Print ...

Contributor...

  • Editor: infopus@jiptumm

Path: Top

PERANAN DOKTER FORENSIK DALAM MEMBANTU PROSES PERADILAN(Studi di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan Pengadilan Negeri Malang)

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2003-01-27 10:16:00
By : HUSNUL MUASYAROH(98400044), Dept. of Law
Created : 2003-03-27, with 1 files

Keyword : Dokter Forensik dlm-Peradilan

Dokter forensik merupakan seseorang yang telah diambil sumpah dan mengabdikan diri pada bidang kesehatan untuk kepentingan peradilan yaitu mempelajari sebab-sebab terjadinya suatu tindak pidana yang menyangkut tubuh atau jiwa manusia mempunyai peranan yang penting dalam menjelaskan titik permasalahan di persidangan. Bantuan dokter ini dilakukan secara tertulis yang dituangkan dalam Visum et Repertum dan biasanya digunakan sebagai salah satu alat bukti yang sah menurut pasal 184 dalam KUHAP selain itu dilakukan secara lisan untuk memperjelas isi dari Visum et Repertum yang dibuat oleh dokter forensik.

Dalam kesempatan ini penulis ingin mengemukakan bagaimana peranan dan pentingnya kehadiran dokter forensik didalam persidangan baik itu dalam peradilan pidana dan perdata sebagai pembuat Visum et Repertum khususnya Visum et Repertum jenazah ataupun sebagai ahli apabila hakim memintanya.

Berdasarkan beberapa temuan penulis dalam penelitian secara umum dapat digambarkan bahwa sesungguhnya kehadiran dokter forensik dalam proses peradilan tidak hanya pada proses pembuatan visum saja akan tetapi memberikan keterangan di muka persidangan. Dokter forensik tidak hanya berperan dalam proses peradilan pidana yaitu dari tingkat penyelidikan sampai pelaksanaan putusan hakim akan tetapi berperan dalam proses peradilan perdata. Mengenai fungsi dari keterangan dokter forensik adalah sebagai alat bukti dengan memenuhi syarat materiil dan syarat formil.

Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter forensik merupakan seseorang yang diminta bantuan dalam melakukan pemeriksaan yang dituangkan dalam Visum et R

epertum serta sebagai keterangan ahli yang kekuatan pembuktiannya bebas tidak mengikat hakim dan dalam penanganan jenazah di setiap rumah sakit mempunyai tata cara sendiri, tetapi ada ketentuan yang tidak boleh dilewati yaitu adanya surat permintaan visum et repertum dari pihak penyidik dan adanya surat keterangan persetujuan dari pihak keluarga jenazah. Akan tetapi dalam pembuatan visum et repertum jenazah terdapat berbagai macam hambatan yakni dari pihak penyidik seperti keterlambatan permintaan visum, dari pihak keluarga karena tidak mengijinkan dilakukannya autopsi, dari pihak dokter karena butuh tempat untuk melaksanakan pemeriksaan lanjutan.Visum et repertum jenazah selalu dibutuhkan dalam setiap perkara yang menyangkut jiwa atau tubuh manusia.

Akhirnya penulis menyarankan agar para pihak yang terkait lebih memperhatikan akan pentingnya keberadaan dokter forensik ini. Selain itu hendaknya para pihak dapat mengatasi hambatan-hambatan yang sering ada yakni bagi penyidik agar dapat dengan segera membuat surat permintaan visum kepada dokter apabila terdapat korban yang perlu dimintakan visum, untuk pihak keluarga diharapkan dapat memberikan ijin untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyidikan, bagi pihak dokter agar pembuatan visum dapat berjalan dengan lancar maka sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu tempat khusus untuk pemeriksaan lanjutan. Dan berdasarkan penelitian ini juga penulis berpendapat bahwa keberadaan dokter khususnya dokter forensik mempunyai peranan yang besar dalam pembuktian dan untuk mengetahui keterlibatan terdakwa dalam suatu perkara.

Description Alternative :

Dokter forensik merupakan seseorang yang telah diambil sumpah dan mengabdikan diri pada bidang kesehatan untuk kepentingan peradilan yaitu mempelajari sebab-sebab terjadinya suatu tindak pidana yang menyangkut tubuh atau jiwa manusia mempunyai peranan yang penting dalam menjelaskan titik permasalahan di persidangan. Bantuan dokter ini dilakukan secara tertulis yang dituangkan dalam Visum et Repertum dan biasanya digunakan sebagai salah satu alat bukti yang sah menurut pasal 184 dalam KUHAP selain itu dilakukan secara lisan untuk memperjelas isi dari Visum et Repertum yang dibuat oleh dokter forensik.

Dalam kesempatan ini penulis ingin mengemukakan bagaimana peranan dan pentingnya kehadiran dokter forensik didalam persidangan baik itu dalam peradilan pidana dan perdata sebagai pembuat Visum et Repertum khususnya Visum et Repertum jenazah ataupun sebagai ahli apabila hakim memintanya.

Berdasarkan beberapa temuan penulis dalam penelitian secara umum dapat digambarkan bahwa sesungguhnya kehadiran dokter forensik dalam proses peradilan tidak hanya pada proses pembuatan visum saja akan tetapi memberikan keterangan di muka persidangan. Dokter forensik tidak hanya berperan dalam proses peradilan pidana yaitu dari tingkat penyelidikan sampai pelaksanaan putusan hakim akan tetapi berperan dalam proses peradilan perdata. Mengenai fungsi dari keterangan dokter forensik adalah sebagai alat bukti dengan memenuhi syarat materiil dan syarat formil.

Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter forensik merupakan seseorang yang diminta bantuan dalam melakukan pemeriksaan yang dituangkan dalam Visum et R

epertum serta sebagai keterangan ahli yang kekuatan pembuktiannya bebas tidak mengikat hakim dan dalam penanganan jenazah di setiap rumah sakit mempunyai tata cara sendiri, tetapi ada ketentuan yang tidak boleh dilewati yaitu adanya surat permintaan visum et repertum dari pihak penyidik dan adanya surat keterangan persetujuan dari pihak keluarga jenazah. Akan tetapi dalam pembuatan visum et repertum jenazah terdapat berbagai macam hambatan yakni dari pihak penyidik seperti keterlambatan permintaan visum, dari pihak keluarga karena tidak mengijinkan dilakukannya autopsi, dari pihak dokter karena butuh tempat untuk melaksanakan pemeriksaan lanjutan.Visum et repertum jenazah selalu dibutuhkan dalam setiap perkara yang menyangkut jiwa atau tubuh manusia.

Akhirnya penulis menyarankan agar para pihak yang terkait lebih memperhatikan akan pentingnya keberadaan dokter forensik ini. Selain itu hendaknya para pihak dapat mengatasi hambatan-hambatan yang sering ada yakni bagi penyidik agar dapat dengan segera membuat surat permintaan visum kepada dokter apabila terdapat korban yang perlu dimintakan visum, untuk pihak keluarga diharapkan dapat memberikan ijin untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyidikan, bagi pihak dokter agar pembuatan visum dapat berjalan dengan lancar maka sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu tempat khusus untuk pemeriksaan lanjutan. Dan berdasarkan penelitian ini juga penulis berpendapat bahwa keberadaan dokter khususnya dokter forensik mempunyai peranan yang besar dalam pembuktian dan untuk mengetahui keterlibatan terdakwa dalam suatu perkara.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJIPTUMM
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id