu di rental X berinteraksi dalam satu lingkungan, mereka saling tukar pesan dan menyebarkan informasi dengan sesama teman satu kelompok melalui jaringan komunikasinya. Peranan individu dalam sistem komunikasi ditentukan oleh hubungan struktural antara satu individu dengan individu lainnya dalam organisasi.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis Jaringan. Suatu metode yang bertitik tolak dari model komunikasi konvergensi melandas pada teori Cybernetic.Yang teknik analisa datanya menggunakan analisis jaringan data yaitu data jaringan komunikasi yang terdiri dari sosiogram yang mengandung indikasi jenis jaringan, pendapat, arus informasi, anggota jaringan, pemencil, orang yang berposisi sebagai pemuka pendapat, pengikut dari pemuka pendapat, jaringan utama dan sub-subnya.

Jaringan komunikasi yang terbentuk di antara remaja pengguna sabu-sabu yang biasa mangkal di rental VCD”X” merupakan jaringan komunikasi informal, informasi mengalir secara horizontal tanpa memperhatikan posisi. Jaringan komunikasi di antara remaja pengguna sabu-sabu merupakan jaringan komunikasi grapevine, informasi mengalir secara rahasia dan hanya berlaku untuk anggota jaringan. Dalam jaringan komunikasi remaja pemakai sabu-sabu terbentuk suatu pola komunikasi semua saluran yang mana semua remaja dapat mengadakan komunikasi secara bebas dengan demikian mereka melakukan komunikasi dengan leluasa, adapun pola dalam jaringan komunikasi ini adalah lingkaran yaitu semua anggota jaringan tidak memiliki wewenang dan kekuatan yang sama untuk mempengaruhi kelompoknya.

Description Alternative :

Komunikasi adalah proses individu mengirimkan stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkahlaku orang lain. Berdasarkan definisi di atas mengandung makna bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh perilaku manusia lain, halnya dengan remaja yang menggunakan sabu-sabu dapat mempengaruhi remaja lain yang tidak menggunakan sabu-sabu (Hawari, 1999). Keterlibatan remaja untuk menggunakan sabu-sabu dipicu oleh banyak hal antara lain mereka tidak ingin diperhatikan di sekolahnya, mereka ingin menentang otoritas guru dan orangtua. Selain itu ada faktor yang mendorong keterlibatan remaja untuk menggunakan sabu-sabu adalah karena bujukkan teman dan mudahnya mendapatkan sabu-sabu (banyak beredar di antara remaja).

Penelitian ini dilakukan di rental VCD”X”, dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang jaringan komunikasi yang ada di antara remaja pengguna sabu-sabu, maka dari itu peneliti merumuskan dengan bagaimanakah jaringan komunikasi yang terbentuk di kalangan remaja pengguna sabu-sabu yang mangkal di rental VCD”X”. Dari hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat akademis, yaitu bagi orang-orang komunikasi, untuk penyuluhan, selain itu ada manfaat praktis untuk menggugah kesadaran pihak-pihak yang berkecimpung di bidang sosial terutama di bidang pemberantasan narkoba.

Hovland, Janis dan Kelly seperti yang diungkapkan oleh Forsdale (1981) adalah ahli Sosiologi Amerika, mengatakan bahwa” , “ Communication is the proses by which an individual transmits stimuly ( Usually verbal ) to modify the behaviour of other individuals”. Dengan kata lain komunikasi adalah proses individu mengirimkan stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai suatu hal. Ciptaan dan pertukaran pesan dari orang sesamanya terjadi melalui suatu set jalan kecil yang dinamakan jaringan komunikasi. Remaja pengguna sabu-sabu di rental X berinteraksi dalam satu lingkungan, mereka saling tukar pesan dan menyebarkan informasi dengan sesama teman satu kelompok melalui jaringan komunikasinya. Peranan individu dalam sistem komunikasi ditentukan oleh hubungan struktural antara satu individu dengan individu lainnya dalam organisasi.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis Jaringan. Suatu metode yang bertitik tolak dari model komunikasi konvergensi melandas pada teori Cybernetic.Yang teknik analisa datanya menggunakan analisis jaringan data yaitu data jaringan komunikasi yang terdiri dari sosiogram yang mengandung indikasi jenis jaringan, pendapat, arus informasi, anggota jaringan, pemencil, orang yang berposisi sebagai pemuka pendapat, pengikut dari pemuka pendapat, jaringan utama dan sub-subnya.

Jaringan komunikasi yang terbentuk di antara remaja pengguna sabu-sabu yang biasa mangkal di rental VCD”X” merupakan jaringan komunikasi informal, informasi mengalir secara horizontal tanpa memperhatikan posisi. Jaringan komunikasi di antara remaja pengguna sabu-sabu merupakan jaringan komunikasi grapevine, informasi mengalir secara rahasia dan hanya berlaku untuk anggota jaringan. Dalam jaringan komunikasi remaja pemakai sabu-sabu terbentuk suatu pola komunikasi semua saluran yang mana semua remaja dapat mengadakan komunikasi secara bebas dengan demikian mereka melakukan komunikasi dengan leluasa, adapun pola dalam jaringan komunikasi ini adalah lingkaran yaitu semua anggota jaringan tidak memiliki wewenang dan kekuatan yang sama untuk mempengaruhi kelompoknya.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id