Print ...

Contributor...

  • Editor:

Path: Top

Makalah seminar nasional pengembangan teknologi dan budaya lokal sebagai basis pembangunan dan berkelanjutan.Dalam rangka Dies natalis ke-39 IPB,24 September 2002: Pengetahuan lokal untuk konservasi sumberdaya hutan.

Gray literature from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:51
By : Arif Aliadi, LATIN (lia@latin.or.id)
Created : 2002-10-10, with files

Keyword : Lingkungan,Lingkungan Hidup,Konservasi Sumberdaya Hutan LATIN

Konservasi sumberdaya hutan, yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia sekarang, belum dapat menjamin tercapainya tujuan konservasi seperti yang tercantum dalam amanat strategi konservasi dunia dan Undang-undang no. 5/1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Banyak contoh menunjukan bahwa telah terjadi berbagai kerusakan di kawasan-kawasan konservasi, baik taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, dsb.,bersamaan dengan makin menurunnya populasi tumbuhan dan satwa liar. Penyebab utama dari hal diatas adalah sempitnya cara pandang konservasi. Konservasi lebih sering dipandang dari segi ekologi semata. Sementara itu, konservasi sesungguhnya juga harus dipandang dari segi sosial budaya dan politik ekonomi. Makalah ini akan membahas kedua sudut pandang tersebut, namun segi sosial budaya konservasi, khususnya yang berkaitan dengan sumbangan pengetahuan lokal sebagai bagian dari segi sosial budaya konservasi bisa digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan konservasi apabila memenuhi prasyarat berikut (a) Penerapan berbagai upaya konservasi yang mempertimbangkan penggunaan pengetahuan lokal, dan (b) peningkatan kapasitas para pihak yang terlibat dalam upaya konservasi dan (c)Reformasi kebijakan konservasi.

Description Alternative :

Konservasi sumberdaya hutan, yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia sekarang, belum dapat menjamin tercapainya tujuan konservasi seperti yang tercantum dalam amanat strategi konservasi dunia dan Undang-undang no. 5/1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Banyak contoh menunjukan bahwa telah terjadi berbagai kerusakan di kawasan-kawasan konservasi, baik taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, dsb.,bersamaan dengan makin menurunnya populasi tumbuhan dan satwa liar. Penyebab utama dari hal diatas adalah sempitnya cara pandang konservasi. Konservasi lebih sering dipandang dari segi ekologi semata. Sementara itu, konservasi sesungguhnya juga harus dipandang dari segi sosial budaya dan politik ekonomi. Makalah ini akan membahas kedua sudut pandang tersebut, namun segi sosial budaya konservasi, khususnya yang berkaitan dengan sumbangan pengetahuan lokal sebagai bagian dari segi sosial budaya konservasi bisa digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan konservasi apabila memenuhi prasyarat berikut (a) Penerapan berbagai upaya konservasi yang mempertimbangkan penggunaan pengetahuan lokal, dan (b) peningkatan kapasitas para pihak yang terlibat dalam upaya konservasi dan (c)Reformasi kebijakan konservasi.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationL
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id