Print ...

Contributor...

  • Editor: infopus@jiptumm

Path: Top

STRUKTUR BIAYA DAN PENDAPATAN HOME INDUSTRI GETUK PISANG DI KOTAMADYA KEDIRI

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2003-01-21 03:46:00
By : Yulia Mufida (98720156), Dept. of Agribusiness
Created : 2003-03-21, with 10 files

Keyword : Home industri getuk,yulia

Tujuan dari produksi getuk pisang tersebut adalah untuk memanfaatkan buah pisang yang tidak enak jika dimakan langsung tetapi harus diolah terlebih dahulu, selain itu juga untuk mendapatkan nilai tambah sehingga harga jualnya menjadi lebih tinggi. Home industri getuk pisang yang ada di Kediri rata-rata belum ada yang mempunyai pembukuan yang sistematis. Dengan melihat pentingnya perhitungan biaya dan pendapatan dalam suatu usaha, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang struktur biaya dan pendapatan getuk pisang.

Dengan bertitik tolak dari latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana struktur biaya dan pendapatan home industri getuk pisang di Kediri? 2. Berapa besar laba yang diperoleh dari home industri getuk pisang di Kediri? 3. Pada produksi berapa usaha ini mengalami impas.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur biaya home industri getuk pisang, untuk mengetahui laba yang diperoleh dengan pendekatan contribution margin, dan untuk mengetahui pada produksi berapa usaha ini mengalami impas.

Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan cara sengaja (purposive), yaitu di Kotamadya Kediri. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah dengan cara purposive, dan sampel yang digunakan sebanyak dua home industri yaitu home industri”Raja Manis” dan home industri “Pak Edi”. Teknik pengambilan data terdiri dari dua yaitu data primer, dilakukan dengan cara wawancara dan pemberian kuesioner. Sedangkan data yang kedua yaitu data sekunder, yang dilakukan dengan cara pengambilan data langsung ke instansi yang terkait dalam hal ini adalah Disperindag dan BPS kota Kediri.

Metode analisa data yang dipakai adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui struktur biaya pada masing-masing komponen digunakan analisis akuntansi, dalam hal ini biaya yang digunakan ada dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel.

2. Untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh di gunakan laporan rugi laba kontribusi.

3. Untuk mengetahui titik impas digunakan rumus sebagai berikut:

Titik Impas =

Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa total biaya yang dikeluarkan oleh home industri “Raja Manis” lebih besar daripada home industri “Pak Edi”. Total biaya yang dikeluarkan “Raja Manis” selama bulan Agustus sebesar Rp 6.846.900, dengan biaya variabel sebesar Rp 5.325.700 dan biaya tetap sebesar Rp Rp 1.521.200. dari hasil laporan rugi laba kontribusi diperoleh contribution margin ratio 54%, ini berarti jika penjualannya naik akan menyebabkan pendapatan yang diperoleh juga akan naik sebesar C/M Ratio tersebut. Sedangkan total biaya home industri “Pak Edi” sebesar Rp 1.907.275, yang terdiri dari biaya variabel Rp 1.505.350 dan biaya tetap Rp 401.925. Berdasarkan laporan rugi laba kontribusi didapat prosentase biaya variabel “Pak Edi” termasuk besar yaitu 68%, itu mengakibatkan contribution marginnya menjadi kecil, sehingga labanya juga kecil. Laba yang diperoleh “Raja Manis” pada bulan Agustus sebesar Rp 4.725.600, yang diperoleh dari hasil penjualan sebanyak 9.258 bungkus dengan harga jual Rp 1.250/bks. Sedangkan laba yang diperoleh home industri “Pak Edi” sebesar Rp 304.725, dengan hasil penjualan sebanyak 2.212 bungkus dengan harga jual Rp 1.000/bks. Nilai impas home industri getuk pisang “Raja Manis” tercapai pada saat volume produksinya 2.254 bungkus, sedangkan home industri “Pak Edi” tercapai impas pada volume produksi 1.260 bungkus. Karena biaya tetap yang dikeluarkan oleh home industri “Pak Edi” kecil, maka titik impas yang diperoleh juga rendah.

Para pengusaha getuk pisang tersebut seharusnya punya pembukuan yang sistematis tentang biaya yang dikeluarkan untuk usahanya, karena dengan begitu bisa diperhitungkan untung dan ruginya. Selain itu pengusaha getuk pisang seharusnya bisa bekerjasama dengan Dinas Perindustrian maupun dengan pemerintah.

