Print ...

Contributor...

  • Editor: wiwik@jiptunmerpp

Path: Top

Analisis kebutuhan tempat penitipan anak (TPA) bagi pekerja wanita perusahaan pengolahan di Kotamadya Malang

Research Report from JIPTUNMERPP / 2003-03-14 09:44:00
By : Djumiati, Dra. MS. , Ririn Sudarwati, Dra., Faculty of Economics - Merdeka University Malang
Created : 1998-02-01, with files

Keyword : Tempat penitipan anak, pekerja wanita, perusahaan
Subject : WOMEN - EMPLOYMENT
Call Number (DDC) : 331.4

Perubahan sosial budaya dalam masyarakat Indonesia memberikan kesempatan kepada para wanita untuk berkarya atau berperan ganda dalam pembangunan serta menjalankan peran publik-nya. Dalam pelaksanaan peran ganda wanita terdapat dampak positif dan negatif dilihat dari aspek kepengurusan rumah tangga. Dampak positif terlihat dalam sumbangan yang Liberian untuk pendapatan keluarga atau kebutuhan keluarga serta kemampuan untuk menquasai lingkungan, inovasi, produktivitas, ketepatan pengambilan keputusan dan eksistensi harkat dan martabat kewanitaannya. Sedangkan dalam dampak negatif terutama dalam pengaturan perilaku waktu dalam beban kerja sebagai ibu rumah tangga maupun wanita pekerja. Tempat Penitipan Anak atau sasana penitipan anak merupakan salah satu pilihan untuk memecahkan persoalan keterbatasan gerak dan kelancaran aktivitas pekerjaan peran disekitar publik.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan tempat penitipan anak (TPA) baqi pekerja wanita yang bekerja pada perusahaan pengolahan dengan maksud untuk menetapkan model pengelolaan TPA yang tepat. Tujuan tersebut akan dapat tereapai secara bertahap secara khusus tujuan penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui dan mengidentifikasi k a r a k t e r i s t i k pekerja wanita perusahaan pengolahan di Kotamadya Malang.

2. Untuk mengetahui pelayanan perlindungan hak pekeria wanita pada perusahaan pengolahan di Kotamadya Malang dalam kesejahteraan sosial dan pelayanan kesehatan.

3.Untuk mengetahui persepsi pekeria wanita dan pengelola perusahaan pengolahan di Kotamadya Malang sehubungan dengan keberadaan TPA di perusahaan.

4.Untuk menentukan model pengelolaan TPA yang sesuai di perusahaan pengolahan di Kotamadya Malang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara dengan responden.

Yang menjadi populasi adalah pekeria wanita di perusahaan pengolahan Kotamadya malang dalam jenis usaha pengolahan rokok/tembakau, garment, pengolahan makanan dan minuman. Sampel ditentukan sebesar 90 orang dengan alokasi seimbang dan metode random samp7ing dengan anggapan representatif mewakili populasi karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga.

Dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan digunakan metode statistic deskriptif untuk ukuran maksimum, minimum dan rata-rata yang paling banyak. Kemudian hasil dianalisis dijabarkan untuk menjawab persoalan penelitian sesuai dengan tujuan penelitian yang sesuai dengan penalaran secara logika.

Penelitian dilaksanakan di Kotamadya Malang, sebagai kota industri yang banyak menyerap tenaga kerja wanita dalam usia produktif yang sedang mempunyai balita.

Hasil penelitian yang diperoleh dengan kesimpulan sebagai berikut :

1.Pada umumnya responden rata-rata masih berumur sangat produktif, yaitu diantara 21-35 tahun.

2.Tingkat pendidikan responden sebagian besar tamat SLTA dan secara tidak langsung mempengaruhi penyesuaian kondisi dan penerimaan inovasi maupun berkomunikasi.

3.Sebagian besar responden didaerah penelitian mempunyai anak balita, rata-rata satu orang. Dengan demikian kebutuhan tempat penitipan anak, sangat diperlukan khususnya berperan ibu rumah tangga yang ditinggalkan selama bekerja.

4.Besarnya pendapatan yang diterima responden maupun suami responden rata-rata lebih besar dari upah minimum regional dan pada umumnya dapat mencukupi kebutuhan keluarga responden meskipun status pekerjaan suami responden pada umumnya adalah wiraswasta.

5.Lama waktu yang diperlukan responden untuk bekerja diluar rumah ternyata lebih banyak apabila dibandingkan dengan lama waktu yang digunakan untuk mengurus rumah tangga atau anak-anaknya.

6.Perusahaan pengolahan yang diteliti sebagai perusahaan responden telah menyediakan fasilitas perlindungan hak pekerja wanita dalam pelayanan kesejahteraan sosial (rekreasi, cuti hari raya) dan pelayanan kesehatan, namun belum menjangkau pada masalah kesehatan/ perawatan anak-anak pekerja wanita khusunya tempat pinitipan anak.

