Print ...

Contributor...

  • Editor: infopus@jiptumm

Path: Top

Corporate Culture di PT INKA Madiun (Studi Kasus pada PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun)

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2003-01-18 10:26:00
By : Invicta Sudjarwati (98220084), Dept. of Communication Science
Created : 2002-12-20, with 1 files

Keyword : Corporate Culture, Invicta

Bidang Public Relations sepuluh tahun terakhir ini, mulai menunjukkan sebagai suatu profesi yang beranjak mandiri. Dilihat dari perkembangan Public Relations selama ini, bidang Public Relations sepertinya akan terbentuk dalam waktu yang relatif singkat. Namun, perkembangan yang relatif singkat ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi Public Relations untuk mampu meningkatkan kerjanya dalam posisinya sebagai “pemacu” kerja karyawan, dan dalam menghadapi segala tantangan serta hambatan yang berhubungan dengan profesinya.

Salah satu dari bidang kajian Public Relations adalah corporate culture atau budaya perusahaan. Budaya perusahaan merupakan suatu proses komunikasi yang mana mempunyai tujuan merubah perilaku ataupun mengarahkan perusahaan kepada suatu tingkah laku yang diinginkan demi tercapainya tujuan perusahaan.

Budaya merupakan tema yang tidak pernah berhenti dan habis untuk dibicarakan. Karena budaya meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Semua organisasi mempunyai budaya, begitu pula perusahaan, dan tergantung pada kekuatannya, budaya dapat mempunyai pengaruh yang kuat dan penuh makna pada sikap dan perilaku anggota organisasi/perusahaan.

Beberapa tahun belakangan ini topik yang hangat dibicarakan dalam menganalisis keberhasilan perusahaan besar adalah corporate culture atau budaya perusahaan. Budaya perusahaan atau budaya korporasi berkaitan erat dengan strategi manajemen perusahaan. Strategi ini dirumuskan oleh para pimpinan puncak dengan mengaitkan kedudukan perusahaan dalam lingkungannya. Dengan membentuk budaya yang pas diantara orang-orang di dalam perusahaan, perusahaan akan dapat lebih mudah bersaing meraih keberhasilan. Jika lingkungan sangat kompleks, misalnya, perusahaan perlu didesain fleksibel dan responsif terhadap perubahan lingkungan.

Budaya merujuk kepada nilai-nilai yang dianut bersama oleh orang dalam kelompok dan cenderung bertahan sepanjang waktu bahkan meskipun anggota kelompok sudah berubah. Pengertian-pengertian ini mencakup tentang apa yang penting dalam kehidupan dan dapat sangat bervariasi dalam perusahaan yang berbeda : dalam beberapa hal orang sangat mempedulikan uang, dalam hal yang lain orang sangat mempedulikan inovasi teknologi atau kesejahteraan karyawan. Pada tingkatan ini budaya sangat sukar berubah, sebagian karena anggota kelompok sering tidak sadar akan banyaknya nilai yang mengikat mereka bersama.

Budaya perusahaan yang kuat memberikan pengertian yang jelas kepada karyawan bahwa “sesuatu sedang terjadi disekitar kita”. Budaya dapat menyebabkan kestabilan perusahaan, tetapi dapat juga menjadi rintangan. Setiap perusahaan mempunyai budaya, tergantung dari kekuatannya, budaya dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku dari anggota organisasi.

Budaya perusahaan begitu kuat mempengaruhi kinerja ekonomi perusahaan, entah kearah yang membaik atau kearah yang memburuk. Nilai yang dianut bersama dan aturan tidak tertulis dapat secara mendalam meningkatkan keberhasilan ekonomi perusahaan, atau sebaliknya, mengarah ke kegagalan untuk beradaptasi dengan pasar dan lingkungan yang berubah.

Budaya perusahaan bisa dikatakan sebagai motor penggerak mau dibawa kemana perusahaan tersebut. Budaya dapat mempunyai konsekuensi yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan, terutama apabila budaya tersebut kuat. Mereka dapat menggiring perusahaan ke arah tujuan yang diinginkan, namun bisa juga membawa perusahaan ke arah kehancuran. Itu semua tergantung dari penerapan budaya oleh perusahaan.

Mengubah budaya perusahaan bukanlah tugas ringan. Ia memerlukan bertahun-tahun upaya yang ulet dan terkoordinasi. Untuk dapat berhasil, proses perubahan tersebut haruslah mencakup strategi dan taktik. Pertimbangan-pertimbangan strategi mencakup rumusan budaya yang sekarang sedang berlaku dan rumusan budaya masa mendatang yang diinginkan. Sehingga budaya dapat menggambarkan pola atau gaya perilaku suatu organisasi yang mana karyawan baru secara otomatis terdorong untuk mengikuti perilaku sejawatnya.

