Print ...

Contributor...

  • , Editor:

Path: Top

HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN DI PT.PLN (PERSERO) UNIT BISNIS DISTRIBUSI JATIM AREA PELAYANAN MALANG

Undergraduate Theses from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:54
By : WAHYU SUSANTI, Dept. of Psychology
Created : 2002-12-31, with 1 files

Keyword : KELELAHAN KERJA, KEPUASAN KERJA

Dewasa ini kepuasan kerja menjadi hal yang cukup menarik dan penting karena terbukti banyak bermanfaat dan kegunaannya bagi kepentingan umum, industri dan masyarakat. Bagi industri penelitian mengenai kepuasan kerja dalam rangka usaha peningkatan produksi dan pengurangan biaya melalui perbaikan sikap dan tingkah laku karyawannya. Selanjutnya masyarakat tentu akan menikmati hasil kapasitas maksimum dan industri serta naiknya nilai manusia didalam konteks pekerjaan (As’ad, 1998:102).

Menurut Davis dan Newstrom (1990: 107) beranggapan bahwa produktivitas kerja dapat berpengaruh terhadap kepuasan kerja, sebab dengan produktivitas kerja yang tinggi maka kepuasan kerja akan tinggi. Karyawan yang puas boleh jadi adalah karyawan yang berpotensi tinggi, sedang dan rendah.

Penelitian Johnston (dalam Fraser, 1992:55) mengatakan bahwa 62% menyatakan puas terhadap pekerjaannya dengan menilai keramahan dan perhatian pada pekerjaan sebagai sifat yang istimewa.

Kepuasan kerja dapat dikatakan sebagai hasil dari berbagai sikap pekerja terhadap pekerjaannya, faktor-faktor yang berhubungan dengan hal tersebut, antara lain: bagaimana seorang karyawan melakukan reaksi terhadap lingkungan

kerjanya, kesesuaian antara diri individu dengan orang lain, kesesuaian diri

individu dengan kondisi pekerjaan. Kepuasan kerja tidak bisa dilepaskan dari prosedur pemilihan kerja sebelumnya, artinya untuk meningkatkan kepuasan kerja diperlukan adanya kesesuaian kerja dengan tingkat intelegensi, ketrampilan yang memadai dan kepribadian (As’ad, 1998:104).

Strauss dan sayles (dalam Handoko, 1989:196) berpendapat bahwa kepuasan kerja penting untuk aktualisasi diri. Karyawan yang mendapatkan kepuasan kerja biasanya mempunyai catatan kehadiran dan berprestasi kerja lebih baik, terutama dalam menciptakan kondisi yang positif di dalam lingkungan kerja.

Davis (dalam Mangkunegara, 2001:118) mengemukakan bahwa karyawan yang menduduki tingkat pekerjaan yang lebih tinggi cenderung lebih puas, hal ini ditunjukkan dengan kemampuan kerja yang baik dan aktif dalam mengemukakan ide-ide serta kreatif dalam bekerja.

Menurut Handoko (1989:198) kepuasan kerja berhubungan dengann jenjang pekerjaan, sehingga menunjukkan bahwa karyawan dengan jenjang pekerjaan yang lebih tinggi cenderung lebih mendapatkan kepuasan kerja yang tinggi, hal ini ditunjukkan dengan memperoleh kompensasi yang lebih baik, kondisi kerja lebih nyaman dan pekerjaan-pekerjaan mereka memungkinkan penggunaan segala kemampuan yang mereka punyai sehingga mempunyai alasan untuk lebih terpuaskan.

Begitu juga menurut Anoraga dan Widiyanti (1993:59) kepuasan kerja yang tinggi akan dapat diraih oleh pihak perusahaan jika para karyawan memiliki motivasi yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Dengan demikian seorang manejer dalam melaksanakan tugasnya harus bisa memberikan rangsangan atau motivasi agar orang yang ditugaskan tersebut menyukai pekerjaannya, selain itu juga akan menambah rasa bangga, puas, dan senang pada diri karyawan yang bersangkutan. Seperti dalam penelitian Suharti (2000:50) dijelaskan bahwa dengan kepuasan kerja yang tinggi dan motivasi berprestasi yang tinggi maka tingkat kedisiplinan kerja akan tinggi. Hal ini ditunjukkan sebesar 58,99 % tingkat kepuasan kerja terhadap kedisiplinan kerja.

Begitu juga dalam penelitian Junaedi (2001:49) dikatakan bahwa ada hubungan antara kecocokan tipe kepribadian dan model lingkungan kerja dengan kepuasan kerja sebesar 43,35 %, dengan lingkungan kerja yang menyenangkan maka kepuasan kerja karyawan diperkirakan akan meningkat terhadap pekerjaannya.

