Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

ANALISA USAHA DAN NILAI TAMBAH BAWANG GORENGStudi Kasus Usaha Bawang Goreng Milik Bapak Sugeng Raharjo di Desa Sumber Rejo Kota Batu

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:56
By : SURYANI ( 97720017), Dept. of Agribusiness
Created : 2002-06-27, with 1 files

Keyword : analisa, usaha, nilai, tambah, bawang, goreng, studi, kasus, suryani

Sektor pertanian dalam wawasan agribisnis dengan perannya dalam perekonomian nasional memberikan beberapa hal yang menunjukan keunggulan yang patut dipertimbangkan dalam pembangunan nasional. Keunggulan tersebut antara lain melihat tingginya nilai tambah agroindustri.

Dengan melihat sifat produk pertanian yang tidak tahan lama maka peran agroindustri sangat diperlukan, misalnya dengan cara pengawetan produk pertanian menjadi produk olahan yang lebih tahan lama dan siap dikonsumsi. Bawang merah termasuk salah satu dari produk pertanian yang perlu langsung di konsumsi atau memerlukan pengolahan terlebih dahulu, sehingga agar penggunaan bawang merah bisa lebih praktis di oerlukan penanganan lebih lanjut.

Harga bawang merah selalu berfluktuasi. Pada panen besar produksi melimpah dan harga bawang merah menjadi rendah, sedangkan pada waktu tertentu produksi rendah sehingga harga bawang merah menjadi tinggi. Untuk mengendalikan harga yang berfluktuasi, perlu dilakukan usaha pengawetan yang mendatangkan keuntungan.

Dari keadaan tersebut di atas maka penelitian ini menitik beratkan permasalahan pada: bagaimana struktur biaya usaha bawang goreng, berapa pendapatan dari usaha bawang goreng, berapa tingkat efisiensi produksi bawang goreng, berapa besar nilai Break Event point dan Break Event Price usaha bawang goreng, dan berapa nilai tambah dari usaha bawang goreng. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui struktur biaya usaha bawang goreng, untuk mengetahui pendapatan dari usaha bawang goreng, untuk mengetahui tingkat efisiensi produksi bawang goreng, dan untuk mengetahui nilai impas atau nilai Break Event Point dan Nilai Break Event Price dari usaha goreng, serta untuk mengetahui nilai tambah dari usaha bawang goreng.

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk: Dapat memberikan informasi tentang struktur biaya, pendapatan, dan nilai tambah dari usaha bawang goreng serta sebagai sumber informasi bagi penelitian selanjutnya.

Daerah penelitian ditentukan dengan sengaja daerah yang dipilih adalah usaha bawang goreng milik Bapak Sugeng Raharjo dengan mempertimbangkan jumlah kapasitas produksinya.

Data yang digunakan adalah data primer, data primer ini diperoleh dari pemilik usaha bawang goreng dengan cara pengamatan dan wawancara langsung, pengamatan di sini dilakukan dalam jenjang waktu tertentu dalam penelitian ini selama 26 hari yang diamati setiap hari. Metode analisa data mengunakan metode analisa kelayakan usaha yang terdiri dari: metode analisa pendapatan, analisa R/C Ratio, analisa BEPq dan analisa BEPr, serta analisa nilai tambah.

Hasil penelitian dilapangan adalah:

1. Usaha bawang goreng milik Pak Sugeng Raharjo setiap harinya mengolah bawang merah, rata-rata 52 Kg, dengan biaya bahan baku rata-rata per hari RP. 173.763,4615. Dengan total bahan baku selama penelitian 1352 Kg. Dan biaya total selama penelitian Rp. 7.054.788,852.

2. Dari total biaya bahan baku sejumlah 1352 Kg, usaha bawang goreng ini memperoleh hasil produksi sebanyak 4.052 ons dengan harga per ons rata-rata RP. 21.353,85. Total penerimaan yang dicapai usaha ini selama penelitian sebesar Rp. 8.696.000 dengan total pendapatan Rp. 1.639.611,148. R/C ratio dari usaha ini adalah 1,233%, BEPQ 125,978 ons dan BEPr Rp1.739,346.