Penggalian gagasan-gagasan, jalan keluar atau ide yang muncul dan tertanam dalam suatu budaya dapat berasal dari manapun : dari perorangan atau kelompok, dari tingkat bawah atau puncak organisasi. Tetapi dalam perusahaan dengan budaya perusahaan yang kuat, gagasan-gagasan ini tampaknya sering dihubungkan dengan pendiri atau pemimpin awal. Lebih lanjut lagi dalam proses perumusan budaya tidak bisa dilimpahkan hanya pada satu pihak saja. Perumusan tersebut melibatkan berbagai pihak, karena implikasi dari budaya yang akan diterapkan akan berimbas kepada seluruh anggota organisasi. Perumusan budaya harus memandang jiwa dari perusahaan, jiwa tersebut tidak lain adalah insan-insan yang menjalankan mekanisme organisasi/perusahaan. Sehingga penerapan budaya dalam perusahaan menjadi tanggung jawab semua pihak.

Suatu perusahaan akan memerlukan proses waktu, pikiran dan upaya yang cukup lama untuk menerapkan arti dari peranan budaya perusahaan atau budaya korporasi (corporate culture) untuk membangun prestasi, dan produktivitas tinggi, baik bagi perusahaan maupun pekerjanya.

Sudah menjadi tugas setiap perusahaan untuk mengkaji budayanya bukan hanya demi kepentingan posisi kompetitif-nya, tetapi juga karena budaya perusahaan bisnis kitalah yang akan menentukan kekayaan bangsa kita di masa mendatang.

Setiap perusahaan memiliki budaya yang berbeda, tergantung dari ideologi serta falsafah yang diterapkan oleh perusahaan. Namun, setiap budaya yang diterapkan oleh perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yaitu membawa perusahaan kearah kemajuan.

PT INKA sebagai salah satu perusahaan manufaktur kereta api yang berkeinginan menjadi Perusahaan Kelas Dunia, harus bisa meningkatkan produktivitas kerjanya. Tetapi hal tersebut tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi, diantaranya adalah adanya sistem atau perilaku insan INKA yang belum sesuai dengan budaya perusahaan kelas dunia. Untuk beradaptasi dengan lingkungan industri yang kian maju maka harus dilakukan penerapan budaya-budaya baru.

Berlatar belakang hal tersebutlah maka peneliti memilih tema Corporate Culture sebagai bahan penelitian dalam rangka mengkaji budaya-budaya perusahaan yang diterapkan di PT INKA. Peneliti memilih PT Industri Kereta Api (INKA) yang berkedudukan di Madiun sebagai lokasi penelitian.

Description Alternative :

Bidang Public Relations sepuluh tahun terakhir ini, mulai menunjukkan sebagai suatu profesi yang beranjak mandiri. Dilihat dari perkembangan Public Relations selama ini, bidang Public Relations sepertinya akan terbentuk dalam waktu yang relatif singkat. Namun, perkembangan yang relatif singkat ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi Public Relations untuk mampu meningkatkan kerjanya dalam posisinya sebagai “pemacu” kerja karyawan, dan dalam menghadapi segala tantangan serta hambatan yang berhubungan dengan profesinya.

Salah satu dari bidang kajian Public Relations adalah corporate culture atau budaya perusahaan. Budaya perusahaan merupakan suatu proses komunikasi yang mana mempunyai tujuan merubah perilaku ataupun mengarahkan perusahaan kepada suatu tingkah laku yang diinginkan demi tercapainya tujuan perusahaan.

Budaya merupakan tema yang tidak pernah berhenti dan habis untuk dibicarakan. Karena budaya meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Semua organisasi mempunyai budaya, begitu pula perusahaan, dan tergantung pada kekuatannya, budaya dapat mempunyai pengaruh yang kuat dan penuh makna pada sikap dan perilaku anggota organisasi/perusahaan.

Beberapa tahun belakangan ini topik yang hangat dibicarakan dalam menganalisis keberhasilan perusahaan besar adalah corporate culture atau budaya perusahaan. Budaya perusahaan atau budaya korporasi berkaitan erat dengan strategi manajemen perusahaan. Strategi ini dirumuskan oleh para pimpinan puncak dengan mengaitkan kedudukan perusahaan dalam lingkungannya. Dengan membentuk budaya yang pas diantara orang-orang di dalam perusahaan, perusahaan akan dapat lebih mudah bersaing meraih keberhasilan. Jika lingkungan sangat kompleks, misalnya, perusahaan perlu didesain fleksibel dan responsif terhadap perubahan lingkungan.

