Print ...

Contributor...

  • Editor: sugih_a@jkpkbppk

Path: Top > Collections/Koleksi_Perpustakaan_di_Indonesia > Perpustakaan di Indonesia > JKPKBPPK > Member > sugih_a@litbang.depkes.go.id

Penyimpangan Positif (Positif Deviance) Status Gizi Anak Balita dan Faktor-faktor yang Berpengaruh

Gray literature from JKPKBPPK / 2002-11-29 10:55:00
By : Sandjaja, Center for Research and Development of Nutrition and Food, NIHRD
Created : 2001-12-31, with 0 files

Keyword : gizi anak; balita; ekonomi sosial; kurang gizi; Warta Litbang Kesehatan
Subject : CHILD NUTRITION; NUTRITIONAL STATUS
Document Source : Warta Litbang Kesehatan, Vol. 5 (3&4) 2001

Salah satu akibat langsung dari penurunan daya beli masyarakat akan pangan adalah meningkatnya prevalensi kurang gizi terutama pada anak Balita. Akan tetapi sebagian anak dalam keluarga tertentu dengan sosial ekonomi rendah mempunyai daya adaptasi yang tinggi sehingga mampu tumbuh dan kembang (penyimpangan positif = positive deviance) terhadap tekanan ekonomi, social dan lingkungan. Untuk itu dalam penelitian ini telah diteliti faktor determinasi psikososial dan perilaku yang mempengaruhi penyimpangan positif tersebut.

Penelitian dilakukan di Propinsi Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi dan Propinsi DI Yogyakarta, di daerah Gunung Kidul. Di tiap kabupaten dipilih lima kecamatan sebelum dipilih sample, dilakukan penimbangan semua Balita (2974) di daerah terpilih. Dari penimbangan tersebut dipilih 450 Balita yang terbagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok status gizi atas, tengah dan bawah yang didasarkan nilai z-scor BB/U tertinggi, menengah dan terbawah.

Hasil studi menunjukkan bahwa Balita di daerah terpilih dengan gizi baik, kurang, buruk dan buruk sekali masing-masing 73,1%, 23,3%, 3,3% dan 0,3%. Prevalensi gizi baik di Sukabumi sedikit lebih tinggi dibandingkan Gunung Kidul, tetapi prevalensi gizi buruk sekali lebih tinggi di Sukabumi. Prevalensi gizi baik anak perempuan lebih besar dari anak laki-laki, tetapi prevalensi gizi buruk sekali lebih tinggi pada anak perempuan.

Faktor-faktor positif deviance yang berperan nyata dalam status gizi anak antara lain adalah faktor ibu, pola asuh anak, keadaan kesehatan anak, dan konsumsi makanan anak. Faktor ibu yang berperan nyata terhadap resiko kurang gizi adalah berat badan yang lebih rendah, tinggi badan lebih rendah, dan index masa tubuh yang kurang, sedangkan yang tidak berperan nyata adalah hemoglobin.

Faktor pola asuh yang berperan antara lain ibu tidak ikut dalam kegiatan organisasi, kegiatan organisasi jarang diikuti, paparan terhadap media massa surat kabar dan majalah, jumlah jam terpapar media massa. Sedangkan yang tidak berperan nyata dalam resiko kurang gizi adalah jumlah organisasi yang diikuti, paparan terhadap TV dan radio.

Pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi kurang berperan nyata dalam resiko gizi kurang. Pengetahuan yang berperan nyata hanya pengetahuan tentang sumber vitamin dan mineral, sedangkan yang tidak berperan nyata adalah tentang manfaat oralit, larutan gula garam, pengetahuan tentang sanitasi lingkungan, pengetahuan gizi tentang sumber zat tenaga dan pembangun, pengetahuan komposit tentang kesehatan. Faktor anak yang berperan nyata terhadap resiko kurang gizi adalah riwayat berat badan lahir yang rendah, adanya penyakit infeksi yaitu batuk, pilek, penyakit kulit dan tanda-tanda klinis kurang gizi. Sedangkan yang tidak nyata adalah penyakit campak, suspect KP, bronchitis, penyakit mata, telinga dan lainnya.