Description Alternative :

Tujuan dari produksi getuk pisang tersebut adalah untuk memanfaatkan buah pisang yang tidak enak jika dimakan langsung tetapi harus diolah terlebih dahulu, selain itu juga untuk mendapatkan nilai tambah sehingga harga jualnya menjadi lebih tinggi. Home industri getuk pisang yang ada di Kediri rata-rata belum ada yang mempunyai pembukuan yang sistematis. Dengan melihat pentingnya perhitungan biaya dan pendapatan dalam suatu usaha, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang struktur biaya dan pendapatan getuk pisang.

Dengan bertitik tolak dari latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana struktur biaya dan pendapatan home industri getuk pisang di Kediri? 2. Berapa besar laba yang diperoleh dari home industri getuk pisang di Kediri? 3. Pada produksi berapa usaha ini mengalami impas.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur biaya home industri getuk pisang, untuk mengetahui laba yang diperoleh dengan pendekatan contribution margin, dan untuk mengetahui pada produksi berapa usaha ini mengalami impas.

Penentuan daerah penelitian dilakukan dengan cara sengaja (purposive), yaitu di Kotamadya Kediri. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah dengan cara purposive, dan sampel yang digunakan sebanyak dua home industri yaitu home industri”Raja Manis” dan home industri “Pak Edi”. Teknik pengambilan data terdiri dari dua yaitu data primer, dilakukan dengan cara wawancara dan pemberian kuesioner. Sedangkan data yang kedua yaitu data sekunder, yang dilakukan dengan cara pengambilan data langsung ke instansi yang terkait dalam hal ini adalah Disperindag dan BPS kota Kediri.

Metode analisa data yang dipakai adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui struktur biaya pada masing-masing komponen digunakan analisis akuntansi, dalam hal ini biaya yang digunakan ada dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel.

2. Untuk mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh di gunakan laporan rugi laba kontribusi.

3. Untuk mengetahui titik impas digunakan rumus sebagai berikut:

Titik Impas =

Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa total biaya yang dikeluarkan oleh home industri “Raja Manis” lebih besar daripada home industri “Pak Edi”. Total biaya yang dikeluarkan “Raja Manis” selama bulan Agustus sebesar Rp 6.846.900, dengan biaya variabel sebesar Rp 5.325.700 dan biaya tetap sebesar Rp Rp 1.521.200. dari hasil laporan rugi laba kontribusi diperoleh contribution margin ratio 54%, ini berarti jika penjualannya naik akan menyebabkan pendapatan yang diperoleh juga akan naik sebesar C/M Ratio tersebut. Sedangkan total biaya home industri “Pak Edi” sebesar Rp 1.907.275, yang terdiri dari biaya variabel Rp 1.505.350 dan biaya tetap Rp 401.925. Berdasarkan laporan rugi laba kontribusi didapat prosentase biaya variabel “Pak Edi” termasuk besar yaitu 68%, itu mengakibatkan contribution marginnya menjadi kecil, sehingga labanya juga kecil. Laba yang diperoleh “Raja Manis” pada bulan Agustus sebesar Rp 4.725.600, yang diperoleh dari hasil penjualan sebanyak 9.258 bungkus dengan harga jual Rp 1.250/bks. Sedangkan laba yang diperoleh home industri “Pak Edi” sebesar Rp 304.725, dengan hasil penjualan sebanyak 2.212 bungkus dengan harga jual Rp 1.000/bks. Nilai impas home industri getuk pisang “Raja Manis” tercapai pada saat volume produksinya 2.254 bungkus, sedangkan home industri “Pak Edi” tercapai impas pada volume produksi 1.260 bungkus. Karena biaya tetap yang dikeluarkan oleh home industri “Pak Edi” kecil, maka titik impas yang diperoleh juga rendah.

Para pengusaha getuk pisang tersebut seharusnya punya pembukuan yang sistematis tentang biaya yang dikeluarkan untuk usahanya, karena dengan begitu bisa diperhitungkan untung dan ruginya. Selain itu pengusaha getuk pisang seharusnya bisa bekerjasama dengan Dinas Perindustrian maupun dengan pemerintah.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJIPTUMM
OrganizationD
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id