7.Kebutuhan TPA bagi pekerja wanita sangat diperlukan asal tidak membebani dan dapat memberikan ketenangan dalam bekerja, keamanan dan pelayanan kesehatan atau pendidikan anak-anaknya.

8.Persepsi perusahaan pada umumnya belum menunjukkan hasil yang memuaskan dengan diadakannya TPA sehubungan dengan keterbatasan dana perusahaan dan pelayanan operasional perusahaan yang terlalu banyak. Sehingga dengan tambahan pengelolaan TPA dianggap menambah pembiayaan perusahaan.

9.Fasilitas sarana dan prasarana perusahaan untuk TPA pada umumnya belum disediakan olah perusahaan.Untuk daerah Kotamadya Malang hanya ada dua TPA yaitu TPA Rumah Sakit Saiful Anwar dan Bhakti Luhur. Sebagai kota industri sudah selayaknya didirikan TPA-TPA baru, baik dikelola LSM maupun instansi-instansi yang banyak menggunakan pekerja wanita.

10.Model TPA yang dijadikan polaTPA, sebaiknya adalah model TPA yang dikelola oleh Rumah Sakit Saiful Anwar.

Sedangkan saran-saran yang dapat dijelaskan dalam penelitian ini adalah :

1.Dalam upaya memasyarakatkan fungsi dan peran TPA baqi pekerja wanita atau pengelola perusahaan (masyarakat umum), perlu dilakukan penyebaran informasi melalui kegiatan promosi dilingkungan perusahaan maupun organisasi kewanitaan (misalnya PKK). Penyelenggaraannya dilakukan oleh Departemen Sosial bekeria sama dengan Departemen Kesehatan dan Perindustrian atau Departemen Tenaga Kerja.

2.Perbaikan tentang kesejahteraan sosial baqi p e k e r j a wanita hendaknya diikuti dengan peningkatan kesehatan keluarga (khusus anak-anaknya).

3.Memberikan informasi kepada pengelola perusahaan tentang upaya-upaya operasional pengadaan TPA dalam anggaran/biaya perusahaan sebagai pembiayaan operasional usaha.

4.Dalam mengembangkan hasil penelitian ini perlu dilanjutkan bentuk penelitian lain dalam fokus peningkatan kesejahteraan sosial dan kesehatan ibu dan anak, sehingga akan diperoleh sumbangan pemikiran bagi perencanaan, pengambil keputusan maupun unsur-unsur lain yang terkait dalam menetapkan kebijakan kebutuhan tempat penitipan anak baqi pekerja wanita.

Description Alternative :

Perubahan sosial budaya dalam masyarakat Indonesia memberikan kesempatan kepada para wanita untuk berkarya atau berperan ganda dalam pembangunan serta menjalankan peran publik-nya. Dalam pelaksanaan peran ganda wanita terdapat dampak positif dan negatif dilihat dari aspek kepengurusan rumah tangga. Dampak positif terlihat dalam sumbangan yang Liberian untuk pendapatan keluarga atau kebutuhan keluarga serta kemampuan untuk menquasai lingkungan, inovasi, produktivitas, ketepatan pengambilan keputusan dan eksistensi harkat dan martabat kewanitaannya. Sedangkan dalam dampak negatif terutama dalam pengaturan perilaku waktu dalam beban kerja sebagai ibu rumah tangga maupun wanita pekerja. Tempat Penitipan Anak atau sasana penitipan anak merupakan salah satu pilihan untuk memecahkan persoalan keterbatasan gerak dan kelancaran aktivitas pekerjaan peran disekitar publik.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan tempat penitipan anak (TPA) baqi pekerja wanita yang bekerja pada perusahaan pengolahan dengan maksud untuk menetapkan model pengelolaan TPA yang tepat. Tujuan tersebut akan dapat tereapai secara bertahap secara khusus tujuan penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui dan mengidentifikasi k a r a k t e r i s t i k pekerja wanita perusahaan pengolahan di Kotamadya Malang.

2. Untuk mengetahui pelayanan perlindungan hak pekeria wanita pada perusahaan pengolahan di Kotamadya Malang dalam kesejahteraan sosial dan pelayanan kesehatan.

3.Untuk mengetahui persepsi pekeria wanita dan pengelola perusahaan pengolahan di Kotamadya Malang sehubungan dengan keberadaan TPA di perusahaan.

4.Untuk menentukan model pengelolaan TPA yang sesuai di perusahaan pengolahan di Kotamadya Malang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara dengan responden.

