Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

ANALISIS BALANCE SCORECARD SEBAGAI STRATEGI PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. TELKOM MALANG

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:52
By : NUR TAUFIQUR ROCHMAN(96620308), Dept. of Accounting
Created : 2002-12-20, with 14 files

Keyword : balance,pengukuran kinerja

Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan judul “ANALISIS BALANCE SCORECARD SEBAGAI STRATEGI PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. TELKOM MALANG”. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran sejauhmana penerapan Balance Scorecard dapat dilaksanakan dalam perusahaan; mengetahui kinerja PT. Telkom malang dengan penerapan Balance Scorecard.

Dalam penelitian ini penulis mengambil hipotesis: Balance Scorecard mempunyai pengaruh yang erat terhadap kinerja manajemen unit bisnis pada masing-masing perspektif.

Alat analisa yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Alat uji yang digunakan untuk menentukan tingkat signifikansi hasil analisis data adalah uji F dan uji T.

Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan dengan menggunakan alat uji F dan uji T menunjukkan bahwa Balance Scorcard mempunyai pengaruh yang erat terhadap kinerja manajemen unit bisnis pada masing- masing persektif. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung sebesar 8,426 yang lebih besar dari F tabel sebesar 3,52. Sehingga terletak di daerah penolakan Ho yang berarti bahwa secara bersama-sama Financial Perspective, Customer Perspective, Internal or Busisness Process dan Learning and Growth Process berpengaruh nyata terhadap kinerja manajemen. Nilai T hitung sebesar 2,123 lebih kecil daripada T tabel sebesar 2,09. sehingga terletak di daerah penolakan Ho yang berarti bahwa masing-masing perspektif dalam BalanceScorecard mempunyai pengaruh yang nyata terhadap kinerja manajemen.

Dari hasil analisis juga dapat di tarik kesimpulan bahwa perspektif yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja manajemen adalah perspektif belajar dan berkembang. Hal ini ditunjukkan dengan koefisisen regresi sebesar 0,546. perspektif yang berpengaruh selanjutnya berturut-turut adalah persektif Internal dengan koefisien regresi 0,501, perspektif keuangan dengan koefisisen regresi 0,499 dan perspektif pelanggan dengan koefisien regresi 0,429.

Berdasarkan simpulan diatas, penulis mengimplikasikan bahwa balance scorecard lebih ditekankan kepada perbaikan yang berkesinambungan (Continous Improvement) bukan hanya mencapai tujuan khusus seperti leba yang optimal. Perbaikan masih harus dilakukan pada perspektif pelanggan dan perspektif belajar dan berkembang. Perspektif pelanggan menjadi sangat penting karena hubugan yang baik dengan pelanggat akan mempengaruhi pencapaian laba optimal perusahaan. Sedangkan perspektif belajar dan berkembang idealnya dilakukan perbaikan kembali karena dengan karyawan yang bisa bekerjasama dan terampil akan semakin meningkatkan kualitas dari karyawan yang selanjutnya akan mempengaruhi tingkat pedapatan perusahaan.

Description Alternative :

Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan judul “ANALISIS BALANCE SCORECARD SEBAGAI STRATEGI PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. TELKOM MALANG”. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran sejauhmana penerapan Balance Scorecard dapat dilaksanakan dalam perusahaan; mengetahui kinerja PT. Telkom malang dengan penerapan Balance Scorecard.

Dalam penelitian ini penulis mengambil hipotesis: Balance Scorecard mempunyai pengaruh yang erat terhadap kinerja manajemen unit bisnis pada masing-masing perspektif.

Alat analisa yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Alat uji yang digunakan untuk menentukan tingkat signifikansi hasil analisis data adalah uji F dan uji T.

Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan dengan menggunakan alat uji F dan uji T menunjukkan bahwa Balance Scorcard mempunyai pengaruh yang erat terhadap kinerja manajemen unit bisnis pada masing- masing persektif. Hal ini ditunjukkan dengan nilai F hitung sebesar 8,426 yang lebih besar dari F tabel sebesar 3,52. Sehingga terletak di daerah penolakan Ho yang berarti bahwa secara bersama-sama Financial Perspective, Customer Perspective, Internal or Busisness Process dan Learning and Growth Process berpengaruh nyata terhadap kinerja manajemen. Nilai T hitung sebesar 2,123 lebih kecil daripada T tabel sebesar 2,09. sehingga terletak di daerah penolakan Ho yang berarti bahwa masing-masing perspektif dalam BalanceScorecard mempunyai pengaruh yang nyata terhadap kinerja manajemen.

Dari hasil analisis juga dapat di tarik kesimpulan bahwa perspektif yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja manajemen adalah perspektif belajar dan berkembang. Hal ini ditunjukkan dengan koefisisen regresi sebesar 0,546. perspektif yang berpengaruh selanjutnya berturut-turut adalah persektif Internal dengan koefisien regresi 0,501, perspektif keuangan dengan koefisisen regresi 0,499 dan perspektif pelanggan dengan koefisien regresi 0,429.

Berdasarkan simpulan diatas, penulis mengimplikasikan bahwa balance scorecard lebih ditekankan kepada perbaikan yang berkesinambungan (Continous Improvement) bukan hanya mencapai tujuan khusus seperti leba yang optimal. Perbaikan masih harus dilakukan pada perspektif pelanggan dan perspektif belajar dan berkembang. Perspektif pelanggan menjadi sangat penting karena hubugan yang baik dengan pelanggat akan mempengaruhi pencapaian laba optimal perusahaan. Sedangkan perspektif belajar dan berkembang idealnya dilakukan perbaikan kembali karena dengan karyawan yang bisa bekerjasama dan terampil akan semakin meningkatkan kualitas dari karyawan yang selanjutnya akan mempengaruhi tingkat pedapatan perusahaan.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id