Budaya merujuk kepada nilai-nilai yang dianut bersama oleh orang dalam kelompok dan cenderung bertahan sepanjang waktu bahkan meskipun anggota kelompok sudah berubah. Pengertian-pengertian ini mencakup tentang apa yang penting dalam kehidupan dan dapat sangat bervariasi dalam perusahaan yang berbeda : dalam beberapa hal orang sangat mempedulikan uang, dalam hal yang lain orang sangat mempedulikan inovasi teknologi atau kesejahteraan karyawan. Pada tingkatan ini budaya sangat sukar berubah, sebagian karena anggota kelompok sering tidak sadar akan banyaknya nilai yang mengikat mereka bersama.

Budaya perusahaan yang kuat memberikan pengertian yang jelas kepada karyawan bahwa “sesuatu sedang terjadi disekitar kita”. Budaya dapat menyebabkan kestabilan perusahaan, tetapi dapat juga menjadi rintangan. Setiap perusahaan mempunyai budaya, tergantung dari kekuatannya, budaya dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku dari anggota organisasi.

Budaya perusahaan begitu kuat mempengaruhi kinerja ekonomi perusahaan, entah kearah yang membaik atau kearah yang memburuk. Nilai yang dianut bersama dan aturan tidak tertulis dapat secara mendalam meningkatkan keberhasilan ekonomi perusahaan, atau sebaliknya, mengarah ke kegagalan untuk beradaptasi dengan pasar dan lingkungan yang berubah.

Budaya perusahaan bisa dikatakan sebagai motor penggerak mau dibawa kemana perusahaan tersebut. Budaya dapat mempunyai konsekuensi yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan, terutama apabila budaya tersebut kuat. Mereka dapat menggiring perusahaan ke arah tujuan yang diinginkan, namun bisa juga membawa perusahaan ke arah kehancuran. Itu semua tergantung dari penerapan budaya oleh perusahaan.

Mengubah budaya perusahaan bukanlah tugas ringan. Ia memerlukan bertahun-tahun upaya yang ulet dan terkoordinasi. Untuk dapat berhasil, proses perubahan tersebut haruslah mencakup strategi dan taktik. Pertimbangan-pertimbangan strategi mencakup rumusan budaya yang sekarang sedang berlaku dan rumusan budaya masa mendatang yang diinginkan. Sehingga budaya dapat menggambarkan pola atau gaya perilaku suatu organisasi yang mana karyawan baru secara otomatis terdorong untuk mengikuti perilaku sejawatnya.

Penggalian gagasan-gagasan, jalan keluar atau ide yang muncul dan tertanam dalam suatu budaya dapat berasal dari manapun : dari perorangan atau kelompok, dari tingkat bawah atau puncak organisasi. Tetapi dalam perusahaan dengan budaya perusahaan yang kuat, gagasan-gagasan ini tampaknya sering dihubungkan dengan pendiri atau pemimpin awal. Lebih lanjut lagi dalam proses perumusan budaya tidak bisa dilimpahkan hanya pada satu pihak saja. Perumusan tersebut melibatkan berbagai pihak, karena implikasi dari budaya yang akan diterapkan akan berimbas kepada seluruh anggota organisasi. Perumusan budaya harus memandang jiwa dari perusahaan, jiwa tersebut tidak lain adalah insan-insan yang menjalankan mekanisme organisasi/perusahaan. Sehingga penerapan budaya dalam perusahaan menjadi tanggung jawab semua pihak.

Suatu perusahaan akan memerlukan proses waktu, pikiran dan upaya yang cukup lama untuk menerapkan arti dari peranan budaya perusahaan atau budaya korporasi (corporate culture) untuk membangun prestasi, dan produktivitas tinggi, baik bagi perusahaan maupun pekerjanya.

Sudah menjadi tugas setiap perusahaan untuk mengkaji budayanya bukan hanya demi kepentingan posisi kompetitif-nya, tetapi juga karena budaya perusahaan bisnis kitalah yang akan menentukan kekayaan bangsa kita di masa mendatang.

Setiap perusahaan memiliki budaya yang berbeda, tergantung dari ideologi serta falsafah yang diterapkan oleh perusahaan. Namun, setiap budaya yang diterapkan oleh perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yaitu membawa perusahaan kearah kemajuan.

PT INKA sebagai salah satu perusahaan manufaktur kereta api yang berkeinginan menjadi Perusahaan Kelas Dunia, harus bisa meningkatkan produktivitas kerjanya. Tetapi hal tersebut tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi, diantaranya adalah adanya sistem atau perilaku insan INKA yang belum sesuai dengan budaya perusahaan kelas dunia. Untuk beradaptasi dengan lingkungan industri yang kian maju maka harus dilakukan penerapan budaya-budaya baru.

Berlatar belakang hal tersebutlah maka peneliti memilih tema Corporate Culture sebagai bahan penelitian dalam rangka mengkaji budaya-budaya perusahaan yang diterapkan di PT INKA. Peneliti memilih PT Industri Kereta Api (INKA) yang berkedudukan di Madiun sebagai lokasi penelitian.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJIPTUMM
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id