Kondisi kesehatan anak saat diperiksa lebih banyak yang sakit pada kelompok status gizi bawah. Resiko kurang gizi juga lebih tinggi secara nyata bila konsumsi semua zat gizi pada anak lebih rendah. Riwayat kelahiran juga berperan dalam resiko kurang gizi antara lain tempat lahir dan penolong persalinan. Sedangkan riwayat pemberian ASI pertama kali tidak berperan nyata dalam resiko kurang gizi.

Description Alternative :

Salah satu akibat langsung dari penurunan daya beli masyarakat akan pangan adalah meningkatnya prevalensi kurang gizi terutama pada anak Balita. Akan tetapi sebagian anak dalam keluarga tertentu dengan sosial ekonomi rendah mempunyai daya adaptasi yang tinggi sehingga mampu tumbuh dan kembang (penyimpangan positif = positive deviance) terhadap tekanan ekonomi, social dan lingkungan. Untuk itu dalam penelitian ini telah diteliti faktor determinasi psikososial dan perilaku yang mempengaruhi penyimpangan positif tersebut.

Penelitian dilakukan di Propinsi Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi dan Propinsi DI Yogyakarta, di daerah Gunung Kidul. Di tiap kabupaten dipilih lima kecamatan sebelum dipilih sample, dilakukan penimbangan semua Balita (2974) di daerah terpilih. Dari penimbangan tersebut dipilih 450 Balita yang terbagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok status gizi atas, tengah dan bawah yang didasarkan nilai z-scor BB/U tertinggi, menengah dan terbawah.

Hasil studi menunjukkan bahwa Balita di daerah terpilih dengan gizi baik, kurang, buruk dan buruk sekali masing-masing 73,1%, 23,3%, 3,3% dan 0,3%. Prevalensi gizi baik di Sukabumi sedikit lebih tinggi dibandingkan Gunung Kidul, tetapi prevalensi gizi buruk sekali lebih tinggi di Sukabumi. Prevalensi gizi baik anak perempuan lebih besar dari anak laki-laki, tetapi prevalensi gizi buruk sekali lebih tinggi pada anak perempuan.

Faktor-faktor positif deviance yang berperan nyata dalam status gizi anak antara lain adalah faktor ibu, pola asuh anak, keadaan kesehatan anak, dan konsumsi makanan anak. Faktor ibu yang berperan nyata terhadap resiko kurang gizi adalah berat badan yang lebih rendah, tinggi badan lebih rendah, dan index masa tubuh yang kurang, sedangkan yang tidak berperan nyata adalah hemoglobin.

Faktor pola asuh yang berperan antara lain ibu tidak ikut dalam kegiatan organisasi, kegiatan organisasi jarang diikuti, paparan terhadap media massa surat kabar dan majalah, jumlah jam terpapar media massa. Sedangkan yang tidak berperan nyata dalam resiko kurang gizi adalah jumlah organisasi yang diikuti, paparan terhadap TV dan radio.

Pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi kurang berperan nyata dalam resiko gizi kurang. Pengetahuan yang berperan nyata hanya pengetahuan tentang sumber vitamin dan mineral, sedangkan yang tidak berperan nyata adalah tentang manfaat oralit, larutan gula garam, pengetahuan tentang sanitasi lingkungan, pengetahuan gizi tentang sumber zat tenaga dan pembangun, pengetahuan komposit tentang kesehatan. Faktor anak yang berperan nyata terhadap resiko kurang gizi adalah riwayat berat badan lahir yang rendah, adanya penyakit infeksi yaitu batuk, pilek, penyakit kulit dan tanda-tanda klinis kurang gizi. Sedangkan yang tidak nyata adalah penyakit campak, suspect KP, bronchitis, penyakit mata, telinga dan lainnya.

Kondisi kesehatan anak saat diperiksa lebih banyak yang sakit pada kelompok status gizi bawah. Resiko kurang gizi juga lebih tinggi secara nyata bila konsumsi semua zat gizi pada anak lebih rendah. Riwayat kelahiran juga berperan dalam resiko kurang gizi antara lain tempat lahir dan penolong persalinan. Sedangkan riwayat pemberian ASI pertama kali tidak berperan nyata dalam resiko kurang gizi.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJKPKBPPK
OrganizationCenter for Research and Development of Nutrition and Food, NIHRD
Contact NameAdmin
AddressAddress
CityJakarta
RegionJakarta
CountryIndonesia
Phone
Fax
Administrator E-mailroot@litbang.depkes.go.id
CKO E-mailpip@litbang.depkes.go.id