Print ...

Contributor...

  • Editor: infopus@jiptumm

Path: Top

HARGA SAHAM- ANALISIS FAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI SAHAM MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2003-01-10 09:40:00
By : Yuli Ismiati (98630179), Dept. of Economic and Development Studies
Created : 2002-11-12, with 1 files

Keyword : saham, bursa efek, yuli

Untuk melaksanakan pembangunan yang berkesinambungan akan memerlukan dana yang cukup besar, dimana pemenuhannya tidak bisa hanya mengandalkan sumber dari pemerintah saja, pertisipasi masyarakat sangat diharapkan untuk ikut aktif melalui keikutsertaanya dalam usaha menggerakkan perekonomian. Mengingat bahwa sektor swasta dalam menyediakan dana untuk pembangunan yang cukup besar menuntut digalakannya pengerahan dana masyarakat baik melalui peranan perbankan maupun pengembangan pasar modal. Dedngan potensinya yang semakin besar untuk memobilisasi dana, pasar modal memiliki arti yang strategis bagi pembangunan perekonomian nasional.

Melihat perkembangan pasar modal yang dikaitkan dengan pengaruh global, krisis yang melanda Indonesia saat ini, tantangan yang dihadapi semakin berat dan prospek perusahaan yang semakin tidak jelas (Uncertainly), secara langsung mempengaruhi perilaku pemodal dan kinerja emiten. Sehingga memberikan batas yang semakin sempit bagi peningkatan penanaman modal dalam saham perusahaan yang dijual di Bursa Efek.

Meningkatnya nilai suatu nilai perusahaan tentunya aakan meningkaatkan pendapatan bagi perusahaan. Sebagai imabalan bagi investor yang telah menanamkan modalnya pada perusahaan, maka perusahaan memberikan pembayaran deviden kepada mereka. Pembayaran deviden ini berasal dari bagian laba yang diperoleh perusahaan. Apabila laba besar maka besar pula pembayaran deviden yang diterima oleh investor.

Jika perusahaan berjalan lancar maka harga saham perusahaan akan meningkat. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham dapat merupakan indiator yang tepat untuk mengukur tingkat prestasi dan efektifitas perusahaan.

Tingginya harga saham yang diperdagangkan di bursa efek menunjukkan adanya permintaan yang bertambah terhadap saham tersebut. Bertambahnya permintaan akan saham suatu perusahaan menggambarkan bahwa posisi perusahaan cukup kuat deengan prospek jangka panjang yang baik, namun sebaliknya harga saham akan semakin menurun bila permintaan akan saham tersebut turun.

Saham perusahaan sebagai komoditi investasi tergolong beresiko tinggi karena sifat komoditinya sangat peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi baik perubahan diluar negeri maupun didalam negeri. Perubahan dibidang politik, ekonomi, moneter, maupun perubahan yang terjadi dalam perusahaan itu sendiri. Perubahan tersebut dapat berdampak positif dan dapat pula berdampak negatif.

Banyak perusahaan yang telah Go Publik dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta, diantaranya adalah perusahaan manufactur. Alasan obyek penelitian pada perusahaan manufaktur karena perusahaan tersebut hampir tidak terpengaruh oleh fluktuasi perekonomian. Perusahaan tersebut akan tetap eksis dan bertahan, disebabkan oleh produk yang dihasilkannya. Permintaan akan produk yang dihasilkan perusahaan manufaktur akan tetap stabil walaupun ada suatu penurunan tersebut tida berpengaruh terhadap aktivias perusahaan dalam menghasilkan laba yang optimal.

Oleh karena itu bagi pemegang saham faktor fundamental memberikan gambaran yang jelas dan bersifat analisis terhadap prestasi manajemen perusahaan dalam mengelola perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya. Peningkatan harga saham suatu perusahaan akan menggambarkan bahwa nilai perusahaan semakin meningkat baik ditinjau dari sudut internal perusahaan maupun pihak-pihak diluar perusahaan. Bagi manajemen perusahaan peningkatan harga saham akan dapat dicapai apabila manajemen dapat menggunakan modal yang dimiliki secara efektif dan efisien. Dalam kaitannya dengan perusahaan yang memasyarakatkan sahamnya, kebijaksanaan deviden perusahaan yang merupakan ukuran bagi investor dalam memperoleh deviden yang menjadi haknya. Hal ini dapat dilihat dari Deviden Pay Out Ratio yang secara khusus sangat diperhatikan investor, karena deviden merupakan salah satu variabel yang dapat mempengaruhi harga saham. Demikian juga dengan Return On Equity yaitu sejauh mana perusahaan dapat mengembalikan atas tiap-tiap equitas yang dimiliki. Semakin tinggi tingkat Return On Equity suatu perusahaan semakin bagus tingkat pengembalian dana yang telah diinvestasikan tersebut.

Dalam kerangka inilah penelitian ini dilakukan, walaupun disadari bahwa faktor-faktor fundamental sangat luas dan kompleks cakupannya tidak saja meliputi kondisi internal perusahaan, tetapi juga kondisi fundamental makro ekonomi yang berada diluar kendali perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini dibatasi hanya menganalisis faktor-faktor fundamental yaitu meliputi Deviden Pay Out Ratio (DPR) dan Return On Equity (ROE) karena dengan menganalisis rasio keuangan perusahaan akan dapat diketahui kinerja dan prospek perusahaan dimasa yang akan datang (Syahrir, 1995 : 233). Pemilihan faktor-faktor tersebut sebagai variabel independen didasarkan pada pemikiran bahwa faktor tersebut menggambarkan Return yang akan diterima para pemodal atas investasinya pada saham.

