Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAPPENYELEWENGAN SUAMIANTARA WANITA BEKERJA DAN WANITA TIDAK BEKERJA

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:41
By : RIKA AGUSTINA DWICIPTA (97810099), Dept. of Psychology
Created : 2002-08-10, with 1 files

Keyword : Kecemasan, penyelewengan suami, wanita bekerja dan wanita tidak bekerja.

Penyelewengan suami adalah salah satu problem perkawinan yang bisa mengarah pada perpisahan, dan juga merupakan salah satu bentuk kegagalan perkawinan yang menakutkan dan mencemaskan bagi kaum wanita, baik wanita yang bekerja dan wanita tidak bekerja. Sejauh mana perasaan kecemasan tersebut, setiap wanita mempunyai tingkat kecemasan yang berbeda.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan terhadap penyelewengan suami antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja.

Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang, yang terdiri dari 50 orang wanita bekerja dan 50 orang wanita tidak bekerja, dengan ciri-ciri sampel : wanita yang telah menikah, yang berstatus sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga dengan usia dibawah 40 tahun. Dalam pengambilan sampel ini digunakan teknik purposive sampling.

Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Angket Kecemasan Terhadap Penyelewengan Suami.

Dari hasil analisa data dengan menggunakan T-test diperoleh hasil (X=7,123), dengan P=0,000 yang berarti ada perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan terhadap penyelewengan suami antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja. Untuk nilai rata-rata kecemasan wanita tidak bekerja lebih tinggi yaitu (X= 37,700) dan nilai-nilai rata kecemasan pada wanita bekerja lebih rendah sebesar (X=21,540). Serta dari uji Mean hipotetik (Mh) tingkat kecemasan terhadap penyelewengan suami pada wanita tidak bekerja lebih tinggi.

Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan tingkart kecemasan yang signifikan terhadap penyelewengan suami antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja. Maka untuk mengurangi dan meminimalkan kecemasan tersebut, hendaknya para ibu rumah tangga belajar untuk lebih berpikir dan bersikap realistis dalam menanggapi perasaan-perasaan yang muncul terhadap ketakutan kehilangan yang sifatnya subyektif dengan proses pembelajaran secara bertahap.

Description Alternative :

Penyelewengan suami adalah salah satu problem perkawinan yang bisa mengarah pada perpisahan, dan juga merupakan salah satu bentuk kegagalan perkawinan yang menakutkan dan mencemaskan bagi kaum wanita, baik wanita yang bekerja dan wanita tidak bekerja. Sejauh mana perasaan kecemasan tersebut, setiap wanita mempunyai tingkat kecemasan yang berbeda.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan terhadap penyelewengan suami antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja.

Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang, yang terdiri dari 50 orang wanita bekerja dan 50 orang wanita tidak bekerja, dengan ciri-ciri sampel : wanita yang telah menikah, yang berstatus sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga dengan usia dibawah 40 tahun. Dalam pengambilan sampel ini digunakan teknik purposive sampling.

Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Angket Kecemasan Terhadap Penyelewengan Suami.

Dari hasil analisa data dengan menggunakan T-test diperoleh hasil (X=7,123), dengan P=0,000 yang berarti ada perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan terhadap penyelewengan suami antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja. Untuk nilai rata-rata kecemasan wanita tidak bekerja lebih tinggi yaitu (X= 37,700) dan nilai-nilai rata kecemasan pada wanita bekerja lebih rendah sebesar (X=21,540). Serta dari uji Mean hipotetik (Mh) tingkat kecemasan terhadap penyelewengan suami pada wanita tidak bekerja lebih tinggi.

Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan tingkart kecemasan yang signifikan terhadap penyelewengan suami antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja. Maka untuk mengurangi dan meminimalkan kecemasan tersebut, hendaknya para ibu rumah tangga belajar untuk lebih berpikir dan bersikap realistis dalam menanggapi perasaan-perasaan yang muncul terhadap ketakutan kehilangan yang sifatnya subyektif dengan proses pembelajaran secara bertahap.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id