3. Dari Proses perhitungan nilai tambah, didapatkan imbalan tenaga kerja dari usaha ini sebesar 34,29% dan imbalan untuk pengusaha sebanyak 65,714%, Hasil ini menunjukan bahwa usaha ini termasuk usaha padat modal.

Description Alternative :

Sektor pertanian dalam wawasan agribisnis dengan perannya dalam perekonomian nasional memberikan beberapa hal yang menunjukan keunggulan yang patut dipertimbangkan dalam pembangunan nasional. Keunggulan tersebut antara lain melihat tingginya nilai tambah agroindustri.

Dengan melihat sifat produk pertanian yang tidak tahan lama maka peran agroindustri sangat diperlukan, misalnya dengan cara pengawetan produk pertanian menjadi produk olahan yang lebih tahan lama dan siap dikonsumsi. Bawang merah termasuk salah satu dari produk pertanian yang perlu langsung di konsumsi atau memerlukan pengolahan terlebih dahulu, sehingga agar penggunaan bawang merah bisa lebih praktis di oerlukan penanganan lebih lanjut.

Harga bawang merah selalu berfluktuasi. Pada panen besar produksi melimpah dan harga bawang merah menjadi rendah, sedangkan pada waktu tertentu produksi rendah sehingga harga bawang merah menjadi tinggi. Untuk mengendalikan harga yang berfluktuasi, perlu dilakukan usaha pengawetan yang mendatangkan keuntungan.

Dari keadaan tersebut di atas maka penelitian ini menitik beratkan permasalahan pada: bagaimana struktur biaya usaha bawang goreng, berapa pendapatan dari usaha bawang goreng, berapa tingkat efisiensi produksi bawang goreng, berapa besar nilai Break Event point dan Break Event Price usaha bawang goreng, dan berapa nilai tambah dari usaha bawang goreng. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui struktur biaya usaha bawang goreng, untuk mengetahui pendapatan dari usaha bawang goreng, untuk mengetahui tingkat efisiensi produksi bawang goreng, dan untuk mengetahui nilai impas atau nilai Break Event Point dan Nilai Break Event Price dari usaha goreng, serta untuk mengetahui nilai tambah dari usaha bawang goreng.

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk: Dapat memberikan informasi tentang struktur biaya, pendapatan, dan nilai tambah dari usaha bawang goreng serta sebagai sumber informasi bagi penelitian selanjutnya.

Daerah penelitian ditentukan dengan sengaja daerah yang dipilih adalah usaha bawang goreng milik Bapak Sugeng Raharjo dengan mempertimbangkan jumlah kapasitas produksinya.

Data yang digunakan adalah data primer, data primer ini diperoleh dari pemilik usaha bawang goreng dengan cara pengamatan dan wawancara langsung, pengamatan di sini dilakukan dalam jenjang waktu tertentu dalam penelitian ini selama 26 hari yang diamati setiap hari. Metode analisa data mengunakan metode analisa kelayakan usaha yang terdiri dari: metode analisa pendapatan, analisa R/C Ratio, analisa BEPq dan analisa BEPr, serta analisa nilai tambah.

Hasil penelitian dilapangan adalah:

1. Usaha bawang goreng milik Pak Sugeng Raharjo setiap harinya mengolah bawang merah, rata-rata 52 Kg, dengan biaya bahan baku rata-rata per hari RP. 173.763,4615. Dengan total bahan baku selama penelitian 1352 Kg. Dan biaya total selama penelitian Rp. 7.054.788,852.

2. Dari total biaya bahan baku sejumlah 1352 Kg, usaha bawang goreng ini memperoleh hasil produksi sebanyak 4.052 ons dengan harga per ons rata-rata RP. 21.353,85. Total penerimaan yang dicapai usaha ini selama penelitian sebesar Rp. 8.696.000 dengan total pendapatan Rp. 1.639.611,148. R/C ratio dari usaha ini adalah 1,233%, BEPQ 125,978 ons dan BEPr Rp1.739,346.

3. Dari Proses perhitungan nilai tambah, didapatkan imbalan tenaga kerja dari usaha ini sebesar 34,29% dan imbalan untuk pengusaha sebanyak 65,714%, Hasil ini menunjukan bahwa usaha ini termasuk usaha padat modal.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id