Print ...

Contributor...

  • Editor: infopus@jiptumm

Path: Top

ANALISA NILAI TAMBAH DAN PENDAPATANJAHE INSTANT (Studi kasus Industri Rumah Tangga Jahe Instant di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang)

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2003-01-19 08:23:00
By : WAHYUNITA ARINI(98720137), Dept. of Agribusiness
Created : 2003-03-19, with 7 files

Keyword : pendapatan jahe instan,wahyunita

Seringkali komoditi pertanian ditingkat usahatani tidak layak diusahakan secara intensif antara lain karena rendahnya nilai output usahatani tersebut. Tetapi melalui proses penanganan pasca panen, output ini ternyata lebih tinggi nilainya. Salah satu bentuk pengolahan komoditi pertanian yaitu jahe instant. Jahe memiliki prospek yang cukup baik maka pembinaan industri pengolahan jahe perlu ditingkatkan, guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan bagi pengusaha jahe.

Dari latar belakang tersebut, maka peneliti ini menitik beratkan permasalahan pada (1) Berapa besar nilai tambah yang diciptakan pada industri rumah tangga jahe instant, (2) Berapa besar pendapatan pengusaha jahe instant, (3) Bagaimana saluran pemasaran yang dilakukan oleh perusahaaan rumah tangga jahe instant. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisa nilai tambah jahe dalam usaha pengolahan jahe instant, (2) Untuk mengetahui pendapatan pengusaha jahe instant, (3) Untuk mengetahui saluran pemasaran yang dilakukan oleh industri rumah tangga jahe instant. Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah sebagai referensi dalam menentukan kebijakan khusus dalam pembinaan industri kecil dan menengah, (2) Bagi masyarakat dapat membuka lapangan pekerjaan baru, (3) Bagi peneliti sebagai bahan referensi dalam mengkaji industri rumah tangga jahe instant, (4) Bagi perusahaan sebagai sumber informasi dan bahan pertimbangan dalam proses pengolahan jahe instant yang lebih baik.

Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut terdapat industri pengolahan jahe menjadi jahe instant. Pengambilan responden dilakukan dengan metode sensus yaitu pengambilan data dari semua responden pengolah jahe instant. Dalam penelitian ini responden yang diambil secara keseluruhan dari 9 pengolah jahe instant yang ada dan masih aktif berproduksi. Dalam penelitian ini ada 2 jenis data yang digunakan, yakni data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diambil langsung dari responden, antar lain berupa data-data kuantitas bahan baku yang digunakan setiap kali aktivitas pengolahan, kuantitas bahan-bahan tambahan, jumlah tenaga kerja dan upah, harga bahan baku dan bahan tambahan, jumlah produksi per proses produksi dan sebagainya. Data sekunder merupakan data pelengkap yang diambil dari catatan instansi pemerintah, swasta, lembaga yang lain, serta sumber-sumber referensi lainya yang relevan, seperti jurnal-jurnal, hasil penelitian dan lain-lain. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa nilai tambah, analisa pendapatan dan analisa deskriptif.

Hasil penelitian diketahui bahwa dalam 1 kg bahan baku jahe didapat faktor konversi sebesar 1,45 yang berarti setara dengan 1,45 atau 1,5 kg jahe instant. Curahan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengolah 1 kg bahan baku jahe sebanyak 0,38 jam. Harga output produk jahe instant sebesar Rp. 15.000,00 per kg. Nilai tambah yang tercipta dari setiap kilogram jahe menjadi jahe instant sebesar 42,51 % dari nilai tambah yang diciptakan setiap kilogram. Sedangkan keuntungan yang diterima oleh produsen sebesar 69,18 % dari nilai produksi. Dan dari pendapatan yang diterima produsen per proses produksi Rp. 6.396,22. Saluran pemasaran yang dilakukan yaitu melalui dua saluran, saluran pertama produsen ke pengecer, pengecer ke konsumen, melalui sistem pembayaran konsinyasi. Saluran kedua produsen ke konsumen, melalui sistem pembayaran tunai.

Description Alternative :

Seringkali komoditi pertanian ditingkat usahatani tidak layak diusahakan secara intensif antara lain karena rendahnya nilai output usahatani tersebut. Tetapi melalui proses penanganan pasca panen, output ini ternyata lebih tinggi nilainya. Salah satu bentuk pengolahan komoditi pertanian yaitu jahe instant. Jahe memiliki prospek yang cukup baik maka pembinaan industri pengolahan jahe perlu ditingkatkan, guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan bagi pengusaha jahe.

Dari latar belakang tersebut, maka peneliti ini menitik beratkan permasalahan pada (1) Berapa besar nilai tambah yang diciptakan pada industri rumah tangga jahe instant, (2) Berapa besar pendapatan pengusaha jahe instant, (3) Bagaimana saluran pemasaran yang dilakukan oleh perusahaaan rumah tangga jahe instant. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisa nilai tambah jahe dalam usaha pengolahan jahe instant, (2) Untuk mengetahui pendapatan pengusaha jahe instant, (3) Untuk mengetahui saluran pemasaran yang dilakukan oleh industri rumah tangga jahe instant. Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah sebagai referensi dalam menentukan kebijakan khusus dalam pembinaan industri kecil dan menengah, (2) Bagi masyarakat dapat membuka lapangan pekerjaan baru, (3) Bagi peneliti sebagai bahan referensi dalam mengkaji industri rumah tangga jahe instant, (4) Bagi perusahaan sebagai sumber informasi dan bahan pertimbangan dalam proses pengolahan jahe instant yang lebih baik.

Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut terdapat industri pengolahan jahe menjadi jahe instant. Pengambilan responden dilakukan dengan metode sensus yaitu pengambilan data dari semua responden pengolah jahe instant. Dalam penelitian ini responden yang diambil secara keseluruhan dari 9 pengolah jahe instant yang ada dan masih aktif berproduksi. Dalam penelitian ini ada 2 jenis data yang digunakan, yakni data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diambil langsung dari responden, antar lain berupa data-data kuantitas bahan baku yang digunakan setiap kali aktivitas pengolahan, kuantitas bahan-bahan tambahan, jumlah tenaga kerja dan upah, harga bahan baku dan bahan tambahan, jumlah produksi per proses produksi dan sebagainya. Data sekunder merupakan data pelengkap yang diambil dari catatan instansi pemerintah, swasta, lembaga yang lain, serta sumber-sumber referensi lainya yang relevan, seperti jurnal-jurnal, hasil penelitian dan lain-lain. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa nilai tambah, analisa pendapatan dan analisa deskriptif.

Hasil penelitian diketahui bahwa dalam 1 kg bahan baku jahe didapat faktor konversi sebesar 1,45 yang berarti setara dengan 1,45 atau 1,5 kg jahe instant. Curahan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengolah 1 kg bahan baku jahe sebanyak 0,38 jam. Harga output produk jahe instant sebesar Rp. 15.000,00 per kg. Nilai tambah yang tercipta dari setiap kilogram jahe menjadi jahe instant sebesar 42,51 % dari nilai tambah yang diciptakan setiap kilogram. Sedangkan keuntungan yang diterima oleh produsen sebesar 69,18 % dari nilai produksi. Dan dari pendapatan yang diterima produsen per proses produksi Rp. 6.396,22. Saluran pemasaran yang dilakukan yaitu melalui dua saluran, saluran pertama produsen ke pengecer, pengecer ke konsumen, melalui sistem pembayaran konsinyasi. Saluran kedua produsen ke konsumen, melalui sistem pembayaran tunai.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJIPTUMM
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id