Print ...

Contributor...

  • Editor: infopus@jiptumm

Path: Top

TERAPI KOGNITIF-BEHAVIORAL (CBT) PADA PENDERITA LATAH

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2003-01-22 11:04:00
By : ICE RILLIA SUSANTI (97810343), Dept. of Psychology
Created : 2003-01-17, with 1 files

Keyword : Terapi, kognitif-behavioral, latah

Latah merupakan suatu ekspresi kaget sebagai akibat rangsang yang tiba-tiba dan mengejut yang diikuti dengan perilaku echolalia (mengulangi apa yang dikatakan orang lain) dan echopraxia (mengulangi apa yang dilakukan orang lain) secara spontan dan berada di luar kendali. Pada dasarnya penderita latah mengalami kesulitan dalam mengendalikan perilakunya. Apalagi jika ia tinggal dalam lingkungan masyarakat yang suka mengganggunya. Hal ini akan membuat latahnya semakin parah dan menjadi suatu kebiasaan. Untuk itu penderita latah dilatih mengendalikan perilakunya dengan memberikan terapi kognitif-behavioral (CBT) yang berupa meyakinkan subjek bahwa latahnya bisa dikendalikan, latihan relaksasi, latihan asertif dan tepukan bahu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental khususnya desain ABAB untuk subjek tunggal (N=1) dengan variable bebas: terapi kognitif-behavioral dan variabel terikat: latah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi kognitif-behavioral dalam mengurangi gejala latah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yaitu dengan mengamati dan mengukur gejala echolalia dan echopraxia yang muncul sebelum dan setelah treatmen. Kemudian data hasil observasi dianalisis dengan uji t amatan ulang dan dilengkapi dengan analisa grafik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kognitif-behavioral efektif untuk mengurangi gejala latah baik pada echolalia maupun echopraxia. Hal ini terlihat dengan semakin berkurangnya durasi latah karena subjek yakin bahwa dirinya mampu mengendalikan perilakunya dengan merapatkan/menekan bibirnya sebagai upaya pengalihan ketika gejala latah muncul.

Description Alternative :

Latah merupakan suatu ekspresi kaget sebagai akibat rangsang yang tiba-tiba dan mengejut yang diikuti dengan perilaku echolalia (mengulangi apa yang dikatakan orang lain) dan echopraxia (mengulangi apa yang dilakukan orang lain) secara spontan dan berada di luar kendali. Pada dasarnya penderita latah mengalami kesulitan dalam mengendalikan perilakunya. Apalagi jika ia tinggal dalam lingkungan masyarakat yang suka mengganggunya. Hal ini akan membuat latahnya semakin parah dan menjadi suatu kebiasaan. Untuk itu penderita latah dilatih mengendalikan perilakunya dengan memberikan terapi kognitif-behavioral (CBT) yang berupa meyakinkan subjek bahwa latahnya bisa dikendalikan, latihan relaksasi, latihan asertif dan tepukan bahu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental khususnya desain ABAB untuk subjek tunggal (N=1) dengan variable bebas: terapi kognitif-behavioral dan variabel terikat: latah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi kognitif-behavioral dalam mengurangi gejala latah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yaitu dengan mengamati dan mengukur gejala echolalia dan echopraxia yang muncul sebelum dan setelah treatmen. Kemudian data hasil observasi dianalisis dengan uji t amatan ulang dan dilengkapi dengan analisa grafik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kognitif-behavioral efektif untuk mengurangi gejala latah baik pada echolalia maupun echopraxia. Hal ini terlihat dengan semakin berkurangnya durasi latah karena subjek yakin bahwa dirinya mampu mengendalikan perilakunya dengan merapatkan/menekan bibirnya sebagai upaya pengalihan ketika gejala latah muncul.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJIPTUMM
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id