Print ...

Contributor...

  • Editor: kardiningsih@jkpkbppk

Path: Top > Collections/Koleksi_Perpustakaan_di_Indonesia > Perpustakaan di Indonesia > JKPKBPPK > Member > kardiningsih@litbang.depkes.go.id

Penelitian Manfaat Ekstrak Buah Terung Ngor, Buah Mengkudu dan Biji Mahoni dalam Menurunkan Glukosa Darah pada Hewan Percobaan

Research Report from JKPKBPPK / 2003-03-11 09:50:00
By : Laurentia Mihardja, Center For Research and Development of Disease Control, NIHRD (laurentialitbang@yahoo.com)
Created : 2001, with 0 files

Keyword : glukosa darah; diabetes mellitus; biji mahoni; buah mengkudu
Subject : PLANTS, MEDICINAL; PLANT EXTRACTS; GLUCOSE
Document Source : Laporan Tahunan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit Tahun 2001

Prevalensi diabetes mellitus(DM) di Indonesia terutama di daerah urba semakin meningkat. Penelitian Waspadji dkk tahun 1993 pada 1016 sampel populasi yang berusia di atas 15 tahun di kelurahan Kayu Putih memperlihatkan prevalensi DM sebesar 5,7% dan tahun 2001 Rahajeng, dkk dengan 1000 sampel berusia 25-65 tahun di Kecamatan Depok mendapatkan prevalensi sebesar 6,2%. Pada hari Diabetes sedunia tahun 1996 dianjurkan untuk mencari bahan alami yang dapat menurunkan glukosa darah penderita diabetes yang berharga murah sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat secara luas.

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan obat antidiabetik oral dari buah terung ngor, biji mahoni dan buah mengkudu (dipilih yang paling efektif dan aman) sebagai alternatif obat modern yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Dilakukan pembuatan ekstrak etanol 70% dari buah terung ngor, biji mahoni dan buah pace (mengkudu) serta diidentifikasi kandungan golongan kimia dasar. Juga diteliti uji toksisitas akut LD50 secara oral dengan menggunakan mencit jantan dan betina, uji kemampuan menurunkan glukosa darah dari ketiga macam ekstrak tersebut pada tikus jantan jenis Wistar yang dijadikan diabetes.

Dari hasil uji toksisitas akut pemberian ekstrak secara oral pada 11 kelompok mencit masing-masing terdiri dari 5 ekor jantan dan 4 ekor betina dengan variasi dosis 30-300 mg/20 g bb, ternyata tidak menimbulkan kematian sehingga LD50 tidak dihitung. Uji kandungan golongan kimia memperlihatkan bahwa ekstrak terung ngor mengandung alkaloid, cardenolin, bufadienol dan polifenol, pace (mengkudu) mengandung saponin, cardenolin, bifadienol, tannin dan antrakino.

Uji khasiat menurunkan glukosa darah pada 11 kelompok masing-masing terdiri dari 6 ekor tikus diabetes dengan pemberian ekstrak berbagai dosis secara sondage oral, didapat hasil positif setelah pemberian ekstrak pace (mengkudu) 810 mg/160 g bb tikus setiap hari selama 3 hari dibanding pelarut, namun setelah 7 hari tidak menunjukkan hasil yang bermakna. Pada ekstrak mahoni dosis 45 mg/160 g bb setelah 7 hari menunjukkan hasil berbeda bermakna dibanding pelarut serta tidak berbeda dengan glikazide 7,2 mg/200 g bb.

Pemeriksaan kadar insulin tikus pada akhir penelitian semuanya berada dibawah level normal, karena kadar glokosa darah setelah intervensi masih diatas normal walaupun telah terjadi penurunan. Pemeriksaan patologi anatomi dari jaringan pancreas tikus menunjukkan sebagian masih terlihat normal.

