Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

ANALISA PENETAPAN TARIF KAMAR RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAB. REMBANG

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:53
By : Ifada Nurhayati(97620397, Dept. of Accounting
Created : 2002-12-26, with 7 files

Keyword : analisa penetapan tarif

Penelitian ini merupakan studi kasus pada RSUD Kabupaten Rembang dengan judul “Analisa Penetapan Tarif Kamar Rawat Inap Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Rembang”.

Alat analisa yang digunakan untuk mengetahui apakah dengan penetapan tarif yang baru akan dapat menutup biaya operasional yang selama ini dikeluarkan oleh unit rawat inap RSUD Kabupaten Rembang menggunakan analisis break event point dan cost plus pricing.

Hasil perhitungan dengan analisis break event point untuk kelas Utama A sebesar Rp. 35.164,748, kelas Utama B = Rp. 28.474,74, kelas I A = Rp. 21.019,165, kelas I B = Rp. 15.989,11, kelas II A = Rp. 11.658,485, kelas II B = Rp. 10.662,407, kelas III A = Rp. 6.983,543, dan kelas III B = Rp. 5.265,69 sedangkan hasil perhitungan dengan cost plus pricing dapat diperoleh untuk kelas Utama A sebesar Rp. 43.238,6802, kelas Utama B = Rp. 35.012,631, kelas I A = Rp.25.845,23, kelas I B = Rp.19.660,257, kelas II A = Rp.12.586,535, kelas II B = Rp. 11.511,167, kelas III A = Rp. 6.983,543, serta kelas III B = Rp. 5.265,69. Hasil perhitungan ini merupakan tarif rawat inap pasien per hari.

Dari hasil analisis break event point dan cost plus pricing, maka penetapan tarif dengan menggunakan analisa break event point akan diperoleh harga pokok tarif rawat inap dimana rumah sakit dalam posisi yang tidak rugi dan tidak laba, sedangkan dengan cost plus pricing rumah sakit akan mendapat keuntungan dengan laba yang ditambahkan pada harga pokoknya.

Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya rumah sakit lebih banyak menggunakan cost plus pricing dalam penetapan tarif pelayanan jasanya, sepanjang hal tersebut dapat dilakukan.

Description Alternative :

Penelitian ini merupakan studi kasus pada RSUD Kabupaten Rembang dengan judul “Analisa Penetapan Tarif Kamar Rawat Inap Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Rembang”.

Alat analisa yang digunakan untuk mengetahui apakah dengan penetapan tarif yang baru akan dapat menutup biaya operasional yang selama ini dikeluarkan oleh unit rawat inap RSUD Kabupaten Rembang menggunakan analisis break event point dan cost plus pricing.

Hasil perhitungan dengan analisis break event point untuk kelas Utama A sebesar Rp. 35.164,748, kelas Utama B = Rp. 28.474,74, kelas I A = Rp. 21.019,165, kelas I B = Rp. 15.989,11, kelas II A = Rp. 11.658,485, kelas II B = Rp. 10.662,407, kelas III A = Rp. 6.983,543, dan kelas III B = Rp. 5.265,69 sedangkan hasil perhitungan dengan cost plus pricing dapat diperoleh untuk kelas Utama A sebesar Rp. 43.238,6802, kelas Utama B = Rp. 35.012,631, kelas I A = Rp.25.845,23, kelas I B = Rp.19.660,257, kelas II A = Rp.12.586,535, kelas II B = Rp. 11.511,167, kelas III A = Rp. 6.983,543, serta kelas III B = Rp. 5.265,69. Hasil perhitungan ini merupakan tarif rawat inap pasien per hari.

Dari hasil analisis break event point dan cost plus pricing, maka penetapan tarif dengan menggunakan analisa break event point akan diperoleh harga pokok tarif rawat inap dimana rumah sakit dalam posisi yang tidak rugi dan tidak laba, sedangkan dengan cost plus pricing rumah sakit akan mendapat keuntungan dengan laba yang ditambahkan pada harga pokoknya.

Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis dapat mengimplikasikan bahwa sebaiknya rumah sakit lebih banyak menggunakan cost plus pricing dalam penetapan tarif pelayanan jasanya, sepanjang hal tersebut dapat dilakukan.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id