Contoh penelitian Singer (dalam Fraser,1992:91) menunjukkan bahwa dari 85 % pekerja merasakan puas dengan pekerjaan mereka terhadap jenis pola perilaku yang sama pada orang-orang yang ditugaskan.

Description Alternative :

Dewasa ini kepuasan kerja menjadi hal yang cukup menarik dan penting karena terbukti banyak bermanfaat dan kegunaannya bagi kepentingan umum, industri dan masyarakat. Bagi industri penelitian mengenai kepuasan kerja dalam rangka usaha peningkatan produksi dan pengurangan biaya melalui perbaikan sikap dan tingkah laku karyawannya. Selanjutnya masyarakat tentu akan menikmati hasil kapasitas maksimum dan industri serta naiknya nilai manusia didalam konteks pekerjaan (As’ad, 1998:102).

Menurut Davis dan Newstrom (1990: 107) beranggapan bahwa produktivitas kerja dapat berpengaruh terhadap kepuasan kerja, sebab dengan produktivitas kerja yang tinggi maka kepuasan kerja akan tinggi. Karyawan yang puas boleh jadi adalah karyawan yang berpotensi tinggi, sedang dan rendah.

Penelitian Johnston (dalam Fraser, 1992:55) mengatakan bahwa 62% menyatakan puas terhadap pekerjaannya dengan menilai keramahan dan perhatian pada pekerjaan sebagai sifat yang istimewa.

Kepuasan kerja dapat dikatakan sebagai hasil dari berbagai sikap pekerja terhadap pekerjaannya, faktor-faktor yang berhubungan dengan hal tersebut, antara lain: bagaimana seorang karyawan melakukan reaksi terhadap lingkungan

kerjanya, kesesuaian antara diri individu dengan orang lain, kesesuaian diri

individu dengan kondisi pekerjaan. Kepuasan kerja tidak bisa dilepaskan dari prosedur pemilihan kerja sebelumnya, artinya untuk meningkatkan kepuasan kerja diperlukan adanya kesesuaian kerja dengan tingkat intelegensi, ketrampilan yang memadai dan kepribadian (As’ad, 1998:104).

Strauss dan sayles (dalam Handoko, 1989:196) berpendapat bahwa kepuasan kerja penting untuk aktualisasi diri. Karyawan yang mendapatkan kepuasan kerja biasanya mempunyai catatan kehadiran dan berprestasi kerja lebih baik, terutama dalam menciptakan kondisi yang positif di dalam lingkungan kerja.

Davis (dalam Mangkunegara, 2001:118) mengemukakan bahwa karyawan yang menduduki tingkat pekerjaan yang lebih tinggi cenderung lebih puas, hal ini ditunjukkan dengan kemampuan kerja yang baik dan aktif dalam mengemukakan ide-ide serta kreatif dalam bekerja.

Menurut Handoko (1989:198) kepuasan kerja berhubungan dengann jenjang pekerjaan, sehingga menunjukkan bahwa karyawan dengan jenjang pekerjaan yang lebih tinggi cenderung lebih mendapatkan kepuasan kerja yang tinggi, hal ini ditunjukkan dengan memperoleh kompensasi yang lebih baik, kondisi kerja lebih nyaman dan pekerjaan-pekerjaan mereka memungkinkan penggunaan segala kemampuan yang mereka punyai sehingga mempunyai alasan untuk lebih terpuaskan.

Begitu juga menurut Anoraga dan Widiyanti (1993:59) kepuasan kerja yang tinggi akan dapat diraih oleh pihak perusahaan jika para karyawan memiliki motivasi yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Dengan demikian seorang manejer dalam melaksanakan tugasnya harus bisa memberikan rangsangan atau motivasi agar orang yang ditugaskan tersebut menyukai pekerjaannya, selain itu juga akan menambah rasa bangga, puas, dan senang pada diri karyawan yang bersangkutan. Seperti dalam penelitian Suharti (2000:50) dijelaskan bahwa dengan kepuasan kerja yang tinggi dan motivasi berprestasi yang tinggi maka tingkat kedisiplinan kerja akan tinggi. Hal ini ditunjukkan sebesar 58,99 % tingkat kepuasan kerja terhadap kedisiplinan kerja.

Begitu juga dalam penelitian Junaedi (2001:49) dikatakan bahwa ada hubungan antara kecocokan tipe kepribadian dan model lingkungan kerja dengan kepuasan kerja sebesar 43,35 %, dengan lingkungan kerja yang menyenangkan maka kepuasan kerja karyawan diperkirakan akan meningkat terhadap pekerjaannya.

Contoh penelitian Singer (dalam Fraser,1992:91) menunjukkan bahwa dari 85 % pekerja merasakan puas dengan pekerjaan mereka terhadap jenis pola perilaku yang sama pada orang-orang yang ditugaskan.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id