Dalam hal ini dapat disimpulkan pace (mengkudu) dan mahoni dapat menurunkan glukosa darah, namun penelitian ini perlu dilanjutkan pada hewan non rodent yang lebih besar, serta perlu diketahui apakah ada efek mutagenik dan toksisitas kronis. Jika didapat hasil yang positif, penelitian dapat dilanjutkan pada manusia. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menunjang program Depkes dalam mendapatkan obat tradisional yang berharga murah.

Description Alternative :

Prevalensi diabetes mellitus(DM) di Indonesia terutama di daerah urba semakin meningkat. Penelitian Waspadji dkk tahun 1993 pada 1016 sampel populasi yang berusia di atas 15 tahun di kelurahan Kayu Putih memperlihatkan prevalensi DM sebesar 5,7% dan tahun 2001 Rahajeng, dkk dengan 1000 sampel berusia 25-65 tahun di Kecamatan Depok mendapatkan prevalensi sebesar 6,2%. Pada hari Diabetes sedunia tahun 1996 dianjurkan untuk mencari bahan alami yang dapat menurunkan glukosa darah penderita diabetes yang berharga murah sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat secara luas.

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan obat antidiabetik oral dari buah terung ngor, biji mahoni dan buah mengkudu (dipilih yang paling efektif dan aman) sebagai alternatif obat modern yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Dilakukan pembuatan ekstrak etanol 70% dari buah terung ngor, biji mahoni dan buah pace (mengkudu) serta diidentifikasi kandungan golongan kimia dasar. Juga diteliti uji toksisitas akut LD50 secara oral dengan menggunakan mencit jantan dan betina, uji kemampuan menurunkan glukosa darah dari ketiga macam ekstrak tersebut pada tikus jantan jenis Wistar yang dijadikan diabetes.

Dari hasil uji toksisitas akut pemberian ekstrak secara oral pada 11 kelompok mencit masing-masing terdiri dari 5 ekor jantan dan 4 ekor betina dengan variasi dosis 30-300 mg/20 g bb, ternyata tidak menimbulkan kematian sehingga LD50 tidak dihitung. Uji kandungan golongan kimia memperlihatkan bahwa ekstrak terung ngor mengandung alkaloid, cardenolin, bufadienol dan polifenol, pace (mengkudu) mengandung saponin, cardenolin, bifadienol, tannin dan antrakino.

Uji khasiat menurunkan glukosa darah pada 11 kelompok masing-masing terdiri dari 6 ekor tikus diabetes dengan pemberian ekstrak berbagai dosis secara sondage oral, didapat hasil positif setelah pemberian ekstrak pace (mengkudu) 810 mg/160 g bb tikus setiap hari selama 3 hari dibanding pelarut, namun setelah 7 hari tidak menunjukkan hasil yang bermakna. Pada ekstrak mahoni dosis 45 mg/160 g bb setelah 7 hari menunjukkan hasil berbeda bermakna dibanding pelarut serta tidak berbeda dengan glikazide 7,2 mg/200 g bb.

Pemeriksaan kadar insulin tikus pada akhir penelitian semuanya berada dibawah level normal, karena kadar glokosa darah setelah intervensi masih diatas normal walaupun telah terjadi penurunan. Pemeriksaan patologi anatomi dari jaringan pancreas tikus menunjukkan sebagian masih terlihat normal.

Dalam hal ini dapat disimpulkan pace (mengkudu) dan mahoni dapat menurunkan glukosa darah, namun penelitian ini perlu dilanjutkan pada hewan non rodent yang lebih besar, serta perlu diketahui apakah ada efek mutagenik dan toksisitas kronis. Jika didapat hasil yang positif, penelitian dapat dilanjutkan pada manusia. Hasil penelitian dapat digunakan untuk menunjang program Depkes dalam mendapatkan obat tradisional yang berharga murah.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJKPKBPPK
OrganizationCenter For Research and Development of Disease Control, NIHRD
Contact NameAdmin
AddressAddress
CityJakarta
RegionJakarta
CountryIndonesia
Phone
Fax
Administrator E-mailroot@litbang.depkes.go.id
CKO E-mailpip@litbang.depkes.go.id