Sehubungan dengan hal diatas, maka penulis akan mencoba menganalisis tentang faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham manufaktur di Bursa Efek Jakarta.

Description Alternative :

Untuk melaksanakan pembangunan yang berkesinambungan akan memerlukan dana yang cukup besar, dimana pemenuhannya tidak bisa hanya mengandalkan sumber dari pemerintah saja, pertisipasi masyarakat sangat diharapkan untuk ikut aktif melalui keikutsertaanya dalam usaha menggerakkan perekonomian. Mengingat bahwa sektor swasta dalam menyediakan dana untuk pembangunan yang cukup besar menuntut digalakannya pengerahan dana masyarakat baik melalui peranan perbankan maupun pengembangan pasar modal. Dedngan potensinya yang semakin besar untuk memobilisasi dana, pasar modal memiliki arti yang strategis bagi pembangunan perekonomian nasional.

Melihat perkembangan pasar modal yang dikaitkan dengan pengaruh global, krisis yang melanda Indonesia saat ini, tantangan yang dihadapi semakin berat dan prospek perusahaan yang semakin tidak jelas (Uncertainly), secara langsung mempengaruhi perilaku pemodal dan kinerja emiten. Sehingga memberikan batas yang semakin sempit bagi peningkatan penanaman modal dalam saham perusahaan yang dijual di Bursa Efek.

Meningkatnya nilai suatu nilai perusahaan tentunya aakan meningkaatkan pendapatan bagi perusahaan. Sebagai imabalan bagi investor yang telah menanamkan modalnya pada perusahaan, maka perusahaan memberikan pembayaran deviden kepada mereka. Pembayaran deviden ini berasal dari bagian laba yang diperoleh perusahaan. Apabila laba besar maka besar pula pembayaran deviden yang diterima oleh investor.

Jika perusahaan berjalan lancar maka harga saham perusahaan akan meningkat. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham dapat merupakan indiator yang tepat untuk mengukur tingkat prestasi dan efektifitas perusahaan.

Tingginya harga saham yang diperdagangkan di bursa efek menunjukkan adanya permintaan yang bertambah terhadap saham tersebut. Bertambahnya permintaan akan saham suatu perusahaan menggambarkan bahwa posisi perusahaan cukup kuat deengan prospek jangka panjang yang baik, namun sebaliknya harga saham akan semakin menurun bila permintaan akan saham tersebut turun.

Saham perusahaan sebagai komoditi investasi tergolong beresiko tinggi karena sifat komoditinya sangat peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi baik perubahan diluar negeri maupun didalam negeri. Perubahan dibidang politik, ekonomi, moneter, maupun perubahan yang terjadi dalam perusahaan itu sendiri. Perubahan tersebut dapat berdampak positif dan dapat pula berdampak negatif.

Banyak perusahaan yang telah Go Publik dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta, diantaranya adalah perusahaan manufactur. Alasan obyek penelitian pada perusahaan manufaktur karena perusahaan tersebut hampir tidak terpengaruh oleh fluktuasi perekonomian. Perusahaan tersebut akan tetap eksis dan bertahan, disebabkan oleh produk yang dihasilkannya. Permintaan akan produk yang dihasilkan perusahaan manufaktur akan tetap stabil walaupun ada suatu penurunan tersebut tida berpengaruh terhadap aktivias perusahaan dalam menghasilkan laba yang optimal.

Oleh karena itu bagi pemegang saham faktor fundamental memberikan gambaran yang jelas dan bersifat analisis terhadap prestasi manajemen perusahaan dalam mengelola perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya. Peningkatan harga saham suatu perusahaan akan menggambarkan bahwa nilai perusahaan semakin meningkat baik ditinjau dari sudut internal perusahaan maupun pihak-pihak diluar perusahaan. Bagi manajemen perusahaan peningkatan harga saham akan dapat dicapai apabila manajemen dapat menggunakan modal yang dimiliki secara efektif dan efisien. Dalam kaitannya dengan perusahaan yang memasyarakatkan sahamnya, kebijaksanaan deviden perusahaan yang merupakan ukuran bagi investor dalam memperoleh deviden yang menjadi haknya. Hal ini dapat dilihat dari Deviden Pay Out Ratio yang secara khusus sangat diperhatikan investor, karena deviden merupakan salah satu variabel yang dapat mempengaruhi harga saham. Demikian juga dengan Return On Equity yaitu sejauh mana perusahaan dapat mengembalikan atas tiap-tiap equitas yang dimiliki. Semakin tinggi tingkat Return On Equity suatu perusahaan semakin bagus tingkat pengembalian dana yang telah diinvestasikan tersebut.

Dalam kerangka inilah penelitian ini dilakukan, walaupun disadari bahwa faktor-faktor fundamental sangat luas dan kompleks cakupannya tidak saja meliputi kondisi internal perusahaan, tetapi juga kondisi fundamental makro ekonomi yang berada diluar kendali perusahaan. Oleh karena itu penelitian ini dibatasi hanya menganalisis faktor-faktor fundamental yaitu meliputi Deviden Pay Out Ratio (DPR) dan Return On Equity (ROE) karena dengan menganalisis rasio keuangan perusahaan akan dapat diketahui kinerja dan prospek perusahaan dimasa yang akan datang (Syahrir, 1995 : 233). Pemilihan faktor-faktor tersebut sebagai variabel independen didasarkan pada pemikiran bahwa faktor tersebut menggambarkan Return yang akan diterima para pemodal atas investasinya pada saham.

Sehubungan dengan hal diatas, maka penulis akan mencoba menganalisis tentang faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham manufaktur di Bursa Efek Jakarta.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJIPTUMM
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id