Yang menjadi populasi adalah pekeria wanita di perusahaan pengolahan Kotamadya malang dalam jenis usaha pengolahan rokok/tembakau, garment, pengolahan makanan dan minuman. Sampel ditentukan sebesar 90 orang dengan alokasi seimbang dan metode random samp7ing dengan anggapan representatif mewakili populasi karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga.

Dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan digunakan metode statistic deskriptif untuk ukuran maksimum, minimum dan rata-rata yang paling banyak. Kemudian hasil dianalisis dijabarkan untuk menjawab persoalan penelitian sesuai dengan tujuan penelitian yang sesuai dengan penalaran secara logika.

Penelitian dilaksanakan di Kotamadya Malang, sebagai kota industri yang banyak menyerap tenaga kerja wanita dalam usia produktif yang sedang mempunyai balita.

Hasil penelitian yang diperoleh dengan kesimpulan sebagai berikut :

1.Pada umumnya responden rata-rata masih berumur sangat produktif, yaitu diantara 21-35 tahun.

2.Tingkat pendidikan responden sebagian besar tamat SLTA dan secara tidak langsung mempengaruhi penyesuaian kondisi dan penerimaan inovasi maupun berkomunikasi.

3.Sebagian besar responden didaerah penelitian mempunyai anak balita, rata-rata satu orang. Dengan demikian kebutuhan tempat penitipan anak, sangat diperlukan khususnya berperan ibu rumah tangga yang ditinggalkan selama bekerja.

4.Besarnya pendapatan yang diterima responden maupun suami responden rata-rata lebih besar dari upah minimum regional dan pada umumnya dapat mencukupi kebutuhan keluarga responden meskipun status pekerjaan suami responden pada umumnya adalah wiraswasta.

5.Lama waktu yang diperlukan responden untuk bekerja diluar rumah ternyata lebih banyak apabila dibandingkan dengan lama waktu yang digunakan untuk mengurus rumah tangga atau anak-anaknya.

6.Perusahaan pengolahan yang diteliti sebagai perusahaan responden telah menyediakan fasilitas perlindungan hak pekerja wanita dalam pelayanan kesejahteraan sosial (rekreasi, cuti hari raya) dan pelayanan kesehatan, namun belum menjangkau pada masalah kesehatan/ perawatan anak-anak pekerja wanita khusunya tempat pinitipan anak.

7.Kebutuhan TPA bagi pekerja wanita sangat diperlukan asal tidak membebani dan dapat memberikan ketenangan dalam bekerja, keamanan dan pelayanan kesehatan atau pendidikan anak-anaknya.

8.Persepsi perusahaan pada umumnya belum menunjukkan hasil yang memuaskan dengan diadakannya TPA sehubungan dengan keterbatasan dana perusahaan dan pelayanan operasional perusahaan yang terlalu banyak. Sehingga dengan tambahan pengelolaan TPA dianggap menambah pembiayaan perusahaan.

9.Fasilitas sarana dan prasarana perusahaan untuk TPA pada umumnya belum disediakan olah perusahaan.Untuk daerah Kotamadya Malang hanya ada dua TPA yaitu TPA Rumah Sakit Saiful Anwar dan Bhakti Luhur. Sebagai kota industri sudah selayaknya didirikan TPA-TPA baru, baik dikelola LSM maupun instansi-instansi yang banyak menggunakan pekerja wanita.

10.Model TPA yang dijadikan polaTPA, sebaiknya adalah model TPA yang dikelola oleh Rumah Sakit Saiful Anwar.

Sedangkan saran-saran yang dapat dijelaskan dalam penelitian ini adalah :

1.Dalam upaya memasyarakatkan fungsi dan peran TPA baqi pekerja wanita atau pengelola perusahaan (masyarakat umum), perlu dilakukan penyebaran informasi melalui kegiatan promosi dilingkungan perusahaan maupun organisasi kewanitaan (misalnya PKK). Penyelenggaraannya dilakukan oleh Departemen Sosial bekeria sama dengan Departemen Kesehatan dan Perindustrian atau Departemen Tenaga Kerja.

2.Perbaikan tentang kesejahteraan sosial baqi p e k e r j a wanita hendaknya diikuti dengan peningkatan kesehatan keluarga (khusus anak-anaknya).

3.Memberikan informasi kepada pengelola perusahaan tentang upaya-upaya operasional pengadaan TPA dalam anggaran/biaya perusahaan sebagai pembiayaan operasional usaha.

4.Dalam mengembangkan hasil penelitian ini perlu dilanjutkan bentuk penelitian lain dalam fokus peningkatan kesejahteraan sosial dan kesehatan ibu dan anak, sehingga akan diperoleh sumbangan pemikiran bagi perencanaan, pengambil keputusan maupun unsur-unsur lain yang terkait dalam menetapkan kebijakan kebutuhan tempat penitipan anak baqi pekerja wanita.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJIPTUNMERPP
OrganizationF
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id